CoPas dari :
http://temmy2409.multiply.com/journal/item/132/TIPS_JATUH_DARI_MOTOR_SECARA_BAIK

temmy reddevil

Mungkin sebagian kawan akan mencibir dan tertawa membaca judul dari artikel
ini. Semua orang juga takut jatuh dari motor. Semua orang takut sakit, takut
mati, takut motornya rusak, takut helm 2 jutanya baret, takut jaket 3
jutanya rusak dan takut-takut yang lainnya.

Semua rider, terlebih yang sudah berkendara dengan jam terbang cukup lama,
biasanya otomatis memiliki indra ke-6 yang berfungsi sebagai radar
dijalanan. Kadang tanpa sadar, kita tanpa melirik sepion sudah tau dikanan
belakang kita ada motor lain yang menempel. Atau sebelum tikungan, kita
seperti punya intuisi bahwa dari lawan arah tidak ada/ada kendaraan.
Indra ke-6 ini dinamakan sebagai "INTUISI" dengan kadar kepekaan berbeda
disetiap orang.

Menurut salah satu artikel yang pernah saya baca, perbedaan kadar intuisi
pada setiap manusia itu akan menjadi berimbang dikala akan terjadi crash
atau tabrakan atau jatuh.
Setiap manusia, rata2 akan menyadari bahwa kejadian fatal ini tidak bisa
dihindari sekitar sepersekian sampai satu detik sebelum "momentum", entah
jatuh atau tabrakan.
Sebagian besar kecelakaan fatal terjadi dikarenakan pengendara berada dalam
situasi "TIDAK RELA JATUH" alias logika/akal sehatnya mengalahkan intuisi
bahwa motor itu benda kesayangannya dan tidak boleh dilepaskan begitu saja.

SALAH...!!!
Pada saat inilah moment antara 50% hidup dan 50% mati akan terjadi.

Jika kita membiarkan Logika berjalan daripada Intuisi, yang akan terjadi
adalah otak langsung bereaksi memikirkan perhitungan jatuh dan tidak jatuh
dengan memakan waktu yang seharusnya digunakan untuk refleks dan bertindak.
Akhirnya terlambat mengantisipasi keadaan dan "BAAM..!!!", tertabraklah atau
terjatuhlah dia dengan posisi yang tidak menguntungkan dan tidak berdaya
yang mengakibatkan kondisi fatal bagi sang Rider maupun kendaraannya.

Lalu, apa yang seharusnya dilakukan? Aku belum mau mati!!! Aku gak mau
sakit! Aku gak mau diamputasi! Aku gak mau dilindas! Bla bla bla bla...!
Satu hal yang harus disadari adalah : "MANUSIA ITU PASTI AKAN MATI..!"

Sekarang, bagaimana caranya kita tidak mati saat ini?

Caranya adalah, tutup akal sehat dan biarkan refleks dan intuisi yang
bergerak. Mungkin bukan hal yang mudah dan harus dilatih.
Agama mengajarkan bahwa Manusia adalah Hewan Berakal Sehat. Tanpa akal
sehat, manusia kembali kehabitatnya menjadi binatang.
Binatang adalah mahluk yang selalu dan terus2an berusaha untuk
survive/staying alive, entah terhadap lingkungan atau terhadap predatornya.
Kucing walau dilempar dari tempat tinggi akan jatuh diatas ke empat kakinya.
Tikus bisa melepaskan diri dari jepitan, selama kepalanya bisa lolos,
badannya akan mengikuti.
Serigala bisa bertahan hidup dengan memakan bagian tubuhnya.
Anjing memiliki kadar kepakaan tinggi terhadap bahaya.
Semut bisa mengangkat beban 500 kali berat tubuhnya.

Kenapa manusia yang merupakan mahluk paling mulia tidak bisa melakukannya..?

Manusia bisa melakukan hal2 tersebut diatas disaat "kepepet" atau "dalam
bahaya"

Seorang ibu pernah mengangkat kulkas berisi penuh pada saat kebakaran.
Seorang perawat pernah meloncat dari lantai 5 dan tidak luka sama sekali
pada saat kebakaran.
Seorang penerjun pernah selamat ketika payungnya sama sekali tidak
terkembang dan hanya patah tulang kaki dan pinggulnya.

Saat itulah yang bisa disebut sebagai, "Animal Instinct".
Pada saat akan terjadi kecelakaan, jangan berfikir untuk menyelamatkan
motor, biarkan instinct/intuisi yang bergerak untuk mencari selamat.

Latihan paling mudah adalah: Menangkap Uang Kertas dan Tiger Jump.

1. Menangkap Uang Kertas.
Cobalah menangkap Uang kertas yang dilepaskan oleh tangan kiri dengan
menggunakan tangan kanan. Cobalah berbagai tingkat ketinggian.
Setelah lihai, minta orang lain yang melakukannya.

2. Tiger Jump
Coba berlatih koprol terlebih dahulu dengan aman. Setelah lihai koprol, coba
loncat lalu koprol. Cari tempat yang enak, karpet atau kasur tebal misalnya.

