Masalahnya bukan pemindahan ibukota politik or ibukota lain2nya ke luar kota 
non Jakarta. Menurut saya 8055, yang justru harus dipindah tuh orang2nya n 
diganti dengan orang2 siapapun yang mempunyai sistem n mw menerapkan or 
memberdayakan sistem bukan memperdayakan sistem. Niscaya, Indonesia or Jakarta 
akan lebih baik lagi sehingga kita bisa menapak hari esok yang lebih baik di 
Indonesia kita.

Salam,
Rudy Badrudin (GPS 332)
  ----- Original Message ----- 
  From: Wing Wahyu Winarno 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Saturday, November 17, 2007 1:12 AM
  Subject: [STIE YKPN Mailing List] Perlukah ibukota politik dipisah dari 
ibukota perekonomian?


  Teman-teman,

  Menurut berbagai berita akhir2 ini, Jakarta semakin macet lalu lintasnya, 
semakin mudah banjir, dan sekarang ditambah lagi semakin mudah tertimpa pohon. 
Semua orang bingung bagaimana membuat Jakarta nyaman. Gubernur (baru) 
mengatakan sudah berjuang maksimal dengan mengeruk sungai-sungai dan situ-situ, 
mempercepat penyelesaian banjir kanal timur, dan menyelesaikan pembangunan 
busway (yang oleh banyak orang justru dituding sebagai biang kerok kemacetan). 
Benarkah itu jalan keluarnya?

  Saya melihatnya lain. Jakarta menjadi macet dan sumpek karena sebagian besar 
uang di negeri ini beredar di sana. Proyek-proyek besar ada di sana. Tak ayal 
lagi, banyak kepala daerah yang bergentayangan di Jakarta. Mengapa? Konon 
mereka harus bertemu dengan para Calo Anggaran. Memang para wakil rakyat kita 
di DPR marah besar ketika ada yang menuduh di sana banyak calo, namun 
kenyataannya, mengapa banyak penguasa daerah ramai-ramai punya rumah dan kantor 
di Jakarta, kalau tidak untuk bernego dengan para calo ini? Mengapa pula 
Menteri Pertahanan kita sempat menuduh ada calo (meskipun sudah mencabut 
kembali ucapannya)? Segegabah itukah seorang Menteri melontarkan kekesalannya?

  Menurut saya, sudah saatnya ibukota Jakarta dikurangi bebannya. Biarlah 
Jakarta menjadi ibukota politik saja, sementara ibukota perekonomian, ibukota 
kesenian, ibu kota teknologi, ibukota pendidikan, ibukota penerbangan angkasa 
luar, dipindahkan ke kota lain. Biarlah kota lain ikut-ikutan menjadi 
"penggerak roda pembangunan". Kalau ini kita sepakati bersama, maka, saya 
yakin, tanpa memperluas dan memperlebar jalan-jalan di Jakarta pun, kemacetan 
lalu lintas akan hilang. Kemakmuran yang selama ini berpusat di Jakarta, juga 
akan menyebar ke berbagai daerah.

  Bila sedang tidak sibuk, cobalah baca ide saya di 
http://maswing.wordpress.com yang baru saja saya posting. Saya tunggu komentar 
dan saran Anda. Terima kasih sebelumnya.

  Wing Wahyu Winarno
  Menetap di Yogya dan sering tinggal di Jakarta


  

  No virus found in this outgoing message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.33/1133 - Release Date: 11/15/2007 
8:57 PM




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke