Perkenalkan, saya naris angkatan 91.
Mohon maaf juga, mungkin artikel dibawah ini juga bisa menjadi acuan
etiket dalam ber-email, banyak milist yang menggunakan peraturan dalam
berinternet untuk menghemat bandwith.
Sehingga komunikasi semakin lancar. Tetapi semua kembali kepada
kesepakatan bersama.
 
By : Zoran Todorovich
 
Bagi sebagian besar orang, email tampaknya menjadi rahmat sekaligus
bencana. Email dapat menghemat biaya komunikasi, terutama pada
orang-orang yg jarang berhubungan dengan kita. Namun, dapat membuat kita
menderita dengan menerima banjir "spam email". Tidak banyak hal yang
bisa kita lakukan untuk menghadapi para "spammers" ini kecuali
terus-menerus melaporkannya pd "network administratur" kita.
Bagaimanapun, dalam melakukan korespondensi pribadi, kita seyogyanya
tetap bersopan-santun untuk menjaga hubungan baik.
 
Berikut 10 saran bersopan-santun dalam ber-email ria :
 
1.    Benahi susunan email "forwards" anda.
Bila anda ingin memforward sebagian atau seluruh pesan pada pihak lain,
maka luangkan sedikit waktu anda untuk menghapus tanda yang biasanya
muncul. Seperti tanda ">" dsb.
 
2.    Gantilah "Subject" atau Judul email bila topik pembicaraananda
berubah. Seringkali setelah saling bertukar email beberapa kali, topik
pembicaraan berubah dari aslinya, namun "subject" atau judul email belum
juga diganti. Akan jauh lebih mudah untuk melacak email yang masuk bila
"subject" disesuaikan dan dapat mencerminkan isi email yang sedang anda
tulis.
 
3.    Hapuslah pesan reply yang tidak perlu.
Beberapa program email secara otomatis memunculkan isi email yang
terdahulu bila anda sedang membalas/mereplynya. Ada baiknya anda
menghapus pesan tersebut dan hanya tinggalkan pesan yang benar-benar
anda anggap perlu.
 
4.    Jangan teruskan surat berantai.
Anda tentu merasa terganggu dan jengkel bila seseorang mengirimi anda
sebuah email tentang humor atau cerita-cerita, kemudian meminta anda
untuk meneruskannya dengan segera pada 10 teman anda yang lain, atau
bila tidak maka anda akan ketiban sial. Mengapa anda juga bermaksud
mengganggu dan membuat orang lain jengkel bila anda meneruskan email
semacam ini? Hapus saja dengan menekan tombol "delete".
 
5.    Hormati privacy orang lain.
Ini termasuk juga alamat email mereka. Bila anda sedang mengirim email
ke sejumlah orang yang mungkin satu-sama- lain tidak saling mengenal,
gunakan "bcc" atau "blind carbon copy " agar alamat-alamat email mereka
tidak saling diketahui. Bila anda mudah mengirim email ke banyak alamat
sekaligus tanpa mempertimbang - kan saran ini, maka bersiap-siaplah
untuk dikomplain karena mereka menerima spam.
 
6.    Jangan melakukan spam.
Mungkin saja anda tidak sengaja melakukannya, tetapi banyak orang tidak
menyadari jika mereka menggunakan alamat-alamat email yang mereka dapat
dari "forwarded email", kemudian menggunakannya tanpa permisi, ini
termasuk bentuk spam.
 
7.    Jangan berteriak-teriak.
Menulis dengan mengaktifkan huruf besar (tombol "Caps Lock") dapat
diartikan sebagai pertanda kemarahan. Orang mungkin menganggap anda
sebagai pengguna internet yang tidak baik, atau tidak sopan sama sekali.
 
8.    Jangan mudah "terbakar", over-reaksi, atau terburu-buru menghapus
suatu email tanpa berusaha memikirkannya dgn baik. Dalam bahasa tulis,
kita memiliki waktu untuk memikirkan bagaimana kita merespon atas
sesuatu email yang membuat kita marah. Begitu juga dengan beremail ria.
Bila anda merasa dipenuhi dengan emosi yang kuat, kemudian menulis
balasan dengan emosional pula, maka sebaiknya jangan keburu anda kirim
email tersebut. Simpanlah dulu dalam "draft folder" selama beberapa hari
untuk dibaca ulang. Banyak persahabatan yang hancur gara-gara
terburu-buru menanggapi suatu email tanpa berusaha memikirkannya dengan
bijaksana.
 
9.    Bersabarlah dalam menunggu "reply".
Ketahuilah, orang tidak hanya hidup dengan internet. Mereka mungkin
tidak membalas email anda dengan segera. Masih banyak orang yg men-cek
email mereka seminggu sekali.
 
10.Akuilah bahwa tidak semua orang senang menerima segala yang anda
anggap lucu. Jangan terus-menerus mengirimkan sesuatu pada mereka yang
tidak pernah membalasnya, meskipun dengan ucapan terima kasih.
 
Jangan lupa: Luangkan waktu juga untuk memikirkan apa yang kita forward
kan dan kepada siapa kita mem-forwardkan suatu email. Tidak semua orang
setuju atau suka dengan materi yang kita forwardkan. Untuk orang-orang
tertentu, subyek-subyek tertentu (yang kita anggap lucu dan menarik atau
ringan) bisa jadi sangat sensitif dan serius!!
 
(Diadaptasi dari The Top 10 E-mail Courtesy Suggestions, Zoran
Todorovich On Eagle's Wings)
 
salam
naris
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Nur Machfud
Sent: Wednesday, July 04, 2007 2:01 PM
 
 
Jadi mumpung moment-nya tepat, mohon bagi teman2 yang ingin share file2
tertentu agar dapat diperhatikan sizing-nya.  Atau kalau sekiranya
diperlukan dikirimnya tidak menggunakan milis ini, langsung ke private
e-mail yang membutuhkan saja :)
Atau bisa juga dengan meng-ZIP ata COMPRESS-kan file tsb, walaupun
efeknya seringkali tidak banyak berpengaruh :(
Kalau file sebelumnya berupa image, bisa "di-translate" dulu menjadi
text....dstnya
 
Sekali lagi mohon maaf bila ada yang kurang berkenan, sukses buat
semuanya ya!
 

ITDIV IMSS Scanned the message with Subject:... RE: [STIE YKPN Mailing List] 
Re:was  R.S.Brause - Writing Your Doctoral Dissertation. Invisible Rules for 
Success - netiket ..., the message is clean and safe.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke