Dari milis tetangga. Mungkin bisa dijadikan bahan
pertimbangan bagi para pemasang iklan kerja juga bagi
moderator milis lowongan kerja di Indonesia.


  From: Iwan Wibawa [EMAIL PROTECTED]

  rekan beberapa saat lalu saya bertugas di negeri
tetangga singapura untuk jangka waktu yang
relatif lama, iseng-iseng saya suka memperhatikan
iklan lowongan kerja di koran-koran lokal
singapura, saya perhatikan beberapa hal yang sangat
berbeda dengan iklan-iklan lowongan kerja
di Indonesia, dan cara mereka mengiklankan lowongan
kerja hampir sama dengan iklan lowongan
kerja di negeri yang konon paling maju di dunia yaitu
amerika serikat.

  beberapa hal yang saya amati sebagai berikut :
1. mereka tidak pernah membuka lowongan kerja dengan
membatasi gender, laki-laki atau
perempuan.
2. mereka tidak pernah mencantumkan batasan usia
pelamar.
3. mereka tidak pernah mencantumkan nilai GPA/IP atau
bahkan dengan menyebutkan menyukai
lulusan universitas terkemuka atau universitas
tertentu.
4. dan hampir 90 % mereka menyatakan dengan jelas nama
dan bisnis utama perusahaan yang
membuka lowongan kerja.
5.hampir 75 % mencantumkan salary range yang
ditawarkan serta fasilitas dan benefit yang
diberikan secara gamblang dan jelas.

Jelas sekali bahwa mereka menerima pelamar berdasarkan
kompetensi, kemampuan, serta pengalaman
serta skill dari para job applicant.

coba bandingkan dengan iklan-iklan lowongan kerja di
tanah air kita yang serba sumir (banyak
perusahaan menyamarkan nama perusahaan dan bisnisnya)
malu-malu seolah takut ketahuan petugas
pajak, membatas usia pelamar (seolah-olah kalau sudah
diatas 40 tahun dianggap sudah pikun/uzur
bahkan dianggap tidak produktif), kadang-kadang
menyebutkan lebih disukai wanita atau
sebaliknya (diskriminasi gender), menginginkan pelamar
dengan indek prestasi tertentu
(seolah-olah kalo indeks prestasinya tinggi dianggap
lebih capable dalam bekerja), tidak pernah
mau secara terus terang menyebutkan salary range yang
ditawarkan, sehingga salary dianggap
sebagai salah satu bagian dari seleksi, bukankah yang
memiliki keahlian dan pengalaman lebih
banyak pasti akan memiliki gaji yang lebih tinggi,
kalau sebaliknya perlu dipertanyakan
mengapa? (ingat prinsip : you give peanut you get
monkey).

Tolong kepada rekan-rekan di forum ini, untuk
memberikan tanggapan mengapa hal ini
bisa terjadi di tanah air tercinta ini, kita harus
melakukan perubahan paradigma berpikir dalam
proses recruitment dan selection human resources, agar
Indonesia menjadi bangsa yang maju dan
lebih beradab.
kalau kita tidak memulai, siapa lagi?

-- 
Best regards,
Himawan 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke