Skripsi: Dipilih atau Tidak?
Menyambung penjelasan Pak Dody Hapsoro tentang skripsi, negara-negara Eropa pun sudah sejak lama menerapkan dalam kurikulum Pendidikan Tinggi (PT) mereka bahwa skripsi merupakan "pilihan" yang dapat diambil mahasiswa dalam menyelesaikan studinya dalam tingkatan sarjana atau S-1. Apalagi pasca Konvensi Bologna di Italia (2003), yang mencoba menyatukan dan menyetarakan sistem pendidikan S-1 khususnya di Eropa (lihat link berikut ini: http://en.wikipedia.org/wiki/Licentiate ). Lalu pertanyan selanjutnya, "bila skripsi dipilih, apa manfaatnya?" Jawabannya adalah "apakah si mahasiswa yang memilih skripsi ini berniat studi lanjut pada jenis program Master atau Doktoral yang bersifat investigasi atau penelitian?". Hal ini dikarenakan, jenis pendidikan master (S-2) pun terbagi atas 3 jenis umum yang dikenal (sumber: La ensenanza de educacion superior en Europa): 1. Master Akademis/Investigasi (Master by research) 2. Master Multidisipliner (combined) 3. Master dengan orientasi Profesional (Master by coursework) Bagi yang berniat mengambil jenis Master Investigasi, tentu saja skripsi akan sangat membantu ketika dirinya menyusun tesis. Pengalaman menulis skripsi akan memudahkan dirinya dalam mengerjakan tesis, karena model pengerjaan dan metodologinya hampir sama, hanya berbeda lingkup (scope) dan bobot topik yang akan diteliti. Dalam pendidikan program doktoral pun terbagi dua, yaitu: 1. Doktor Investigasi (Doctor by research), yang biasanya diberi gelar Ph.D 2. Doktor dengan orientasi Profesional (Doctor by coursework), yang biasanya dalam jurusan bisnis dan administrasi, diberi gelar DBA (Doctor of Business Admimistration), walaupun bukan berarti semua DBA tidak mengerjakan disertasi. Jadi kembali kepada pertanyaan apakah "skripsi dipilih atau tidak?" sangat tergantung pada rencana studi si mahasiswa di masa datang. Sementara ini saya melihat banyak contoh bahwa para mahasiswa STIE YKPN yang melanjutkan studi ke jenjang S-2 pun banyak yang berhasil dengan baik, walaupun ketika studi S-1 di STIE YKPN tidak mengambil skripsi sebagai mata kuliah pilihannya. Bahkan banyak pula di antara mereka yang saat ini studi di luar negeri, khususnya di Australia dengan lancar menyelesaikan studi mereka dan mengerjakan tesis S-2 dengan baik, tanpa terlebih dahulu mesti mengerjakan skripsi. Proses yang ingin ditanamkan dan dikembangkan dalam skripsi adalah sebenarnya proses berpikir, menganalisis dan memecahkan masalah secara metodologis dan sistematis. Proses ini di STIE YKPN dikembangkan dengan tugas-tugas kuliah yang ada dan masuk dalam sistem penilaian, selain ujian dan komponen penilaian lainnya. Salam Ari Warokka Dosen STIE YKPN Ph.D Student in Corporate Finance Universidad Autonoma de Madrid, Madrid - Spain Master Student in European Communities and European Union Real Instituto de Estudios Europeos, Zaragoza - Spain Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
