*di balik harga BBM*
http://agungsulistyo.wordpress.com/2008/03/04/penjajahan-korporasi-asing-atas-migas-indonesia/

http://forum.detik.com/showthread.php?t=39700&page=2


*Hrga BBM di tiap-tiap negara
*
http://mfahmia2705.blogspot.com/2005/09/daftar-harga-bbm-di-beberapa-negara.html


*Kejahatan korporasi MIGAS*
<http://arahkiri2009.blogspot.com/2008/03/kejahatan-korporasi-di-balik-kebijakan.html>
http://arahkiri2009.blogspot.com/2008/03/kejahatan-korporasi-di-balik-kebijakan.html

Logika-logika yang salah di balik "rencana kenaikan BBM"
http://arahkiri2009.blogspot.com/2008/05/logika-logika-yang-salah-di-balik.html


*Pendapat KWIK KIAN GIE
*http://www.koraninternet.com/web/index.php?pilih=lihat&id=4565


*Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang.
Uangnya Dilarikan Kemana?*


Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$
100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM
dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan
DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai
sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang
yang dikeluarkan?

Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata "subsidi BBM"
itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR
memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu
besarnya, uangnya dilarikan ke mana?

Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar
asumsi-asumsi, *pengertian subsidi adalah sebagai berikut.
*
*Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.*


   - Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100
   :
   - 159 = US$ 0,63.
   - Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp.
   6.300 per liter.


*Untuk memproses minyak mentah* sampai menjadi bensin premium kita anggap
dibutuhkan biaya sebesar


   - US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter.
   - Kalau ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama
   dengan Rp. 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930.
   - Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per liternya.
   Jadi perlu subsidi.


Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang ada di
bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia dianggap harus
dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per barrel. Padahal tidak.
Buat minyak mentah yang ada di dalam perut bumi Indonesia, Pemerintah dan
Pertamina kan tidak perlu membelinya? Memang ada yang menjadi milik
perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi buat yang
menjadi hak bangsa Indonesia, minyak mentah itu tidak perlu dibayar. Tidak
perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah
kelebihan uang tunai.

Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus
diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan
ini dianggap saja US$ 100 per barrel.

Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin
diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang
harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti
Tabel terlampir.

Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun ini,
dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang dinamakan
subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?

Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada.
Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.

*
*PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS*)*

**DATA DAN ASUMSI**

*Produksi :*
1 juta barrel per hari


   - 70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
   - Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
   - Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
   - 1 US $ = Rp. 10.000
   - Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel
   - 1 barrel = 159 liter



*Dasar perhitungan : *
Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter

**PERHITUNGAN*
*
*Produksi dalam liter per tahun : *
70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000

*Konsumsi dalam liter per tahun*
60,000,000,000

*Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun*
19,375,500,000

*Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini*
(19,375,500,000 : 159) x 100 x 10.000 = 121,900,000,000,000

*Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri*
40,624,500,000 x Rp. 3.870 = 157,216,815,000,000

*Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel
Pemerintah masih kelebihan uang tunai sebesar*
35,316,815,000,000


*Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap
liter bensin premium yang dijual,*

Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah) = Rp. 4,500


*Biaya lifting, pengilangan dan transpo*rtasi
US $ 10 per barrel atau per liter :
(10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan)

630



*Kelebihan uang per liter*

3,870





*Oleh Kwik Kian Gie*





-- 
Hery Eko Wahyu K., SE

KodoK ijo
Exlusive Wedding Card

[sample project]
http://picasaweb.google.com/kodokijo6868/YangBerbahagia

[email]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]

[telphone]
(0542) - 566 6868

BALIKPAPAN

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke