Sebagai tambahan....beberapa waktu lalu saya dpt kesempat meng-organizer suatu 
launching produk energi solar dalam konteks edukasi masyarakat bahwa joule 
adalah satuan energi yang sebenarnya bukan watt............Hal yang membuat 
hati ini kagum adalah kebijakan dari pemerintah Srilanka dimana utk daerah 
pelosok yang susah dijangkau listrik pemerintah kerjasama dengan perusahaan 
yang saya organize utk menyediakan listrik di setiap rumah di daerah pelosok 
dengan energi solar dengan pemasangan panel....dan yang membuat kagum lagi 
adalah pemerintah memberikan subsidi utk  proyek ini sebesar 50% dari harga 
produk dan sisanya dibayarkan masyarakat melalui leasing dengan 
mencicil....tentu utk jangka panjang suatu keuntungan yang luar biasa utk 
masyarakat setempat dan solusi energi bagi negara itu...............
 
Bayangkan proyek PLN melalui iklan yang pernah saya liat di TV kalo tidak salah 
2015 ya seluruh wilayah Indonesia dialiri listrik.......dapat dibayangkan 
berapa dana yang dibutuhkan utk menarik kabel listrik sampai ke daerah pelosok 
yang pada akhirnya dengan biaya listrik yang masih disubsidi pun butuh waktu 
sangat lama banget utk balik modal istilahnya.................Bapak Alvin lie 
dari komisi  yang membidangi energi ketika berkesempatan mendengarkan proyek 
yang dilakukan di srilanka juga mengamini hal ini dapat membantu pemerintah 
mengatasi krisis energi.....tapi walau secara halus beliau juga mengakui banyak 
hal dalam bentuk kebijakan yang mengalami benturan dan perdebatan..yang saya 
juga udah menduga arah pembicaraan akan mengarah ke mana.............
 
mari kita tetap optimis aja bahwa perubahan menuju yang terbaik sedang terjadi 
saat ini di negara Indonesia kita tercinta........
 
...........................MERDEKA N INDONESIA PASTI BISA..........> Date: Fri, 
11 Jul 2008 02:31:35 -0700> Subject: [STIE YKPN Mailing List] Re: Tuntutlah 
Ilmu Sampai Ke Negeri China> From: [EMAIL PROTECTED]> To: 
[email protected]> > > Dear Mbak Dian,> > Tenaga Solar yg diterapkan 
untuk lampu rambu2 lalu lintas sudah> beberapa waktu lalu diterapkan di negara 
kita,..seperti di Yogyakarta,> beberapa lampu rambu sudah menggunakan energi 
solar, walaupun belum> seluruhnya. Mudah2an dalam pengembangannya besok bisa 
diterapkan untuk> sarana yang lain, gak hanya untuk lampu rambu dan pemanas 
air....> > Salam> http://pakpit.wordpress.com/> > On 11 Jul, 08:05, Dian M 
Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:> > Kota Baoding Bangun Kota Tenaga Solar> >> 
> Saudara pendengar, dewasa ini berbagai tempat di Tiongkok sedang aktif 
mengembangkan teknologi energi tipe baru seperti tenaga angin, tenaga solar dan 
panas bumi untuk mengubah situasi sekarang ini yang terlalu bergantung pada 
energi tradisional seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam. Kota Baoding di 
Propinsi Hebei Tiongkok Utara adalah salah satu miniaturnya, di sini sedang 
giat dibangun sebuah "Kota Tenaga Solar". Dalam Ruangan Ilmu Pengetahuan dan 
Pendidikan edisi ini, saudara akan kami ajak berkunjung ke Baoding untuk 
menyaksikan perkembangan teknologi tenaga solar di sana.> > Di sebagian besar 
kota, lampu rambu-rambu lalu lintas umumnya menggunakan aliran listrik sebagai 
sumber energi. Namun di kota Baoding wartawan menemukan sesuatu yang lain 
daripada yang lain bahwa di ujung tiang lampu rambu-rambu terdapat sebuah alat 
khsusus, yakni papan sel tenaga solar yang dapat mengubah sinar matahari 
menjadi tanaga listrik untuk menjamin rambu-rambu dapat bekerja dengan normal.> 
>> > Rambu-rambu tenaga solar tipe baru itu tidak hanya menggunakan energi yang 
tak kunjung habis dipakai, tapi juga bersih dan ramah lingkungan. Setelah 
rambu-rambu tenaga solar digunakan di Baoding, segera menarik perhatian warga 
kota.> > Dikatakan oleh warga Baoding bahwa rambu-rambu seperti itu dapat 
menghemat listrik. Semua rambu-rambu lalu lintas di kota mereka sudah diganti 
dengan rambu-rambu tenaga solar, disamping hemat energi, juga ramah lingkungan. 
Cara seperti ini harus disebarluaskan ke kota-kota lain.> > Penanggungjawab 
pihak lalu lintas setempat Liu Tao mengatakan bahwa rambu-rambu lalu lintas di 
22 persimpangan jalan Kota Baoding atau kira-kira 20 persen dari seluruhnya 
kini sudah menggunakan energi solar. Dikatakannya> > Keunggulan rambu-rambu 
tenaga solar, pertama adalah menggunakan energi tipe hemat. Kedua, menggunakan 
sistem transmisi tanpa kabel, yang berarti tidak perlu memasang kabel dalam 
proses pembangunannya, dengan demikian tidak perlu dilakukan pembangunan proyek 
dasar rambu-rambu.> > Tenaga solar selain digunakan untuk rambu-rambu di 
sejumlah ruas jalan penting, tapi juga untuk lampu penerangan banyak jalan. 
Menurut insinyur pihak pengelola lampu jalan kota Baoding, Zhao Wanzeng, lampu 
jalan tenaga solar mulai digunakan sejak satu tahun yang lalu, sampai sekarang 
terdapat 200 lampu tenaga solar sudah digunakan untuk penerangan jalan.> >> > 
Dikatakan oleh Zhao Wanzeng, 50 lampu tenaga solar akan digunakan tahun ini di 
dua jalan arteri kota.> > Kota Baoding giat mendorong penggunaan tenaga solar, 
dan membangun kota tenaga solar. Ini erat kaitannya dengan kondisi setempat 
yang mempunyai penyinaran matahari yang cukup. Sementara itu, industri tenaga 
solar kota ini cukup berkembang dibanding kota-kota lain. Jauh pada akhir tahun 
1990-an, Perusahaan Energi Baru Tianwei Yingli, produser sel tenaga solar 
terbesar di Tiongkok, sudah membangun pabrik di kawasan teknologi tinggi 
Baoding.> > Penanggungjawab perusahaan itu Shen Yong mengatakan,> > "Ke depan, 
kami akan merancang sejumlah proyek tipikal dan produk yang praktis dan 
mempunyai efek demonstrasi sesuai dengan perencanaan pembangunan Kota Tenaga 
Solar kota Baoding."> > Dewaas ini, penggunaan tenaga solar di Kota Baoding 
sudah mencapai hasil yang diharapkan setelah diuji coba untuk suatu waktu. 
Lampu jalan dan rambu-rambu lalu lintas tenaga solar sudah bisa bekerja 6 
sampai 7 hari dengan tenaga solar yang dihimpun dalam satu hari. Seorang 
pejabat kota itu Cao Jidong mengatakan, di atas dasar sukses uji coba, Kota 
Baoding dalam beberapa tahun ke depan akan memperluas pemanfaatan tenaga solar 
untuk penerangan, pasokan air panas dan pemanasan di musim dingin. 
Dikatakannya,> > "Dalam waktu tiga sampai lima tahun, seluruh sistem penerangan 
kota termasuk penerangan jalan, rambu-rambu lalu lintas, penerangan lanskap dan 
halaman rumah akan menggunakan tenaga solar. Dan sistem pemanasan untuk musim 
dingin di kompleks-kompleks baru juga akan menggunakan tenaga solar. Kami 
yakin, melalui kerja keras selama 3 sampai 5 tahun, Kota Tenga Solar pasti akan 
terealisasi di Baoding."> >> >> >> >> > Sincerely,> >> >> > Dian M Prabowo> > 
02132782787> > 081513786200> > [EMAIL PROTECTED]> > [EMAIL PROTECTED]> >> 
_________________________________________________________________
Manage multiple email accounts with Windows Live Mail effortlessly.
http://www.get.live.com/wl/all
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke