Tue Jun 19, 2007 2:35 am (PST) 
   
  Knp HP di pesawat berbahaya?
Kenapa dilarang,..? 
Orang kita mah rada bandel? yg bikin mesin ketakutan sekali?
HP dan Penerbangan Pesawat 
Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 
Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara 
Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan. 
Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam 
dengan 
menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya 
seorang warga  Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan 
terlihat 
marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari 
salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau 
mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena 
bukan merupakan tugasnya. 
Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, 
kemudian 
dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, 
dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia 
melaksanakan 
tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada 
salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin. 
Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin 
turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu 
jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa 
langsung 
mati. 
Cerita ini langsung saya kaitkan dengan  peristiwa diatas, kalau saya 
tidak 
salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. 
Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga tulisan 
ini 
bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.
(KOMPAS) 
Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi 
pake 
pesawat. Tapi bodohnya gk ketulungan. Ada yang gk tau kenapa larangan 
itu 
dibuat, ada yang tau tapi tetap gk peduli. Orang indonesia harus 
selalu 
belajar dengan cara yang keras. 
Buat yang belum tahu, kenapa Gk boleh menyalakan Handphone di pesawat, 
berikut penjelasannya: 
Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah 
mendengar 
berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud 
Polonia 
-Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui 
dengan 
pasti. 
Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan  
menggunakan 
ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber 
informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) 
bahwa 
ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan 
penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi 
akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat 
untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang. 
Contoh kasusnya antara lain: 
Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" 
dari 
bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. 
Sepuluh 
penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal 
ponsel terhadap sistem kemudi pesawat. 
Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo 
melakukan 
pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus 
meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi  lupa 
dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi. 
Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi 
setinggi 
700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di 
bandara 
Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum 
mematikan 
komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The 
Australian, 
23-9-1998). 
Seperti kita tahu di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak 
landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja 
diaktifkan. 
Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan 
mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan 
(nuisance) terhadap kenyamanan orang lain. 
Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama 
menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat 
ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem  
navigasi 
dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak 
hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat. 
Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat: 
Arah 
terbang melenceng,Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) 
terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak 
terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, 
Gangguan indikator bahan bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua 
gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya 
seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game 
Gangguan 
indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy 
Semua 
informasi diatas adalah bersumber dari ASRS. 
Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan 
saja 
ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak 
di  
landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan 
ponsel. 
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara 
mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara 
pengawas 
dengan baik. 
Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang 
radio 
melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base 
Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 
35 
kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa 
menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja 
diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus 
terjangkau 
oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di 
atas 
Jakarta ).(Varis/pertamina) 
Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum 
adalah 
juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang  
tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan 
sekaligus 
tidak tahu tata krama? 
Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang 
tahu 
kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua 
orang 
tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi 
sopan 
santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di 
dalam 
pesawat terbang. 
(Yamaha-VEGA. or.id) 
Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar. 

        

---------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. 

 
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "Sekolah 
Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" grup.
 Untuk mengirim pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke