Dirman Kasidi wrote: > Modus Penipuan Baru > Tebar Amplop Berisi Dokumen > > BOGOR- Kini masyarakat harus waspada. Pasalnya, ada modus penipuan baru di > KotaBogor. Warga Kelurahan Gunungbatu RT 03/11 Kecamatan Bogor Barat Kota > Bogor Jacky Wijaya (50) nyaris menjadi korban penipuan, Jumat (28/11). > Beruntung dia cepat tersadar, sehingga tidak menjadi korban. > > Bagaimana modus penipuan baru itu terjadi? Awalnya, Jacky menemukan amplop > berwarna cokelat yang tergeletak di Jalan Raya Pajajaran, tak jauh dari > simpang Tugu Kujang. Amplop tersebut bertuliskan dokumen penting. > > Merasa penasaran dengan isi amplop, Jacky langsung membukanya. Betapa > terkejutnya dia saat melihat isi amplop itu berisi surat-surat penting, > seperti suratizin usaha perusahaan (SIUP) atas nama PT Mico Graha Pavindo. > > Dalam SIUP itu tertulis sebagai Direktur Utama Lumaksono Tri Sardjono asal > Surabaya. Adapula suratketerangan tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan > Kabupaten Manokwari dan cek senilai Rp4,7 miliar. Tak hanya itu, dalam amplop > juga terdapat foto Lumaksono yang sedang bersalaman dengan Presiden RI Susilo > Bambang Yudhoyono atau SBY. > > Dokumen penting dan foto SBY yang bersalaman dengan Lumaksono itu membuat > saya percaya kalau dia seorang pengusaha atau orang hebat, ungkap Jacky. > Lantaran ingin mengembalikan dokumen tersebut, Jacky menghubungi nomor > 081230553900 yang tertera di amplop. Nomor itu ternyata aktif, sehingga > percakapan seorang lelaki yang mengaku bernama Lumaksono pun terjalin. > > Orang yang dihubungi itu mengucapkan terima kasih dan meminta mengirimkan > langsung amplop penting itu kepadanya di Surabaya Jawa Timur. > > Untuk keperluan ongkos ke Surabaya, Lumaksono berjanji memberikan uang Rp20 > juta sebagai ucapan terima kasih kepada Jacky. Tidak hanya itu, Jacky juga > dijanjikan mendapatkan bonus Rp100 juta. Mengirimkan uang itu, Lumaksono > meminta Jacky ke ATM agar proses transfer uang bisa dilakukan. > > Mendapat tawaran itu, Jacky tergiur dan pergi ke ATM dengan harapan bisa > mendapatkan uang yang dijanjikan. Setibanya di ATM, Jacky dipandu Lumaksono > melakukan transaksi menggunakan bahasa Inggris. Di tengah proses transaksi, > Jacky sempat curiga lantaran uang yang ada di ATM-nya diminta ditransfer ke > nomor rekening Lumaksono. > > Sadar dirinya nyaris ditipu, Jacky menghentikan proses transaksi di ATM itu > dan memaki-maki Lumaksono. Mendengar omelan Jacky, tiba-tiba Lumaksono > langsung menutup telepon. �Saya mulai curiga waktu dia menyuruh mentransfer > semua uang yang ada di ATM saya, kata Jacky. > > Beruntung dia keburu sadar. Uang dalam ATM pun bisa diselamatkan. Jacky > langsung memaki-maki orang itu. Pelaku malah menutup teleponnya. �Saya juga > curiga sama foto dia dan Pak SBY. Saya menduga foto itu direkayasa oleh > Lumaksono,ujar Jacky. > > Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menemukan amplop berisi dokumen > penting, termasuk cek dan foto seseorang dengan Persiden SBY, agar > berhati-hati dan jangan mudah percaya. Karena saat bertransaksi di ATM yang > dijanjikan akan menerima uang, justru akan menjadi korbannya. Menurut Jacky, > orang itu sengaja membuang amplop di tengah jalan agar mudah ditemukan orang > lain untuk menghubungi pelaku. > > Informasi yang diperoleh Radar Bogor, modus penipuan gayabaru ini sudah > memakan korban. Pada 7 November 2008, satu orang warga Kabupaten Bogor > bernama Neneng dan satu orang lainnya warga Cianjur bernama Syahlan telah > menjadi korban penipuan tebar dokumen penting ini. > > Dengan modus yang sama, korban (Neneng) mengalami kerugian Rp15 juta dan > Syahlan menderita kerugian Rp7 juta. Awalnya, kedua korban ini juga menemukan > amplop cokelat berisi dokumen penting. > > Keduanya berniat mengembalikannya dan juga dipandu pelaku dengan iming-iming > mendapatkan uang ratusan juta sebagai balas jasa. Bukannya uang jasa yang > diperoleh, malahan uang di ATM korban amblas berpindah ke rekening pelaku. > (dra) > > Salam, > Dirman Kasidi <[email protected]> > >
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [email protected] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
