Rabu, 01/09/10 11:55 Jajal Viar Vio R125 Jakarta-Puncak PP Enggak Nyangka, Vio R125 Gampang Diajak Ngebut ke Puncak! ------------------------------
*OTOMOTIFNET* – Sempat ragu ketika pihak PT Triangle Motorindo selaku (TM) ATPM motor Viar mengajak OTOMOTIFNET.com turut serta dalam sesi test ride produk matic terbaru mereka, Viar Vio R125, dengan rute Jakarta-Puncak, pulang-pergi (PP). “Wah, jangan-jangan enggak kuat nanjak atau justru mogok nih?,” kira-kira begitulah keraguan kami. Mengapa ragu? Alasan utamanya, karena harganya yang cuma Rp 8.450.000 on the road Jakarta! Untuk motor matic berkapasitas 125 cc, harga segitu tentunya sangat murah. Dengan harga murah, apakah bisa memberikan kualitas mesin yang seimbang dengan matic lain yang harganya jauh lebih mahal? Berikut ini faktanya! Perjalanan Jakarta-Puncak melibatkan 10 motor Viar Vio R125. Start dari kantor pusat PT TM di Sunter, Jakarta Utara (30/8). Setelah menginap semalam di Puncak, Bogor, esok harinya (31/8) kembali lagi ke Jakarta. *Tester OTOMOTIFNET.com* *Performa Mesin (*** = Baik)* Pertama kali duduk di atas jok Vio R125, riding positionnya serasa naik Yamaha Mio. Buat rider dengan tinggi badan 165 cm (tester OTOMOTIFNET.com), posisi kedua tangan dan pijakan kaki terasa ideal. Pandangan mata menuju panel speedometer juga nyaman. Saatnya kunci kontak on, tekan handle rem lalu pencet tombol starter. Berhubung mesin masih dingin, Vio R125 yang dikendarai OTOMOTIFNET.com butuh 3 kali starter hingga mesin hidup normal. Pelan-pelan grip gas dipelintir, suara mesin pun turut merangkak naik. Hemmm… motor murah identik dengan suara mesin kasar, ternyata salah. Hingga digeber putaran tinggi, suara mesin Vio R125 mampu bersaing dengan matic lain yang harganya jauh lebih mahal. Bunyi tik…tik… atau srekk…srekkk… sangat minim. Saatnya berkendara. Di awal perjalanan rombongan langsung berjibaku dengan macet di jalanan Sunter menuju Cawang. Aksi buka tutup gas pun menjadi sering dilakukan. Di sini, keraguan OTOMOTIFNET.com akan performa mesin Vio R125 mulai terkikis. Laju Vio R125 cukup responsif melayani buka tutup gas yang cepat. Aksi selap-selip pun tak terhindarkan! Untuk aksi stop and go, Vio R125 lolos uji. Giliran memasuki trek lurus di kabupaten Cibinong, Bogor, saatnya eksplorasi putaran atasnya. Di speedometer motor yang dipakai OTOMOTIFNET.com mampu menyentuh di angka 100 km/jam dan masih sisa gas. Diprediksi Vio R bisa mencapai top speed 110 km/jam. Lumayan kencang untuk ukuran motor Rp 8 jutaan. Untuk menepis keraguan performa mesin, masih ada satu lagi medan ujian yaitu trek tanjakan yang membentang hingga Puncak. Dan lagi-lagi, Vio R125 mampu melahapnya dengan mudah. Aksi salip mobil atau motor bisa dilakukan tanpa rasa khawatir powernya ngedrop. *Handling (** = Cukup)* Ketika motor mampu melaju kencang, stabilitas pengendaraan (handling) harus bagus. Salah satunya di pengaruhi faktor suspensi dan rangka. Ketika melibas kecepatan 80 km/jam ke atas, Vio R125 terasa limbung. Lebih terasa goyang ketika menikung keceparan tinggi. Tapi saat dicoba berboncengan, efek limbung banyak berkurang. *Pengereman (** = Cukup) * Sejak awal start hingga finish di Puncak, kinerja rem terbilang berat. Untuk rem depan mampu bekerja sempurna, tapi rem belakangnya agak kurang. Di beberapa motor juga terdengar bunyi berdencit. Tapi secara keseluruhan, performa rem mampu mengimbangi laju motor yang kencang. *Konsumsi BBM (*** = Baik)* Bukan rahasia umum lagi jika matic buatan Jepang ataupun non Jepang cenderung rakus bensin. Kebanyakan matic bermesin 110 cc, dalam 1 liter hanya mampu menempuh sekitar 30 km. Ukuran Vio R125 yang memiliki kapasitas mesin 125 cc jika mampu menempuh jarak yang sama (30an km) maka masuk kategori bagus. Setelah dihitung berdasarkan jarak tempuh yang tercatat di odometer Vio R125, konsumsi BBM kisaran 25-32 km per liter. Untuk arah balik (Puncak-Jakarta), konsumsinya jauh lebih irit karena banyak turunan. Sehingga isi bensin full di puncak, hingga finish di Sunter masih sisa bensin. *Fakta Lain* Secara keseluruhan, dengan harga Rp 8 jutaan, performa mesin Vio R125 masuk kategori bagus. Baik kecepatan atau akselerasi, getaran serta ketahanan mesin bisa diandalkan. Namun masih