Kementerian Perhubungan dan Transportasi Belgia, terhitung sejak 1
Juli 2008, mengakui SIM (Surat Izin Mengemudi) yang dikeluarkan oleh
pemerintah RI.Keterangan resmi yang diperoleh dari Departemen Luar
Negeri RI di Jakarta, Rabu, menyebutkan bahwa dengan pengakuan itu
maka seluruh WNI yang berdomisili di Belgia dapat menukarkan SIM
Indonesia yang mereka miliki dengan SIM Belgia secara langsung di
setiap wilayah kotamadya Belgia.

Pengakuan dan persamaan tersebut dapat dilangsungkan karena baik
Indonesia dan Belgia masing-masing merupakan negara pihak pada Geneva
Convention on Road Traffic (1949) yang mengatur mengenai izin
mengemudi.Namun, upaya untuk mendapatkan pengakuan dan persamaan
tersebut tidak singkat, KBRI Brussel telah memulainya sejak 1990 namun
sempat terhenti karena terhambat oleh sejumlah kendala teknis.
Menyadari bahwa persamaan SIM Indonesia oleh Belgia merupakan sesuatu
yang penting dalam rangka mendorong WNI yang berdomisili di Belgia
semakin patuh pada hukum lalu lintas Belgia, KBRI Brussel sejak 2007
melanjutkan upaya tersebut dengan langkah-langkah yang sistematis dan
terarah. Melalui upaya pendekatan yang intens dengan otoritas terkait
di Belgia dan dukungan penuh Pimpinan Kepolisian RI, akhirnya
Kementerian Perhubungan dan Transportasi Belgia menerbitkan keterangan
resmi kepada seluruh otoritas wilayah kotamadya di Belgia mengenai
pengakuan SIM Indonesia tersebut.Terbitnya kemudahan tersebut menurut
J.P. Gailly, Directeur General Mobilite et Securitee Routiere dari
Kementerian Perhubungan dan Transportasi Belgia, merupakan bentuk
penghargaan dan penerimaan Pemerintah Belgia terhadap komunitas
Indonesia di Belgia yang jumlahnya mencapai lebih dari 1000 jiwa dan
cukup besar peranannya dalam pengembangan kekayaan sosial dan kultural
Belgia.

Sementara itu Dubes Nadjib Riphat Kesoema menilai persamaan SIM
Indonesia tersebut merupakan langkah positif Pemerintah Belgia
terhadap hubungan bilateral Indonesia?Belgia yang selama ini telah
terjalin dengan sangat baik. Ditambahkan pula bahwa pengakuan tersebut
merupakan kado bagi masyarakat Indonesia menyambut 60 tahun hubungan
bilateral kedua negara yang akan jatuh pada 2009 mendatang.(*)

sumber : antaranews

Kirim email ke