Pastikan tangan rileks dan tidak tegang, semua otot lemaskan dan jangan
kaku.
Loncatlah satu meter kedepan lalu tahan dengan tangan setengah terkepal
(jari2 jangan dibuka), lalu lipat kepala kearah dada, tekuk dengkul kearah
perut, putar badan kedepan seperti koprol, lalu lepas tangan dengan cepat
dan tekapkan depan dada dengan telapak tangan tertutup dan menghadap kemuka.
Posisi kaki masih menekuk.
Cobalah berguling sambil mata memperhatikan satu titik tujuan.

Setelah lihai, cobalah tanpa tangan. Tangan ditaruh disisi kuping lalu
koprol dan posisi kembali seperti semula, yaitu bagai Bayi Dalam Rahim.

Setelah lihai, naikkan tingkatannya dengan menggunakan halangan. Bisa kursi,
bisa meja kecil, bisa sebuah helm.

Hati2, jangan dipaksakan untuk naik tingkat dengan cepat. Semua butuh
proses.


Aplikasinya Pada Saat Kecelakaan

Kebiasaan kita untuk menangkap uang kertas akan membantu refleks kita
melihat situasi secara cepat dan lugas lalu bertindak lebih cepat dari otak
berfikir.

Ketika kan terjadi benturan atau jatuh, secepatnya lepaskan motor dan cari
tempat jatuh yang aman. Lupakan motor kesayangan atau helm mahal atau jaket
hadiah ultah dari yayang.
Nomor satu tepenting adalah: "STAYING ALIVE" kalaupun harus mati, matilah
dengan terhormat, yaitu setidaknya kita mencoba untuk bertahan hidup.

Walau sekelibat, cari tempat jatuh yang "enak" alias aman. Biasakan melirik
disisi kiri, jangan lama2, jangan berpikir. Lihat, loncat, koprol.

Jangan langsung bangun setelah jatuh, cobalah melihat sekeliling untuk
melihat kondisi bahaya atau tidaknya. Setelah dirasa aman, periksa kondisi
badan. Gerakkan seluruh bagian jari, rasakan pergerakannnya, lalu leher dan
terakhir lutut.

Jika terasa panas disalah satu bagian tubuh, dipastikan ada tulang patah
disana/memar otot.
Jika kesemutan, berarti ada pendarahan.
Jika Nyeri sangat amat, biasanya ada keseleo atau patah

Peduli setan dengan kondisi motor, perhatikan dulu kondisi diri, setelah itu
baru perhatikan kondisi motor dan lawan kecelakaan.
Jangan lupa, jika ada boncenger. Biasanya Boncenger tanpa sadar akan
meloncat mengikuti si rider didepannya.
Kalau saya pribadi, selalu mengajarkan tips ini kepada sang boncenger
tercinta. Bagaimana caranya dia nanti loncat, hal apa yang harus dilakukan
dan dilindungi, karena pada prinsipnya hampir sama dengan sang Rider, hanya
lebih mudah karena tangannya lebih bebas dan lebih banyak waktu utk melihat
tempat aman dibanding sang Rider.
Pada beberapa kejadian dimana boncenger mengalami hal fatal adalah
dikarenakan si boncenger duduk miring, bukan menghadap depan.

Dari semua kecelakaan yang terjadi, beberapa kawan yang berusaha
mempraktekan cara ini dengan melepaskan motor dan waspada dengan tempat dan
cara jatuh tidak mengalami kondisi yang fatal yang seharusnya bisa terjadi
jika dia tetap memegang motor.

Kemungkinan fatal yang bisa terjadi jika rider memegang motor saat
kecelakaan adalah:
1. Rider terseret motor, sehingga momentum gravitasinya lebih kuat oleh
dampak dorongan dua object secara bersamaan.
2. Rider kehilangan keseimbangan karena terbawa momentum motor atau
kendaraan yang melandanya.
3. Rider tertindih motornya.
4. Rider terjebak dan masuk kekolong kendaraan lawan yang lebih besar karena
efek benturan setang dengan body kendaraan lawan (misalnya mobil atau bus).
5. Rider tertusuk setang motornya yang bengkok.
Dan lain-lain sebagainya...

Oleh maka itu, jika kita "harus" jatuh, jatuh lah dengan pintar. Jangan
biarkan analisa dan asumsi memenuhi pikiran.

Ingat selalu 3 hal:
"Intuisi, Refleksi, Reaksi"

Ditulis oleh TEMMY "ReD DeviL" HIMAWAN
berdasarkan pengalaman delapan kali kecelakaan fatal dalam berbagai kondisi.


"Sejago apapun kau bawa motor, Sejuta Orang Bodoh diluar sana..!!"
by: bokap gw
_________________
TEMMY "ReD DeviL" HIMAWAN
-PULSAR 200 DTS-1 2008-
B 6989 ELN
CB125ss 1978 | GL Pro 1993

INSERT-003 | REDZONE-005 | HORNET-094 | GPMR-021 | ESIA BIKERS-050 | CCC-001
| ADV RIDER INDONESIA #ID T-REDZ | PRIDES CJ #167
temmy2409.multiply.com
http://www.bikepics.com/members/temmy2409/


-- 
[email protected]
www.spinner-community.net

http://maps.google.com/maps?f=q&source=s_q&hl=en&geocode=&q=serpong&sll=-6.19039,106.845474&sspn=0.330398,0.441513&g=jakarta&ie=UTF8&ll=-6.246278,106.678276&spn=0.020136,0.055189&z=14

Kirim email ke