SELAMAT TAHUN BARU CHINA
Sering kita mendengar beragam ucapan "Selamat Tahun Baru".
Ada yang mengucapkan Kiong Hie, Sin Chun Kiong Hie, Gong Hey Fat Choy, hingga
Gong Xi Fa Cai.
UCAPAN yang terakhir ini paling banyak ditemui, termasuk dalam bentuk
bentangan spanduk kecil berhuruf kuning emas di atas warna dasar merah.
Berbagai ucapan tersebut ujung-ujungnya adalah ritual pemberian uang dalam
amplop merah (hong bao, dalam bahasa Mandarin) atau lebih populer disebut ang
pao (dari bahasa Fujian-Hokkian).
Jika tak mau ambil pusing, anak-anak dan remaja pada umumnya cukup
mengepalkan kedua tangan menjadi satu kesatuan di hadapan sanak keluarga atau
orang yang dituakan sambil mengucap "Kiong Hie" dengan rasa hormat dan ditambah
senyuman wajah ceria.
Selanjutnya menunggu amplop, habis perkara! Namun, sejauh ini ungkapan
selamat tahun baru dalam bahasa Mandarin yang baik dan benar tidak diketahui
secara persis di Indonesia.
Apalagi, mengingat dialek sejumlah suku di komunitas Cina sering kali lebih
dominan digunakan oleh para penutur tradisional.
Secara umum, masyarakat kerap menyamaratakan komunitas Cina sebagai satu
kesatuan etnis, yakni Tionghoa.
Padahal, di sejumlah daerah seperti Pontianak, Bangka, Medan, Jakarta,
Semarang, Surabaya, Makassar, hingga Jayapura terdapat perbedaan kelompok suku
dalam masyarakat Tionghoa, berikut dialek khas yang mereka miliki.
Dialek ini sungguh berbeda dengan penulisan bahasa Mandarin baku yang
digunakan secara internasional (Han Yu Pin Yin).
Generasi tua masyarakat Tionghoa totok di Indonesia umumnya mengenal dialek
suku mereka masing-masing, tetapi mereka tidak memahami Han Yu Pin Yin.
Alhasil, tidak ada keseragaman kata seperti halnya dalam pengucapan "Selamat
Tahun Baru".
Sebagai contoh di Medan, Sumatera Utara, komunitas Cina didominasi oleh suku
Fujian (Hokkian), di Pontianak berkembang komunitas Ke Jia (Khe atau Hakka) dan
Chao Zhou (Tio Chiu).
Di Bangka Belitung, eksistensi kedua suku ini sangat terasa.
Bahkan, dialek Ke Jia menjadi bahasa pergaulan masyarakat di sejumlah tempat
di Pulau Bangka dan Belitung.
Sementara di Makassar didominasi warga Tionghoa suku Fujian seperti di
Semarang dan Surabaya.
Selain itu, ada pula kelompok etnis lain seperti suku Hai Nan (asal Pulau
Hainan), Shan Dong (Shantung), dan sejumlah kelompok pendatang lain dari
daratan Cina sebelah utara.
Namun, jumlah mereka tidaklah signifikan di Indonesia, berbeda dengan
Malaysia dan Singapura yang memiliki komposisi suku Tionghoa yang lebih
bervariasi.
Keragaman ini masih ditambah lagi adanya spesialisasi profesi di antara
kelompok suku Tionghoa.
Ambillah contoh suku Hai Nan di Kalimantan Timur. Umumnya, mereka membuka
kedai kopi. Kedai kopi ini merupakan bentuk imitasi cha guan (kedai teh) di
daratan Cina tempat orang menikmati dian xin (dim sum).
Sementara, Suku Fujian dikenal bekerja sebagai pedagang eceran. Ini merupakan
salah satu contoh kebinekaan komunitas Cina.
KERAGAMAN tutur bahasa suku-suku tersebut berdampak pada ucapan Imlek yang
beragam. Semisal ucapan "Kiong Hie" berasal dari lafal Fujian yang kurang lebih
berarti Gong Xi (baca: kung si) dalam ejaan Han Yu Pin Yin.
Ada pula ucapan "Sin Chun Kiong Hie" juga berasal dari dialek Fujian yang
dalam Mandarin disebut Xin Chun Gong Xi, Selamat Musim Semi.
Sedangkan, warga Guang Dong (baca Kwang Tung) memiliki ucapan tahun baru
"Gong Hey Fat Choy" yang mirip dengan pelafalan Mandarin.
Namun, ucapan selamat tahun baru dalam bahasa Mandarin resmi adalah "Gong Xi
Fa Cai" (baca: Kung Si Fa Cai).
Ejaan versi Han Yu Pin Yin ini telah diadaptasi secara internasional dari
Beijing, Singapura, Vancouver, hingga ke London, sistem romanisasi pelafalan
Mandarin resmi ini telah dikenal secara luas.
Namun, seperti sebuah iklan minuman ringan, mungkin kita bisa berkata:
"Apa pun ucapannya yang penting adalah maknanya"
Bagi yang akan merayakan terucap kata "Gong Xi Fa Cai 2559",
Selamat Sukses di Tahun yang Baru ya......
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---