----- Forwarded by Yuko Syahputra/Inalum on 08/22/2007 09:04 AM -----
                                                                                
                             
                      Firman Usman                                              
                             
                                               To:       Ade Buandra/[EMAIL 
PROTECTED], Ari Bowo/[EMAIL PROTECTED],  
                      05/15/2007 12:26          Arif Rahman Harahap/[EMAIL 
PROTECTED], Asnursyah/[EMAIL PROTECTED],  
                      PM                        Bambang Irawan/[EMAIL 
PROTECTED], Choky A Harahap/[EMAIL PROTECTED], 
                                                Edwin El Ammar/[EMAIL 
PROTECTED], Ferdy Rahadian/[EMAIL PROTECTED],  
                                                Ismadi YS/[EMAIL PROTECTED], 
Jeffri Iskandar/[EMAIL PROTECTED], Joko 
                                                Susilo/[EMAIL PROTECTED], 
Kusdarjanto/[EMAIL PROTECTED],             
                                                Kusnandar/[EMAIL PROTECTED], 
L.Jatmiko Nugroho/[EMAIL PROTECTED], M  
                                                Riza/[EMAIL PROTECTED], M 
Syafri/[EMAIL PROTECTED], Novana           
                                                L.Toruan/[EMAIL PROTECTED], 
Rainaldy Harahap/[EMAIL PROTECTED],      
                                                Ricky Gunawan/[EMAIL 
PROTECTED], Sampe Gultom/[EMAIL PROTECTED],     
                                                Teguh D. Pratomo/[EMAIL 
PROTECTED], Yuko Syahputra/[EMAIL PROTECTED] 
                                               cc:                              
                             
                                               Subject:  Bos Muda - Anak Buah 
Tua                            
                                                                                
                             



Semoga Bermanfaat
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 Bos Muda - Anak Buah Tua                                                   
                                                                            
                                                                            
 Hadapi  saja.  Tak  ada  yang  bertambah muda, semuanya ikut menua seiring 
 waktu.  Tak  terkecuali  di  kantor. Bila Anda termasuk yang beruntung dan 
 menempati posisi tinggi di perusahaan dalam usia dini, jangan girang dulu. 
 Ingat, istilah awet muda tak berlaku di arena kerja. Hal ini disadari oleh 
 Helda*,  28  tahun,  yang  baru  tiga  bulan  diangkat  jadi kepala divisi 
 marketing  di  sebuah  perusahaan  yang bergerak di bidang telekomunikasi. 
 "Kini  saya membawahi kira-kira tiga puluh orang, dan usia mereka beragam. 
 Bahkan,  ada beberapa anak buah yang berusia sepantaran ibu saya sendiri," 
 ungkapnya.  "Awalnya  saya  mengira  dengan  'titel'  kepala divisi mereka 
 otomatis  akan  manut dengan arahan yang saya berikan. Tapi lama-lama saya 
 merasakan  adanya  jurang  pemisah antara gaya kerja yang saya anut dengan 
 mereka  yang  sudah  'berumur'.  Seringkali,  hal  tersebut bikin beberapa 
 proyek dan target divisi saya sempat bermasalah."                          
                                                                            
                                                                            
 Masalah  perbedaan  generasi  di  kantor ini memang tak pernah lekang oleh 
 zaman.   Selalu   saja   ada   "perang"   antara  generasi-berikut  dengan 
 generasi-lama.  Keduanya  mungkin  memang berbagi landasan yang sama, tapi 
 dengan  pandangan yang sama sekali berbeda. Di saat pegawai yang lebih tua 
 melecehkan  kemampuan atasan-atasan muda baru dalam mengarahkan anak buah, 
 para  bos  muda justru heran kenapa para "lansia" itu tidak segera pensiun 
 saja.  Ini  masalah  klasik  yang juga menghinggapi Helda. "Kemampuan saya 
 seringkali  diremehkan  oleh  pegawai  yang  merasa  lebih  senior  karena 
 umurnya.  Mereka  menganggap saya anak ingusan yang belum paham soal dunia 
 kerja!" kisahnya kesal.                                                    
                                                                            
