salam hangat...

menanggapi beberapa alumni yang prihatin akan kondisi alumni yang
tidak dapat bersaing di perusahaan di Jakarta saat ini, ijinkan saya
ikut berdialektika dalam diskusi ini:
kasus:
•       Lulusan STIE YKPN makin sedikit

Lulusan STIE YKPN semakin sedikit jelas karena input yang masuk
sedikit dan yang keluar lebih banyak.

Hitung2an diatas kertas seandainya kabar terakhir yang saya dengar,
rata-rata mahasiswa yang daftar beberapa tahun ini sekitar 300an dan
yang keluar alias wisuda tiap tahunnya sekitar 800-1000an (2 X periode
wisuda).

so, dengan data ini para alumni Akuntansi akan dapat menghitung berapa
tahun lagi umur ekonomis STIE YKPN?

jadi inget waktu kuliahnya pak Irfan Reza, beliau pernah bilang kalau
tidak cepat berbenah beberapa tahun kedepan STIE YKPN jadi sekolah
privat yang isinya segelintir mahasiswa aja.

•       . Mahasiswa yang mendaftar juga makin sedikit
Mahasiswa yang mendaftar sedikit karena kurangnya informasi ataupun
publikasi ke masyarakat secara umum kalaupun seandainya sudah ber-
iklan ria, ada kemungkinan tidak tepat sasaran. Saya melihat publikasi
yang dilakukan YKPN kurang mengena sesuai dengan karakter YKPN. Selama
ini  nilai tawar YKPN yang diberikan ke calon mahasiswa dalam beriklan
secara garis besar adalah:
1.      memiliki fasilitas yang lengkap
2.      dosen2 yang kompeten
menurut hemat saya memang tidak ada salahnya elemen2 tersebut
dimasukkan dalam berpromosi, tetapi pada saat ini konsumen atau calon
mahasiswa semakin cerdas. calon klien tidak hanya mencari fungsi utama
dari sebuah produk tetapi apa value added dari produk tersebut

sederhananya kenapa ada orang  lebih memilih memakai HP N-series yang
harganya diatas langit padahal fungsi utama HP adalah sekedar buat
komunikasi, sms atawa Telpon

pasti diantara kita ada yang menjawab, kan kebutuhan, buat ini... buat
itu...

nah loh, dari sini bisa kita tarik kesimpulan bahwa pada saat mencari
kampus seorang mahasiwa tidak hanya mencari pengajar yang handal
ataupun fasilitas VIP, seperti halnya fungsi HP tadi

tetapi apa nilai lebih dari kampus tersebut???

Saya pernah discuss dengan Pak Dody bahwa YKPN akan di bentuk seperti
UGM sebagai kampus riset, saya pribadi kurang sependapat karena
karakter YKPN lebih cocok kearah kampus enterpreneur seperti halnya di
ITB inkubator bisnisnya

kenapa tidak cocok sebagai kampus riset, Kalau di UGM wajar saja
karena mungkin semua dosen disana melakukan riset, sedangkan YKPN???

bukti dilapangan, banyak alumni YKPN yang sukses sebagai wirausahawan,
setahu saya
•       mas oge dengan own cafe-nya di Jogja
•       anak2 ukm fotografi dengan fresco-nya di Jogja
•       mr. gabrul dengan studio foto wisesa-nya di Jogja
•       mr. antho dengan oreka designnya di Bandung
•       mr. chandra dengan bikin yakin managemen-nya di Jogja
•       mr. Juna bahagia dengan studio fotonya di Makasar
dan masih banyak lagi....

sekedar usul dibuat milis, khusus entrepreneur jebolan YKPN. Dengan
milis ini sekaligus dapat menjadi parameter lebih banyak alumni YKPN
yang bekerja atau berwirausaha

selain itu dengan dapat memberikan sumbangan pemikiran ke kampus
karena pola pikir pekerja dan pengusaha, bagaikan minyak dan air,
bukan begitu???


faktor lain kenapa banyak mahasiswa YKPN sulit bersaing di dunia
kerja?
karena banyak mahasiswa YKPN yang hanya berorientasi pada nilai atau
IPK dan berfikir semuanya dapat di selesaikan dengan uang dan tidak
menghargai apa arti sebuah proses

contoh realnya pada waktu saya menjabat sebagai Pimpinan Umum UKM
Jurnalistik, entah sudah berapa mahasiswa yang menanyakan kepada saya
tentang akses bagaimana merubah nilai ataupun menaikkan IPK (mereka
berfikir kalau saya anak pers punya akses unlimited ke manajemen
kampus)


sedikit membuka rahasia, saya dulu punya sambilan sebagai pembuat
makalah untuk tugas-tugas di kampus.. dan boleh di bilang saya dan
punya klien dan pangsa pasar tersendiri. Pada waktu itu tarif saya
utuk makalah paling sederhana Rp. 150.000 dan untuk mata kuliah
METOPEN dan KEWIRAUSAHAAN min Rp. 250.000

yang saya ga habis pikir padahal waktu itu saya hanya seorang
mahasiswa dengan IPK dibawah 2,5 dan lulus dengan IPK 2,67

rata-rata klien saya IPK diatas 2,8 bahkan ada yang diatas 3,5

di sini saya bukan bangga dengan IPK rendah dapat membuatkan tugas,
tetapi saya hanya membuktikan bahwa IPK bukan lah parameter anda
sukses di dunia kerja, bahkan waktu saya keterima di EXIST Advertising
Jogja yang menangani iklannya Natasha seluruh Indonesia (se ingat saya
waktu itu yang ketrima cuma 3 orang dari Atma ,UGM dan saya YKPN),
saya lupa menyertakan copy Ijazah dan Transkrip nilai

modal saya cuma jaringan, belajar Advertising secara otodidak, discuss
di internet di milis dan sedikit kemampuan menulis

selain itu banyak mahasiswa yang merasa dirinya cukup puas dengan IPK
diatas 3,00 tanpa menambah knowledge lainnya
jangan heran kalau para alaumni yang pernah di HRD, pada saat test
banyak mahasiswa yang tidak menguasai internet dan program office
padahal di lamarannya disertakan sertifikat komputer

sedikit sharing saya sering bertemu dengan para desicion maker di
perusahaan, mereka rata-rata mencari tenaker yang bisa kerja, kalaupun
ada syarat IPK itu hanya sekedar formalitas. bahkan saya pernah
dimintai pendapat untuk menentukan seorang karyawan diterima atau
tidak diperusahaan tersebut, parameter saya cuma satu dia aktif ga di
organisasi (bukan hanya sekedar setor nama di organisasi atau cuma
mengejar sebuah sertifikat bahwa pernah di organisasi tetapi tidak
mengerti organisasinya)


saya sepakat dengan yang disampaikan oleh mas Iwan Tarigan

Saran saya sebagai Alumni dan Aktivis kampus STIE YKPN :
•       Di buka kembali dan diaktifkan unit kegiatan mahasiswa seluas
luasnya,
karena di bidang ini paling mudah melatih skill komunikasi dan
interpersonal skill mahasiswa yang natabene  paling dibutuhkan didunia
bisnis dan pekerjaan.selain itu yang lebih penting disini  mental kita
yang dilatih dan berfikir memecahkan sebuah problem. dan masih banyak
lagi...

saya masih inget waktu aktif di UKM Jurnalistik, anak-anak UKM sering
di pandang sebelah mata, mulai dari penampilan yang ga karuan (lho
katanya dont judge the book by its the cover), kuliah berantakan dsb

kalau kita pernah baca buku sejarahnya google, prototipe google di
lakkukan di Unit Kegiatan Mahasiswa

bagi saya sebuah kampus yang berdinamika dan menghasilkan produk yang
unggul dimana di kampus tersebut mahasiswanya di wajibkan mengikuti
UKM dan UKMnya 24 HOUR

karena fakta di lapangan banyak orang sukses ataupun orang besar di
Indonesia dulunya seorang aktifis kampus, untuk konteks YKPN temen
satu generasi dengan saya yang dulunya secara akademik ga jelas tetapi
sekarang sukses (parameternya bukan uang atau materi tetapi mereka
tidak bingung menghadapi realita hidup dan mempunyai tujuan)

•       Melakukan promosi secara berkelanjutan, melalui Media Nasional
(Kompas) dan media lokal
misalnya di KOMPAS sebulan sekali maka di media lokal di seluruh
Indonesia min. seminggu 2X (untuk media lokal dipetakan daerah mana
aja yang merupakan lumbung mahasiswa YKPN)

sedikit gambaran Kampus yang sering beriklan di media lokal KALTIM
adalah ITN malang, UII, UPN, UGM, ITB, PELITA HARAPAN, dan beberapa
kampus di SINGAPURA dan MALAYSIA
•       Pihak kampus harus punya Visi yang Jelas agar tidak di tinggalkan
oleh calon Mahasiswa dan Perusahaan
Jebolan kampus YKPN adalah seorang pekerja atau pengusaha? jadi
kurikulumnya juga di sesuaikan para mahasiswa mau di jadikan pengusaha
atau pekerja?

jika kita sudah menentukan visi kampus kita, misalnya kampus
entrepereneurship, maka ini akan lebih mudah dalam memposisikan YKPN
di percaturan PTS

Pada saat mahasiswa dulu, saya kebetulan management. program manajemen
pun tidak spesific apakah kita sebagai mahasiswa dikader sebagai ahli
pemasaran atau manajemen keuangan

•       Membuka kelas kelas wirausaha, agar lulusan STIE YKPN tidak hanya
menjadi  lulusan pencari kerja tetapi lulusan yang punya Visi dan
kekuatan membuka lapangan kerja (karena bagaimanapun juga income
seorang karyawan jauh lebih kecil dari seorang wiraswasta)

Semoga STIE YKPN semakin sukses..

best regards,

Heri Eko WK

SEWAKTU KULIAH
sewaktu mahasiswa pernah aktif di UKM Jurnalistik,

pernah di usir pak Rusmawan gara-gara kuliah pake sendal,

dikejar-kejar salah satu dosen gara-gara ketahuan ngerokok di atrium,

jarang masuk kuliah palagi kalo kuliahnya ketemu dosen yang materinya
sama plek dengan di buku paket tanpa eksplorasi dan diskusi (ntar di
tanyai apa itu manajemen? dan jawabannya harus sama dengan yang di
buku? males banget kan? mending baca buku di toga mas lebih lengkap
dan ilmunya up to date),

jarang masuk kuliah, palagi kuliah pagi...

sering minta ijin ga masuk kuliah kalo pas garap Motivator dan di
kejar dateline (terimakasih buat Pak Irfan dan Bu. Mira buat
ijinnya)

pernah dicari-cari pihak kampus gara-gara buat media WRONG !!! (dengan
tulisan 'dosen bukan Tuhan, Tuhan bukan dosen'), pernah dimarah-
marahin ma Mr.Effer gara-gara media WRONG tadi en Mr. Effer nanya saya
siapa orang-orang di balik WRONG dan asumsi beliau pastilah anak-anak
UKM Jurnalistik tetapi tidak tau siape aje orangnya (padahal kan salah
satunya di depannya waktu itu.hehehe. maaf pak? kan biar berdinamika
kampus kita, kan bosen kalo cuma dugem terus.

pernah ikut lomba karya tulis yang diadakan kampus,

pernah merasakan IP 0,4

pernah merasakan IP 3,7


pernah buatin makalah mahasiswa dengan nilai terbaik di kelas mata
kuliah kewirausahaan-nya Pak Tri Hendro,dan beberapa mata kuliah dosen
yang lain.

sering diskusi dengan Pak. Effer, Andriya, Irfan, Julianto Agung,
Rahmat Purbandono, Nico, Bu Mira dan beberapa dosen lainnya


DUNIA KERJA
pernah bekerja di Exist Advertising Jogja, sebagai AE
(keluar padahal gajinya lumayan, gara2 ditarget sebulan 1000 point,
tetapi waktu bertanya ke manajemen perhitungan poin-nya darimana?

pihak manajemen cuma bilang, ni rahasia perusahaan!! nah loh,
perhitungan target kog rahasia bagaimana kita mengukur kinerja kita?
bagaimana strategi kerja kita? dll kerja kog JD nya ga jelas??
daripada kerja rodi seumur hidup dan jenjang karir yang ga jelas
mending
rock 'n roll ber enterpreneur ria


pernah kerja bakti jadi broker indeks saham di PT. Kontak Perkasa
Futures
(keluar karena dalam bisnis ini semuanya halal kecuali satu:
tandatangan di depan notaris)

ga kuat mental (mental disini bukannya pressure dunia kerja atau gaji
yang kecil) kalo soal gaji mah tanya aje alumni yang pernah terjun di
dunia ini kalo cuma cari duit 5 juta sebulan mah minimal banget dan
semudah membalikkan telapak tangan, tetapi dengan catatan punya
nasabah (ya iyalah nasabah untung atau rugi sekali enter market dapet
fee Rp. 200.000 bayangin aje kalo sehari lebih dari sekali enter
market di kali 20 hari kerja)

kenape keluar karena ini soal hati dan perasaan karena dijamin cepet
atau lambat pasti jadi orang jahat,hehehe. kalo cuma liat nasabah yang
rugi ratusan juta, hari ini bawa BMW besok jalan kaki, nasabah marah-
marah mulai gebrak meja, bawa parang bahkan ngancem di perkarakan ke
pengadilan mah biasa

tapi tidak semua broker dan perusahaan bursa berjangka jahat,
tergantung iman dan niatnya menghasilkan uang di bisnis ini..

apakah orang di arab, vatikan or tibet lebih baik dan beriman dari
orang Indonesia, tentu tidak bukan?

Pernah di tawarin jadi Wartawan di Media Lokal
(ditolak karena ga sesuai dengan idealisme jurnalism, media ini
merupakan propaganda pemkot, so berita yang di tampilkan yang di baik-
baik-an dan inilah ciri media lokal, padahal dalam agama kan sampaikan
lah ilmu itu walapun se ayat, dan katakan yang benar adalah benar dan
salah adalah salah)

DUNIA ENTERPRENEUR
pernah membangun usaha e-solution design, teka-teki design, mBludag
free magazine, bersama anak-anak UKM Jurnalistik mendirikan PT. Jogja
mBludag Ide, pernah bantuin bikin novel anak smp dari Riau, bantuin
temen-temen di Jambi dengan kodok ijo communication

dan sekarang... mencoba menari dengan lebah madu - marketing
communication agency dan melompat dengan kodok ijo undangan




































--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke