> From: [EMAIL PROTECTED] id
> To: ;
> Subject: Fw: Sharing Story
> Date: Tue, 25 Sep 2007 21:04:17 +0700
>
> Dear Friends,
>
>
> Bersama ini, saya ingin berbagi cerita dengan
> teman-teman semua tentang pengalaman salah satu
> atasan saya, dimana saya telah 2 tahun lebih bekerja
> sebagai sekretaris beliau.
>
> Mungkin banyak di antara kita yang pernah
> mendapatkan forward email mengenai bahaya pemakaian
> HP, mulai dari bisa menyebabkan kanker, bisa bikin
> telor jadi mateng, bisa bikin kebakaran di pompa
> bensin, dsb.dsb.
>
> Sebelumnya, saya juga telah sering mendapatkan
> email-email serupa tapi tidak pernah saya tanggapi
> dengan serius, sampai kejadian tersebut benar-benar
> menimpa atasan saya.
>
> Saya mengenal beliau sebagai pekerja atau istilah
> ker enny a 'businessman' yang workaholic & seperti
> rata-rata orang urban lainnya, beliau tidak menganut
> gaya hidup sehat dengan berbagai alasan.
>
> Yang saya tahu beliau sering telat makan, penggila
> kopi & perokok berat, yang dalam sehari bisa
> menghabiskan 1-2 pak rokok & 8 cangkir kopi.
>
> Kopi-nya pun bukan sembarang kopi, melainkan biji
> kopi segar yg dihaluskan kemudian diseduh/di proses
> di coffee maker.
>
> Anway, sekitar 3 minggu yang lalu beliau mengeluh
> sakit. Awalnya kami semua mengira beliau hanya sakit
> flu biasa karena kebetulan cuaca di Bali sangat
> tidak bisa ditebak, kadang panas & lembab, kadang
> sangat dingin & kering.
>
> Tetapi tidak lama setelah itu beliau di diagnosa
> menderita tumor otak & harus segera menjalani
> operasi pengangkatan tumor di RS. Mt. Eli zabeth ,
> Singapore .
>
> Tentu saja kami semua sangat shock mendengarnya
> karena tidak menyangka dalam tempo secepat itu,
> tanpa tanda-tanda yg signifikan, tiba-tiba
> diagnosa-nya adalah tumor otak, stadium 4 pula.
>
> Akhirnya setelah menjalani operasi selama 8 jam &
> 3 minggu perawatan, beliau diperboleh pulang ke
> Indonesia .
>
> Atasan saya itu masih termasuk beruntung karena
> selain tumor tersebut tidak mengenai bagian vital
> dari otak sehingga tidak mengganggu saraf motorik,
> mempengaruhi daya pikir/ingat, juga karena beliau
> punya cukup biaya untuk bisa mencari pengobatan
> terbaik.
>
> Tapi pengobatan tidak selesai sampai disini,
> karena setelah ini beliau harus berangkat ke
> Australia untuk menjalani radiotherapy guna
> menuntaskan sel-sel kanker/tumor yang tidak bisa di
> ambil melalui operasi.
>
> Kemungkinan besar, perawatan radiotherapy tersebut
> akan membuat beliau mengalami kebotakan permanen &
> ketulian di telinga sebelah kanan (letak tumor
> berada di kepala bagian kanan dekat telinga).
>
> Kemarin kami semua mendapat kesempatan bertemu
> dengan istri beliau & dari sang istri kami
> mendapatkan cerita yang bagi kami cukup mengejutkan.
>
> Menurut sang istri, suaminya (bos kami itu) 3
> minggu sebelum terdiagnosa tumor otak, mengalami
> sakit kepala berkepanjangan. Karena ketidak-tahuan,
> sakit kepala tersebut diatasi dengan minum obat
> sakit kepala biasa yang bisa dibeli di apotik/toko.
>
> Akan tetapi sakit kepala tersebut tidak kunjung
> reda & akhirnya setelah 3 minggu, bos saya tersebut
> memutuskan untuk memeriksakan diri ke RS, sampai
> akhirnya diketahui sumbernya adalah karena adanya
> tumor di otak.
>
> Dari pembicaraan antara sang istri & dokter
> spesialis di Mt. Eli zabeth , Singapore , diketahui
> kalau penyebab utama munculnya penyakit tersebut
> adalah karena penggunaan telephone genggam
> (handphone) dalam frekwensi yang tinggi.
>
> Memang bos saya itu, karena mobilitas yang tinggi,
> sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari laptop & HP.
>
> Tapi kami tidak pernah menyangka kalau itu akan
> sangat berpengaruh pada kesehatan.
>
> Jadi menurut dokter spesialis tersebut, gaya hidup
> yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi makanan
> olahan (sosis, daging asap, dll), jarang olah raga,
> dll menyebabkan seorang rentan terhadap penyakit.
>
> Dan apabila tubuh sudah berada dalam kondisi
> rentan, di picu oleh gelombang/radiasi atau apalah
> itu namanya yang dihasilkan oleh HP & sejenis, maka
> akan dengan sangat cepat muncul / tumbuh sel-sel
> tumor/ kanker.
>
> Saya pribadi sangat kaget mendengar ini, terutama
> karena seperti hal-nya bos saya, saya juga tidak
> menganut gaya hidup sehat (maklum anak kos) dengan
> frekuensi penggunaan HP yang cukup tinggi, yang
> dalam hal ini dimudahkan dengan banyaknya program2
> menelepon murah, freetalk, bonus bicara, dll.
>
> Saya berbagi cerita ini karena ingin mengajak
> teman-teman semua, untuk lebih aware & lebih
> berhati-hati terhadap gaya hidup kita sendiri.
>
> Kemajuan jaman & teknologi serta
> kemudahan-kemudahan yang ditawarkannya, belum tentu
> akan membuat hidup kita jadi lebih baik / lebih
> sehat apabila kita tidak berhati-hati.
>
> Menurut saran dari dokter spesialis yang merawat
> bos saya, ada beberapa hal yang perlu kita ikuti :
>
> 1.. Mulailah hidup sehat, stop konsumsi makanan
> olahan, yang mengandung bahan pengawet, MSG, dll.
> 2.. Kurangi atau sama sekali berhenti merokok.
> 3.. Jangan meremehkan penyakit-penyakit ringan,
> apabila sudah lebih dari 1 minggu, sebaiknya
> diperiksakan ke dokter.
> 4.. Apabila menggunakan HP, gunakan
> earphone/handsfree atau gunakan pesawat telephone
> rumah apabila hendak mengobrol lama.
> 5.. Jangan mengantongi HP di saku yang itu-itu
> saja setiap hari, lebih baik beli dompet/kantung
> untuk menyimpan HP hingga HP tidak menempel langsung
> di badan.
>
> Semoga cerita ini bermanfaat.
>
>
>
>
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites.
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---