                                                                            
 Sebelum  merutuki anak buah "senior" Anda dan berharap mereka segera masuk 
 panti  jompo,  Anda perlu menyadari bahwa isu perbedaan generasi ini tidak 
 akan  pernah  ada habisnya jika tidak ditangani sedari awal. Terlebih bila 
 Anda  malah  antipati dan mematenkan anggapan bahwa mereka yang berjaya di 
 generasi  sebelumnya  itu  kuno,  tak  mungkin bisa belajar trik baru atau 
 sebentar  lagi  akan  tuli. Ingat, membiarkan "perang" itu semakin membara 
 sampai-sampai  jurang  tadi  kian menganga bisa mempertaruhkan karier Anda 
 sendiri.  Situasi sensitif ini butuh penanganan bijak sekaligus pengertian 
 luar biasa dari pandangan kedua belah generasi. Bila semua orang di kantor 
 bisa  mengenyampingkan  kehipersensitivan  masing-masing  soal  umur untuk 
 saling  bertukar  pendapat dan mengerjakan tugasnya, bekerja tak akan jadi 
 sesuatu  yang menyiksa secara lahir dan batin. Di sini Cosmo beri petunjuk 
 supaya  para  senior  yang  kedudukannya  di bawah Anda itu tak perlu lagi 
 merasa  setengah  hati  bekerja  untuk  seseorang  yang  lebih pantas jadi 
 anaknya.                                                                   
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 Kenapa Harus Defensif?                                                     
                                                                            
                                                                            
 Memang,  respon  ini  bisa  jadi  adalah  yang  paling  umum  keluar  saat 
 menghadapi  konflik  antar  generasi  di  tempat kerja. Terutama bila Anda 
 adalah  pihak  yang lebih muda. Namun, percaya deh, sifat ini tak membantu 
 sama sekali. Sebaliknya, Anda malah tampak lemah, tidak dewasa, dan paling 
 parah:   tidak   profesional.  Bila  kasusnya  memang  bawahan  menjadikan 
 perbedaan  usia  sebagai  alasan  untuk menghina performa kerja Anda, coba 
 untuk  pahami  dulu  dari  mana pernyataan itu bisa muncul. Kenapa ia bisa 
 berpendapat  demikian  dan  apa  yang  bisa Anda lakukan untuk memperbaiki 
 situasinya.  Lagipula,  Anda  kan  bosnya?  Akan sangat membantu bila Anda 
 tidak  menyamaratakan  semua  orang  yang  sudah berumur soal bekerja. Tak 
 semua  dari  mereka  itu  kolot,  anti  pada  perubahan,  kuno, dan kurang 
 berambisi.  Justru mereka adalah "gudang" ilmu dan contoh dari sifat tahan 
 banting.  Dengan  mengakui  kelebihan  positif mereka, bisa jadi Anda juga 
 tidak akan disamaratakan dengan generasi muda yang mereka anggap impulsif, 
 tak sabar, belum berpengalaman, dan kurang sensitif. Lama-lama mereka akan 
 membuka mata terhadap pandangan Anda yang lebih terbuka serta segar.       
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 Hindari Sikap Sok Tahu                                                     
                                                                            
                                                                            
 Semua sudah tahu bahwa bila ingin dihormati karyawan, Anda perlu melakukan 
 hal  yang sama terhadap mereka. Namun, bila Anda bersikap seakan-akan tahu 
 lebih  banyak  dari semua orang, respek itu jelas tidak akan muncul. Hanya 
 karena Anda seorang atasan bukan berarti Anda punya jawaban terhadap semua 
 pertanyaan.  Terkadang,  manajemen  yang  efektif  itu  adalah  tahu untuk 
 bertanya   kepada   siapa   untuk   mendapatkan  jawaban.  Daripada  tidak 
 mengacuhkan  pandangan  bawahan  Anda  yang  "senior",  lebih  baik selami 
 pengalaman  dan prestasi mereka. Bukan tak mungkin mereka justru memandang 
 Anda  sebagai  atasan  yang mau mendengarkan dan menghargai pendapat orang 
 lain.  Bila  ingin lebih canggih lagi, pertimbangkan para senior itu untuk 
 dijadikan  mentor  bagi  karyawan lain yang lebih muda. Bagaimanapun juga, 
 kalian  berkumpul  di  kantor  untuk  bekerja bersama-sama bukannya saling 
 lawan.                                                                     
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 Tanam Semangat Tim yang Kuat                                               
                                                                            
