Kesimpulan hasil diskusi rekan-rekan HAAJ (Himpunan Astronomy Amatir Jakarta)
Oleh : Bp. Mutoha
Dengan kondisi yang sekarang, bisa disimpulkan Insya'
Allah untuk tahun 1428 H (alias 2007 CE) ini memang
puasa Ramadhan diawali pada hari yang sama di
Indonesia (Tanggal 13 September 2007). Namun untuk Idul Fitri-nya, berbeda.
Muhammadiyah (dan kemungkinan Persis) mendului satu
hari karena memang kriteria wujudul hilaal
menyimpulkan seperti itu (12 Oktober 2007).
Perbedaan semacam ini sebenarnya bukan pada soal pake
hisab (hitungan astronomis) atau rukyat (pengamatan
astronomis). Namun lebih pada belum adanya definisi
bersama tentang "hilaal". Dan ini bukan hanya dialami
Indonesia, namun juga negara2 dan komunitas2 muslim
lainnya di dunia. Memang secara bahasa "hilaal" itu
bermakna Bulan sabit terkecil/termuda. Namun jika
ditanyakan lebih lanjut Bulan sabit termuda seperti
apa yang memenuhi persyaratan agar bisa disebut
hilaal, ini yang masih belum jelas
definisinya.
Di Indonesia, kalo ditanyakan pada Muhammadiyah,
Persis dll yang menggunakan kriteria wujudul hilaal,
yang disebut "hilaal" itu ya "Bulan baru yang sudah
terkejar oleh Matahari pada saat sunset, setelah
konjungsi terjadi", jika merujuk pada penjelasan pak
Oman Fathurrahman (dan saya ringkas). Dalam bahasa
astronomi, kondisi ini terjadi ketika moonset time -
sunset time melebihi nol menit. Kriteria ini tidak
mempersoalkan apakah hilaal itu sudah bisa dilihat
mata (baik yang naked eye maupun pake alat optik) atau
tidak.
Sementara jika ditanyakan ke NU, yang disebut "hilaal"
itu ya imkan rukyat itu, "Bulan sabit yang mungkin
sudah bisa dilihat dengan mata/teleskop" dan secara
luas dikenal "aturan" asalkan tinggi Bulan pada saat
sunset sudah melebihi 2 derajat, maka hilaal dianggap
sudah bisa dilihat. Dilihat pake apa? Para kyai itu
sudah memperbolehkan penggunaan teleskop, meski
memang
ada beberapa tempat yang masih mengharuskan mengamati
dengan mata bugil bener2, merujuk pada pendapat bahwa
penggunaan teleskop itu Takalluf
(menyusahkan/ memberatkan) .
Dan jika ditanyakan pada komunitas2 lain, ada juga
yang njawab "hilaal" itu ya ngikut keputusannya Saudi
Arabia, apapun itu, tanpa perlu merasa menelisik lebih
jauh mengenai bagaimana sistem yang digunakan di Saudi
Arabia dalam masalah penentuan awal bulan suci, yang
berbasis Umm al-Qura Calendar.
Jika ditanyakan pada para ahli di LAPAN, misalnya,
"hilaal" itu akan dijawab sebagai Bulan sabit yang
memenuhi kriteria LAPAN, yakni yang memenuhi
pertidaksamaan aD > 0,14 A*A - 1,83 A + 9,11 (aD =
selisih altitude Bulan-Matahari saat sunset, A =
selisih azimuth Bulan-Matahari saat sunset). Ada juga
yang disebut "hilaal persatuan" yakni Bulan sabit muda
yang fase minimalnya 1 %.
Pemilihan definisi itu juga ada
alasannya sendiri2.
Muhammadiyah misalnya, mereka memilih kriteria wujudul
hilaal karena sifatnya yang lebih pasti sehingga awal
bulan suci bisa diprediksikan jauh2 hari sebelumnya,
sama seperti memprediksikan jadwal waktu shalat untuk
dua tahun ke depan, misalnya. Sejauh yang bisa saya
tangkap, dalam beberapa diskusi Muhammadiyah tidak
berkeberatan untuk meninggalkan kriteria wujudul
hilaal asalkan kriteria baru yang akan dipakainya itu
nanti memang benar2 teruji secara ilmiah, benar2 valid
dan reliable. Inilah persoalannya, karena imkan rukyat
yang digunakan secara luas itu (baik oleh NU, Depag,
bahkan di tingkat Asia Tenggara dengan MABIMS-nya)
memang tidak reliable. Terlihatnya hilaal ketika
tinggi minimum Bulan = 2 derajat hanya terjadi sekali
yakni pada 16 September 1974, yang teramati dari tiga
titik pengamatan sekaligus yakni 2 di Jakarta dan 1 di
Parangtritis (lihat selengkapnya di Djamaluddin.
2000.
Re-evaluation of Hilaal Visibility in Indonesia).
Kebetulan sekali pada saat itu konfigurasi Bulan dan
Matahari adalah demikian rupa sehingga elongasi Bulan
= 6,8 derajat, yang berdekatan sekali dengan nilai
Danjon Limit (6,4 derajat menurut Odeh 2006, terjadi
pada titik observasi setinggi 4.000 m dpl). Kondisi
ini belum pernah berulang. Kalopun pada 6 November
1972 dan 4 Agustus 1978 dilaporkan hilaal juga
teramati ketika tinggi Bulan = 2 derajat, klaim ini
tidak bisa diterima karena nilai elongasi Bulan saat
itu dibawah Danjon Limit.
Sementara di tubuh NU sendiri, meski secara tradisi
selalu melakukan rukyat menjelang bulan suci, namun
rukyat-terpandu- hisab ini merujuk pada hisab berdasar
kitab2 falak tempo dulu yang akurasinya tidaklah
sebaik algoritma astronomi modern seperti yang
misalnya dikembangkan Jean Meeus. Kasus ini dapat kita
lihat di tahun 2006 lalu, saat menentukan Idul
Fitri.
NU Jawa Timur memutuskan mendului berhari raya karena
hitung2an dengan kitab itu menunjukkan tinggi Bulan
sudah 3 - 4 derajat saat sunset dan rukyat dari
Bangkalan juga mengklaim berhasil melihat hilaal,
sementara menurut algoritma modern tinggi Bulan saat
itu belum sampai 2 derajat. Para perukyat di tubuh NU
juga harus diakui hanya menjalankan tugasnya 3 kali
saja dalam setahun Hijriyyah, sehingga pemahaman
beliau2 tentang bentuk dan sifat fisik hilaal boleh
dikata masih minim, apalagi jika dikaitkan dengan
keberadaan benda langit lain seperti Venus. Kasus
menarik terjadi pada 1992 silam, ketika 3 santri muda
dari Cakung mengklaim sudah melihat hilaal, yang
nampak sebagai titik cahaya di horizon barat. Hilaal
berbentuk titik memang dimungkinkan ketika elongasi
Bulan berdekatan dengan danjon Limit, namun setelah
dicek ulang ternyata yang mereka lihat itu kemungkinan
besar adalah Venus.
Apakah kondisinya akan begini terus?
Saya pikir tidak. Pasca kejadian tahun kemarin, NU
sudah memutuskan untuk mensertifikasi para
perukyat-nya sembari melakukan pelatihan. Sementara
Muhammadiyah, pada tahun ini, juga sudah mulai
menyelenggarakan pelatihan hisab dan rukyat, meski
secara organisatoris kriteria wujudul hilaal masih
tetap dipegang. Lembaga2 pendidikan di lingkungan
Muhammadiyah belakangan juga mulai getol mengamati
langit. Saya pikir perkembangan2 ini cukup positif.
Memang untuk menuju definisi tunggal akan hilaal
sepertinya masih lama. Kalo organisasi2 lain, saya
belum paham.
For ideas on reducing your carbon footprint visit Yahoo! For Good this month.
__._,_.___
Messages in this topic (1)
Reply (via web post)
|
Start a new topic
Messages
http://miliscosmo.multiply.com
add : [EMAIL PROTECTED]
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch
format to Traditional
Visit Your Group
|
Yahoo! Groups Terms of Use |
Unsubscribe
Recent Activity
1
New Members
Visit Your Group
Yahoo! Finance
It's Now Personal
Guides, news,
advice & more.
Official Samsung
Yahoo! Group for
supporting your
HDTVs and devices.
Yoga Resources
on Yahoo! Groups
Take the stress
out of your life.
.
__,_._,___
<!--
#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->
<!--
#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->
<!--
#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}
#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}
#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->
____________________________________________________________________________________
Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the
tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---