ada beberapa fakta lain yang masih kurang. Seperti bagian electrical (penunjuk bahan bakar) yang kurang stabil dan suspensi yang terlalu berayun (absorber kurang bekerja dengan baik). “Setiap tiga bulan sekali kami selalu melakukan upgrade kualitas dari berbagai masukan. Sehingga produk yang di tangan konsumen, meskipun harga murah tapi kualitas terjamin. Apalagi kami juga menerapkan garansi 3 tahun,” beber General Manager PT Triangle Motorindo, AZ Dalie *Penulis/Foto : AZ * http://otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=ototest/Content/0/0/1/7/12605 2010/9/1 Mochammad Rifky H <[email protected]> > > > Viar Vior 125, Kenceng Juga Ya.. > *Bagja Pratama* - detikOto > > ** > <http://openx.detik.com/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=6072__zoneid=278__cb=ee0f4b037b__maxdest=http://www.detikinet.com/> > *Jakarta* - Menanggapi tren skuter matik di tanah air, Viar pun tak mau > ketinggalan. Skutik pertama pun diluncurkan dari pabrik mereka di Semarang, > Viar Vior 125. > > Kalau ATPM lain berlomba-lomba mengedepankan desain dan teknologi, Viar > muncul dengan harga jualnya yang miring. Tapi konsumen Indonesia sudah mulai > kritis dalam menentukan sebuah produk. > > Pastinya banyak yang ragu ketika mengetahui skutik terbaru dari Viar ini > hanya dibanderol seharga Rp 8,45 juta. Menyadari hal itu, Viar pun mengajak > para jurnalis untuk menjajal langsung Vior 125. > > Desainnya yang serba melancip seolah mengajak kita untuk membesut Vior 125 > ini, mulai dari tebeng depan, juga batok kepala dengan headlamp yang > melancip. > > Grill depan bertingkat menjadi ciri khas skutik Viar dari skutik-skutik > lain yang sudah lebih dulu eksis, termasuk dukungan suspensi ganda yang > mengapit ruang CVT dan ban belakang. > > Jujur saja, detikOto pun sempat sangsi dengan performa dari motor rakitan > lokal ini. Apalagi ketika mengetahui rute yang dipilih adalah jalur Jakarta, > Jalan Raya Bogor, sampai di Puncak. > > Tapi, coba dinyalakan saja dulu mesinnya. Start awal tetap menyentak > seperti skutik-skutik kebanyakan. Tapi getaran khas motor China sudah tidak > ada di Vior 125. > > Dan desingan mesinnya cukup halus, meski coba digeber beberapa kali, tidak > ada suara-suara gesekan aneh yang mengganggu telinga, dan membuat khawatir > pengendaranya. > > Setelah merapikan barisan, saatnya berangkat. Bruumm.. skutik Vior 125 > langsung memberikan kejutan pertamanya dari akselrrasi yang tidak berbeda > dengan skutik buatan pabrikan mapan sekalipun. > > Ringan, minim getaran, dengan suara mesin yang tidak kasar. Itulah kesan > pertama ketika selongsong gasnya diputar. Meski tidak bisa langsung dibesut, > karena padatnya rute bypass sampai di kawasan Cililitan. > > Memasuki jalan raya Bogor yang sedikit lenggang, barulah rombongan bisa > mulai menjajal-jajal tarikan si Vior 125 ini. Wuih, kalau di brosurnya > tertulis kecepatan maksimal hanya 85 km/jam, di Jalan Raya Bogor Vior 125 > bisa juga tembus 120 km/jam. > > Meskipun bokong mulai terasa panas juga, karena busa jok Vior 125 terbilang > keras untuk perjalanan jauh. Tapi riding position sudah cukup enak kok, baik > untuk ngebut lurus maupun meliuk-liuk membelah macet, karena gerakan > stangnya yang ringan. > > Tak terasa, sudah sampai di kawasan Ciawi, dan di depan sana, jalan > menanjak dan meliuk siap menyapa rombongan. Dada pun kembali mendesir dengan > rasa penasaran pada torsi dari Vior 125 untuk menaklukkan tanjakan. > > Putar kembali selongsong gas, dan tanjakan dilalui tanpa kendala berarti. > Hanya saja, dengan stang yang terlalu ringan bergerak, handling Vior 125 di > jalur meliuk Puncak sedikit menganggu pengendalian. > > Apalagi, ketika mengetahui ada suara-suara gesekan aneh dari bawah dek. > Setelah diperiksa, ternyata suara berasal dari standar tengah yang turun > naik karena pegangan pernya yang kurang keras sepertinya. > > detikOto menyukai akselarasi dan desingan mesin Vior 125 yang halus. PT > Triangle Motorindo hanya tinggal merapihkan detil-detil pada skutiknya ini > agar berjaya dipasaran tanah air, apalagi dengan harganya yang terjangkau! > > > > > *( bgj / ddn ) * > > > -- > Salam, > > SW Rider > > > -- suzuki, kawasaki, bajaj dan kymco, sodaraan... :D
