Note: forwarded message attached.
       
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

--- Begin Message ---


--- On Thu, 9/4/08, Yeni Rahmawati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Yeni Rahmawati <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Fw: Mengapa Andi F. Noya (Kick Andy) keluar dari Metro TV???
> To: "agus" <[EMAIL PROTECTED]>, "asna" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "e_rwin" <[EMAIL PROTECTED]>, "fernando" 
> <[EMAIL PROTECTED]>, "firdaus" <[EMAIL PROTECTED]>, "aulia gani" <[EMAIL 
> PROTECTED]>, "h.ronald" <[EMAIL PROTECTED]>, "bangun prihantoro" <[EMAIL 
> PROTECTED]>
> Date: Thursday, September 4, 2008, 9:54 PM
> --- On Tue, 9/2/08, Ida Firyani <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> From: Ida Firyani <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Fw: Mengapa Andi F. Noya (Kick Andy) keluar dari
> Metro TV???
> To: "Indi Firsari" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "RR. Kristiani Wulandari"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Hapsari Cahyaningrum"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Yeni
> Rahmawati" <[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], "lusia dwi lestari"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Mayang"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Aulia"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Yuniarti"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Retna S. Wilujeng"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Rika
> Merdekawati" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Tuesday, September 2, 2008, 7:28 PM
> 
> 
> 
>  
>  
> Ida Firyani
> Internal Audit Japfa Group
> Wisma 
> Milenia 8th floor
> Jl. MT. Haryono Kav.16
> Jakarta 12810
> Ph. 021-8310255 
> ext.1246
> ----- Original Message ----- 
> From: Iwan 
> Ho 
> To: Desi 
> ; Elisa Eri ; Ida Firyani ; Iwan Rahadian (Internal
> Control, PKP-HO) ; PC. Kusumo Prabowo (Staff 
> Audit, AGS-HO) ; Widyantoro ( Internal Audit Staff ) ;
> Yudhi Iryjanto (Audit 
> Staff , AGS-HO) ; [EMAIL PROTECTED] ; Eddy 
> Cahyadi Purnomo ; hieronymus dannie ; Nurmani S.(Audit -
> HO) ; Dini Sri 
> Yuanawati (Sec of Tinon Yuniati, Audit-HO) 
> Sent: Wednesday, September 03, 2008 9:15 AM
> Subject: Fw: Mengapa Andi F. Noya (Kick Andy) keluar dari
> Metro 
> TV???
> 
> 
>  
> ----- Original Message ----- 
> From: ros miati 
> To: undisclosed recipients: 
> Sent: Tuesday, September 02, 2008 6:03 PM
> Subject: FW: Mengapa Andi F. Noya (Kick Andy) keluar dari
> Metro 
> TV???
> 
> 
> 
>   
>   
>     
> 
> --- On Mon, 9/1/08, Meilanny
> <[EMAIL PROTECTED]> 
>       wrote:
> 
>       From: 
>         Meilanny <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: 
>         FW: Mengapa Andi F. Noya (Kick Andy) keluar dari
> Metro TV???
> To: 
>         "Meilanny"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 
>         Monday, September 1, 2008, 5:32 PM
> 
> 
>         
>         #yiv2092034529 UNKNOWN {
> FONT-FAMILY:Tahoma;panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;}
> #yiv2092034529 UNKNOWN {
> FONT-FAMILY:Verdana;panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 #yiv1780662797 P.MsoNormal {
> FONT-SIZE:12pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Times
> New Roman";}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 LI.MsoNormal {
> FONT-SIZE:12pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Times
> New Roman";}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 DIV.MsoNormal {
> FONT-SIZE:12pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Times
> New Roman";}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 A:link {
> COLOR:blue;TEXT-DECORATION:underline;}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 SPAN.MsoHyperlink {
> COLOR:blue;TEXT-DECORATION:underline;}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 A:visited {
> COLOR:purple;TEXT-DECORATION:underline;}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 SPAN.MsoHyperlinkFollowed {
> COLOR:purple;TEXT-DECORATION:underline;}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 TT {
> FONT-FAMILY:"Courier New";}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 SPAN.EmailStyle18 {
> FONT-WEIGHT:normal;COLOR:blue;FONT-STYLE:normal;FONT-FAMILY:Verdana;TEXT-DECORATION:none;}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 SPAN.EmailStyle19 {
> COLOR:navy;FONT-FAMILY:Arial;}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 SPAN.EmailStyle20 {
> COLOR:navy;FONT-FAMILY:Arial;}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 SPAN.EmailStyle21 {
> COLOR:navy;FONT-FAMILY:Arial;}
> #yiv2092034529 UNKNOWN {
> MARGIN:1in 1.25in;}
> #yiv2092034529 #yiv1780662797 DIV.Section1 {
> 
> }
> 
> 
>         
>         
>         *nice 
>         reading*
>          
>         
>         LENTERA JIWA
> 
> Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri 
>         sebagai pemimpin
> redaksi 
>         Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan
> setiap 
>         orang
> yang bertanya bahwa 
>         saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan 
>         Surya
> Paloh, bukan karena 
>         sedang marah atau bukan dalam situasi yang 
>         tidak
> menyenangkan. Mungkin 
>         terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan 
>         power
> yang luar biasa 
>         sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi 
>         berita,
> tiba-tiba saya 
>         mengundurkan diri.
> 
> Dalam 
>         perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil
> 
>         keputusan
> sulit. Pertama, 
>         ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil 
>         peluang
> beasiswa ke IKIP 
>         Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke 
>         Sekolah
> Tinggi Publisistik 
>         di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban 
>         uang
> kuliah. Kedua, ya itu 
>         tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan
> diri dari Metro TV.
> 
> Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku 
>         Change yang saya
> kagumi, 
>         sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba 
>         menganalisa
> mengapa saya 
>         keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam 
>         kolam.
> Ikannya terus 
>         membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. 
>         Ikan
> tersebut terpaksa harus 
>         mencari kolam yang lebih besar.
> 
> Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, 
>         jujur saja, sejak
> lama saya 
>         memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV.
> 
>         Persisnya
> ketika saya 
>         membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My 
>         Cheese.Bagi
> Anda yang belum 
>         baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. 
>         Mereka
> hidup dalam sebuah 
>         labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang 
>         satu
> selalu berpikiran suatu 
>         hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan
> habis. Karena itu, dia selalu menjaga 
>         stamina dan kesadarannya agar jika
> keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari 
>         keju di tempat lain.
> Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai 
>         kiamat pun
> persediaan keju 
>         tidak akan pernah habis.
> 
> Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci 
>         pertama mengajak
> sahabatnya 
>         untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di 
>         tempat
> lain. Sang sahabat 
>         menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan 
>         oleh
> seseorang dan nanti 
>         suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu 
>         tidak
> perlu mencari keju di 
>         tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia
> memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu 
>         hari keju yang
> hilang akan 
>         kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan
> 
>         menunggu
> sampai kemudian 
>         mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap 
>         tadi
> sudah menemukan labirin 
>         lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak
> dibandingkan di tempat 
>         lama.
> 
> Pesan moral buku 
>         sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita 
>         merasa
> nyaman di suatu 
>         tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna 
>         menghadapi
> perubahan dan 
>         tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau 
>         berubah,
> dan merasa sudah 
>         nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas 
>         waktu.
> 
> Setelah membaca 
>         buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa 
>         yang
> menghentak-hentak di 
>         dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang
> mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar 
>         dari labirin yang
> selama ini 
>         membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju
> itu 
>         sudah
> tersedia di depan 
>         mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa 
>         saya.
> Memilih arah sesuai 
>         panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.
> 
> Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera 
>         Hati yang dinyanyikan
> Nugie, 
>         hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan
> yang 
>         ingin
> disampaikan Nugie 
>         dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, 
>         sudah
> sejak lama saya ingin 
>         membagi kerisauan saya kepada banyak orang.
> Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai 
>         orang-orang yang merasa
> tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang 
>         kenalan saya, yang
> sudah 
>         menduduki posisi puncak di suatu perusahaan
> asuransi 
>         asing,
> mengaku tidak bahagia 
>         dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata
> tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya 
>         ada di ajang
> pertunjukkan 
>         musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk
> 
>         memulai
> dari bawah. Dia 
>         merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang 
>         sudah
> mapan berantakan. Maka 
>         dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. 
>         Dia
> tidak 
>         bahagia.
> 
> Ketika diminta 
>         untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya 
>         juga
> menemukan banyak 
>         mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang 
>         mereka
> tekuni sekarang. Ada 
>         yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi
> apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang 
>         belakangan ternyata
> putus 
>         juga) atau ada yang karena solider pada teman.
> Tetapi yang 
>         paling
> banyak mengaku 
>         jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat 
>         mereka
> tidak bahagia -- 
>         adalah karena mengikuti keinginan orangtua.
> 
> Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan 
>         Minggu 31 Agustus 2008),
> kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil 
>         keputusan besar
> dalam hidup 
>         mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan 
>         lulusan
> Hubungan 
>         Internasional, yang pada satu titik mengambil
> keputusan 
>         drastis
> untuk berbelok arah 
>         dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih
> menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan 
>         menghantarkannya
> sebagai 
>         salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi
> dan 
>         kini
> memiliki restoran 
>         sendiri. Saya sangat bahagia dengan apa yang 
>         saya
> kerjakan saat ini, 
>         ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara
> mengikuti jejak sang ayah sebagai 
>         dpilomat.
> 
> Juga ada Wahyu 
>         Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya 
>         untuk
> menggeluti bidang 
>         animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat
> beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan 
>         membuka sekolah animasi.
> Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak 
>         tercinta mereka
> mengikuti 
>         jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana
> Gde 
>         Prama
> memutuskan 
>         meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu
> dan 
>         jabatan
> komisaris di 
>         beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan
> penulis 
>         buku
> ini memilih tinggal di 
>         Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai
> public speaker.
> 
> Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita 
>         cari dalam kehidupan
> yang 
>         singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi
> banyak yang 
>         tidak
> tahu bagaimana cara 
>         mencapainya.
> 
> Karena itu, 
>         beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang
> 
>         yang
> dicintainya. Bidang 
>         yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu
> gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu 
>         seperti rekreasi.
> Gembira 
>         terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah
> 
>         satu
> personal Koes Plus, 
>         saat bertemu saya di kantor majalah Rolling 
>         Stone.
> Dalam usianya 
>         menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji.
> Dinamis. 
>         Tak
> heran jika malam itu, 
>         saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu
> melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar 
>         biasa. Semua karena
> saya 
>         mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya.
> Cinta 
>         saya.
> Hidup saya, 
>         katanya.
> 
> Berbahagialah 
>         mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah 
>         mereka
> yang sudah mencapai 
>         taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka 
>         sudah
> menemukan lentera jiwa 
>         mereka.[]
>         
>         
> -- 
> This message has been scanned for viruses and 
>         
> dangerous content by MailScanner, and is 
> believed 
>         to be clean. 
> -- 
> This message has been scanned for viruses and 
>         
> dangerous content by MailScanner, and is 
> believed 
>         to be clean.




--- End Message ---

Kirim email ke