Note: forwarded message attached.
Regards,
Agus Darmawan
Flx: 021 700 69 443
GSM: 0815 922 7205
____________________________________________________________________________________
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
--- Begin Message ---
Note: forwarded message attached.
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell. --- Begin Message ---
Note: forwarded message attached.
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.--- Begin Message ---
"Nak, bangun... udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja..." Tradisi
ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini
usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang Karyawan disebuah Perusahaan
Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah. "Ibu
sayang... ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa."
pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun
ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru
kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama
ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa
Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang
fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel
yang kubaca .. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan
cenderung untuk bersikap kanak-kanak ..... tapi entahlah.... Niatku
ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak
akan pernah mengatakan apa-apa. Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya "Bu,
maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ?"
Kutatap
sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata Ibu
berkata, "Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu.
Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak
boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin
kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri" Ah, Ya Allah,
ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya
adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari
sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua
menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri
melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing. Diam-diam aku
bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku
sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika
itu kutanya pada Ibu. Ibu menjawab "Banyak sekali nak kebahagiaan yang
telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi
adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu.
Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu. Setelah
dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu
kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan
kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua." Lagi-lagi aku
hanya bisa berucap "Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit
sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika
Ibu menginginkan sesuatu." Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku
kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang
bias dilontarkan Ibuku untuk "cuti" dari pekerjaan rumah atau
menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Ibuku seorang yang
idealis. Menata
keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang
ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu
bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur
menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi... Ah,
maafin kami Ibu ... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat
Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ? "Nak... bangun nak, udah azan subuh ..
sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. " Kali
ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat
mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya
lekat-lekat dan kuucapkan "terimakasih Ibu, aku beruntung sekali
memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu...". Kulihat binar
itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini
milikmu, Ibu... Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa
menjabarkan arti kebahagiaan buat Dirimu.. Sahabat..
tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "aku
sayang padamu... ", namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk
menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai
karena Allah. Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai
kita ... Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada.
Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.
Wallaahua'lam "Ya
Allah,cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan
Ibu..." dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam
keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah
ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil" "Titip Ibuku ya Allah"(dari:
seorang sahabat.)
_________________________________________________________________
Did you know you can now customize your mailbox with different colours to suit
your mood with the new Windows Live Hotmail?
http://get.live.com/mail/features
--- End Message ---
--- End Message ---
--- End Message ---