                                                                            
 Ajaibnya, semangat tim seringkali tak mengenal perbedaan usia. Tentu hanya 
 jika Anda membangun sebuah kelompok yang misinya adalah bekerja sama untuk 
 mencapai  satu  tujuan. Nah, sebagai pemimpin tim, tugas Anda adalah untuk 
 memotivasi  serta  menciptakan  lingkungan di mana semua orang bisa saling 
 belajar.  Perlakukan setiap anggota tim secara sama dan adil supaya muncul 
 gairah  dan  hasrat  untuk berpartisipasi di antara mereka. Satu cara lagi 
 yang  bisa  membantu  mewujudkan  hal  ini  adalah  berusaha  untuk saling 
 mengenal  sebagai  individu,  bukan  rekan  kerja  semata.  Hal  ini  bisa 
 menghindari  asumsi-asumsi  yang  seringkali muncul dalam sekelompok orang 
 yang bertemu setiap hari untuk bekerja. Awas, asumsi sama bahayanya dengan 
 berjalan dengan mata tertutup. Jadi, upayakan untuk saling mengenal antara 
 Anda  dengan  bawahan,  begitu juga di antara mereka. Dibutuhkan keinginan 
 untuk  belajar,  bukannya  pengalaman  bertahun-tahun  semata  supaya bisa 
 berwawasan luas.                                                           
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 Tetapkan Harapan Kerja                                                     
                                                                            
                                                                            
 Semua  orang  akan  bisa  bekerja lebih efektif bila mereka tahu betul apa 
 yang  diharapkan  dari mereka. Dengan fakta ini, Anda sebagai atasan harus 
 bisa  mengkomunikasikan  harapan-harapan  Anda  secara  jelas  dan  dengan 
 hormat. Di lain pihak, minta karyawan senior untuk melakukan hal yang sama 
 secara rutin. Hal ini bisa dilakukan bila Anda meyakinkan semua orang yang 
 bekerja  untuk  dan  bersama  Anda bahwa satu-satunya hal yang konstan itu 
 adalah  perubahan.  Begitu juga harapan perusahaan terhadap kinerja setiap 
 orang di kantor, yang penting, pekerjaan dilakukan sebaik mungkin. Setelah 
 itu,  tunjukkan pada mereka bagaimana menyelesaikan konflik secara terbuka 
 dan  jujur,  sesuatu  yang  mungkin belum bisa mereka biasakan. Minta juga 
 dari mereka untuk berinisiatif dan memikul tanggung jawab terhadap langkah 
 karier dan keputusan kerja yang mereka ambil di dalam perusahaan.          
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 Bicara Dalam Satu Bahasa                                                   
                                                                            
                                                                            
 Bersikap  inclusive  sangatlah  penting,  terutama  soal  teknologi. Hanya 
 karena  para  karyawan  dari  zaman  baheula masih ingat masa-masa sebelum 
 adanya   komputer   bukan  berarti  mereka  dibebaskan  untuk  mempelajari 
 teknologi  terkini. Pastikan semua anak buah Anda diberi pelatihan tentang 
 software  baru  dan  peralatan  kantor  canggih. Juga tekankan pada setiap 
 bawahan untuk berpartisipasi dalam pelatihan dan pengembangan diri. Jangan 
 pernah  biarkan  seorang bawahan untuk diberi izin tak mengikutinya dengan 
 alasan  mereka "sudah terlalu tua". Karena bila Anda benar-benar ingin tim 
 kerja  di kantor menggapai sukses, Anda perlu membangun pengertian bersama 
 berdasarkan  nilai-nilai  yang  dianut  perusahaan. Untuk mengawalinya, ya 
 melalui bahasa yang sama. Mau itu soal teknologi atau gaya komunikasi.     
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 Hargai Perbedaan                                                           
                                                                            
                                                                            
 Pengalaman dan proses belajar yang berbeda menghasilkan beragam perspektif 
 yang  berlainan  pula.  Namun  hal  ini tak perlu jadi kerikil tajam untuk 
 berurusan  dengan  karyawan  yang  lebih  tua.  Sebaliknya,  mereka justru 
 menyuguhkan  pandangan  yang  lebih  luas  dan pengamatan mendalam tentang 
 situasi  apapun.  Ingat,  walau  ide-ide  segar  dan semangat kerja tinggi 
 penting  untuk  dijaga  tetap  hidup,  kedua hal itu perlu didukung dengan 
 pengalaman  dari  mereka  yang  telah  mencicipi  pahit  manis  pekerjaan. 
 Fleksibel  sajalah  terhadap perbedaan usia yang memang mau tak mau selalu 
 ada  di  kantor. Cara paling mudah untuk mulai bersikap seperti itu adalah 
 menjaga  sense of humor Anda. Percaya atau tidak, tawa adalah alat terbaik 
 untuk  menjembatani  perbedaan  apapun. Tak terkecuali gap antar generasi. 
 Jadi,  pastikan  Anda masih bisa mengulum senyum, bahkan di situasi paling 
 buruk   sekalipun.  Terlebih  bila  suatu  hari  nanti  justru  Anda  yang 
 dilangkahi anak ingusan itu saat memperebutkan promosi                     
                                                                            
                                                                            
                                                                            




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke