Nimbrung nih...
.....Biarlah Jakarta menjadi ibukota politik saja, sementara ibukota
perekonomian, ibukota kesenian, ibu kota teknologi, ibukota pendidikan, ibukota
penerbangan angkasa luar, dipindahkan ke kota lain....
Misalnya Yogyakarta untuk ibu kota kesenian, ibu kota teknologi, ibukota
pendidikan, ibukota
penerbangan angkasa luar, dan Solo untuk ibukota
perekonomian aja tidak apa2...
Tapi yang perlu dipikirkan akomodasinya...
Wah tulisanku ikut jadi biru nih... he..he...
Salam,
Hendrarto
----- Pesan Asli ----
Dari: Wing Wahyu Winarno <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Sabtu, 17 November, 2007 1:12:07
Topik: [STIE YKPN Mailing List] Perlukah ibukota politik dipisah dari ibukota
perekonomian?
Teman-teman,
Menurut berbagai berita akhir2 ini, Jakarta semakin
macet lalu lintasnya, semakin mudah banjir, dan sekarang ditambah lagi semakin
mudah tertimpa pohon. Semua orang bingung bagaimana membuat Jakarta nyaman.
Gubernur (baru) mengatakan sudah berjuang maksimal dengan mengeruk
sungai-sungai
dan situ-situ, mempercepat penyelesaian banjir kanal timur, dan menyelesaikan
pembangunan busway (yang oleh banyak orang justru dituding sebagai biang kerok
kemacetan). Benarkah itu jalan keluarnya?
Saya
melihatnya lain. Jakarta menjadi macet dan sumpek karena sebagian besar uang di
negeri ini beredar di sana. Proyek-proyek besar ada di sana. Tak ayal lagi,
banyak kepala daerah yang bergentayangan di Jakarta. Mengapa? Konon mereka
harus
bertemu dengan para Calo Anggaran. Memang para wakil rakyat kita di DPR marah
besar ketika ada yang menuduh di sana banyak calo, namun kenyataannya, mengapa
banyak penguasa daerah ramai-ramai punya rumah dan kantor di Jakarta, kalau
tidak untuk bernego dengan para calo ini? Mengapa pula Menteri Pertahanan kita
sempat menuduh ada calo (meskipun sudah mencabut kembali ucapannya)? Segegabah
itukah seorang Menteri melontarkan kekesalannya?
Menurut saya, sudah saatnya ibukota Jakarta dikurangi
bebannya. Biarlah Jakarta menjadi ibukota politik saja, sementara ibukota
perekonomian, ibukota kesenian, ibu kota teknologi, ibukota pendidikan, ibukota
penerbangan angkasa luar, dipindahkan ke kota lain. Biarlah kota lain
ikut-ikutan menjadi "penggerak roda pembangunan". Kalau ini kita sepakati
bersama, maka, saya yakin, tanpa memperluas dan memperlebar jalan-jalan di
Jakarta pun, kemacetan lalu lintas akan hilang. Kemakmuran yang selama ini
berpusat di Jakarta, juga akan menyebar ke berbagai daerah.
Bila
sedang tidak sibuk, cobalah baca ide saya di http://maswing.wordpress.com yang
baru saja saya posting. Saya tunggu komentar dan saran Anda. Terima kasih
sebelumnya.
Wing
Wahyu Winarno
Menetap di Yogya dan sering tinggal di
Jakarta
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.33/1133 - Release Date: 11/15/2007
8:57 PM
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---