kayaknya ada yang kelewat nih... he..he...
 
       

----- Pesan Asli ----
Dari: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 20 November, 2007 8:16:05
Topik: [STIE YKPN Mailing List] Bls: [STIE YKPN Mailing List] Perlukah ibukota 
politik dipisah dari ibukota perekonomian?

Nimbrung nih...

.....Biarlah Jakarta menjadi ibukota politik saja, sementara ibukota 
perekonomian, ibukota kesenian, ibu kota teknologi, ibukota pendidikan, ibukota 
penerbangan angkasa luar, dipindahkan ke kota lain....

Misalnya Yogyakarta untuk ibu kota kesenian, ibu kota teknologi, ibukota 
pendidikan, ibukota 
penerbangan angkasa luar, dan Solo untuk ibukota 
perekonomian aja tidak apa2...
Tapi yang perlu dipikirkan akomodasinya... 

Wah tulisanku ikut jadi biru nih... he..he...


Salam,


Hendrarto
 
       

----- Pesan Asli ----
Dari: Wing Wahyu Winarno <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Sabtu, 17 November, 2007 1:12:07
Topik: [STIE YKPN Mailing List] Perlukah ibukota politik dipisah dari ibukota 
perekonomian?



 



Teman-teman,

 

Menurut berbagai berita akhir2 ini, Jakarta semakin 
macet lalu lintasnya, semakin mudah banjir, dan sekarang ditambah lagi semakin 
mudah tertimpa pohon. Semua orang bingung bagaimana membuat Jakarta nyaman. 
Gubernur (baru) mengatakan sudah berjuang maksimal dengan mengeruk 
sungai-sungai 
dan situ-situ, mempercepat penyelesaian banjir kanal timur, dan menyelesaikan 
pembangunan busway (yang oleh banyak orang justru dituding sebagai biang kerok 
kemacetan). Benarkah itu jalan keluarnya?

 

Saya 
melihatnya lain. Jakarta menjadi macet dan sumpek karena sebagian besar uang di 
negeri ini beredar di sana. Proyek-proyek besar ada di sana. Tak ayal lagi, 
banyak kepala daerah yang bergentayangan di Jakarta. Mengapa? Konon mereka 
harus 
bertemu dengan para Calo Anggaran. Memang para wakil rakyat kita di DPR marah 
besar ketika ada yang menuduh di sana banyak calo, namun kenyataannya, mengapa 
banyak penguasa daerah ramai-ramai punya rumah dan kantor di Jakarta, kalau 
tidak untuk bernego dengan para calo ini? Mengapa pula Menteri Pertahanan kita 
sempat menuduh ada calo (meskipun sudah mencabut kembali ucapannya)? Segegabah 
itukah seorang Menteri melontarkan kekesalannya?

 

Menurut saya, sudah saatnya ibukota Jakarta dikurangi 
bebannya. Biarlah Jakarta menjadi ibukota politik saja, sementara ibukota 
perekonomian, ibukota kesenian, ibu kota teknologi, ibukota pendidikan, ibukota 
penerbangan angkasa luar, dipindahkan ke kota lain. Biarlah kota lain 
ikut-ikutan menjadi "penggerak roda pembangunan". Kalau ini kita sepakati 
bersama, maka, saya yakin, tanpa memperluas dan memperlebar jalan-jalan di 
Jakarta pun, kemacetan lalu lintas akan hilang. Kemakmuran yang selama ini 
berpusat di Jakarta, juga akan menyebar ke berbagai daerah.

 

Bila 
sedang tidak sibuk, cobalah baca ide saya di http://maswing.wordpress.com yang 
baru saja saya posting. Saya tunggu komentar dan saran Anda. Terima kasih 
sebelumnya.

 

Wing 
Wahyu Winarno

Menetap di Yogya dan sering tinggal di 
Jakarta

 





No virus found in this outgoing message.

Checked by AVG Free Edition.

Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.33/1133 - Release Date: 11/15/2007 
8:57 PM

 












      Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!










      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke