Mbak maria ,mbak yunita n mas nugroho Saya setuju banget yah,mungkin sy orgyg bruntung krn habis wisuda 1 bln sy sdh dpt pekerjaan wlpn gajinya agak lumayan (payah) tp dengan pengalaman yg sy dapt semua berkembang sesuai dg yg sy inginkan seperti sekarang krn sy bekerja sbgai manajer marketing di salah satu perusahaan blue chip dg gaji,fasiitas serta bonus yg besar bahkan minimal sebulan 3 kali sy hrs ke luar negri untk menikmati liburan akhir pekan.. Jangan putus asa..bersusah susah dahulu (buat makan susah ibaratnya apalagi buat berdiri di kaki sendiri) percayalah Tuhan pasti membantu kita sehingga kita bisa bersenang senang di hari depan.. Cheers Yg cantik
Loly Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: yunita - <[email protected]> Date: Sun, 14 Feb 2010 05:31:52 To: <[email protected]> Subject: Re: [STIE YKPN Mailing List] kisah menggapai karier... minta tanggapan dari dosen & manajemen kampus boleh kah... trimakasih :) Mbak Maria, Perkenalkan saya alumni STIE YKPN angkatan 94. Saya setuju dengan statement dari mas Nugroho "Selamat datang di dunia nyata." Memang seperti inilah dunia kerja. Tetapi jangan putus asa. Akan banyak hikmah dan pelajaran-pelajaran berharga yang dapat anda ambil dari perjuangan ini. Awal saya mencari kerja juga penuh perjuangan. Saya diwisuda awal tahun 2008 sebelumnya saya sudah memasukkan banyak lamaran-lamaran kerja juga di berbagai perusahaan baik yang ditempel di papan pengumuman kampus maupun yang lewat koran. Pada saat ini krisis ekonomi baru mulai melanda negeri ini, sangat sulit mencari pekerjaan. Akhirnya saya memutuskan melanjutkan kuliah kembali di Universitas Tarumanagara Jakarta. Setelah saya lulus saya berharap dapat segera bekerja dengan gaji yang lumayan untuk seorang lulusan S2. Memang benar, saya diterima bekerja di salah satu perusahaan multinasional yang mempunyai banyak joint company termasuk joint dari luar negeri. Posisi saya saat itu adalah melakukan pengecekan terhadap seluruh laporan keuangan perusahaan-perusahaan tersebut. Saya dengan gembira melaksanakan setiap tugas yang diberikan walaupun dengan gaji yang tidak sesuai dengan saya inginkan. Dengan gelar S2 pada saat itu saya mendapat gaji Rp 1.450.000,-. Pada saat itu saya berprinsip pekerjaan apa pun akan saya lakukan walaupun dengan gaji berapa pun itu. Prinsip tersebut membawa berkat untuk saya di pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Setelah 1.5 tahun di perusahaan itu saya mencoba mencari-cari peluang lain yang lebih baik. Puluhan bahkan lebih dari 100 lamaran saya kirimkan baru saya mendapatkan panggilan kembali di salah satu pabrik di mana pangsa pasarnya adalah konsumen luar negeri. Demikian seterusnya cara tersebut saya pakai untuk memperoleh pengakuan diri di tempat yang baru. Setiap kali pindah ke tempat baru, saya mendapatkan tambahan salary yang cukup lumayan. Oleh karena itu, janganlah berputus asa. Teruslah maju dan sebaiknya terlalu idealis di awal-awal mencari kerja. Masih banyak lowongan baik di koran Kompas maupun lewat internet seperti di www.jobsdb.com dll. Good luck Yunita http://www.beranimaju.com/ --- On Sun, 2/14/10, Nugroho Prapto Wibowo <[email protected]> wrote: From: Nugroho Prapto Wibowo <[email protected]> Subject: Re: [STIE YKPN Mailing List] kisah menggapai karier... minta tanggapan dari dosen & manajemen kampus boleh kah... trimakasih :) To: [email protected] Date: Sunday, February 14, 2010, 8:08 PM Mbak Maria... Selamat datang di dunia nyata... Saya ikut prihatin dengan yang anda hadapi ini. Menurut saya, anda masih ditahap awal.. banyak lagi liku liku yang akan anda hadapi nanti. mungkin suatu saat anda akan menghadapi kondisi disaat anda sudah lulus tes tertulis kemudian pada saat wawancara anda hanya diberikan tawaran gaji yang rendah untuk ukuran seorang Sarjana. Kemudian disaat sudah bekerja disuatu perusahaan, anda mungkin juga akan menghadapi diskriminasi, ketidak adilan, dan lain lain. Itu potret dunia kita saat ini. Saran saya .. jangan putus asa..tetap semangat.. Masih banyak perusahaan yang mencari tenaga kerja.Ambil hikmahnya saja. Suatu saat jika anda sudah bekerja dan mendapat posisi bagus, anda akan ingat hal hal yang tidak enak ini. Jadi anda juga tidak akan berbuat hal yang sama. Serahkan keadilan itu kepada Tuhan...biar Tuhan yang menanganinya. Oke....? Nugroho' STIE 86 ============= Pada 14 Februari 2010 19:34, maria kristin <[email protected]> menulis: dear all, saya mengucapkan banyak terima kasih atas respon, tanggapan, komentar, bahkan saran dan masukannya kalau boleh saya tau, yang tadi disebutkan bekerja di bank mandiri, sebagai apa (posisinya) saya sadar betul bahwa masih banyak peluang2 lain untuk menjadi sukses, hebat dan besar, saya hanya mencoba berekspresi untuk mencurahkan isi hati berdasar fakta dan pengalaman pribadi.dengan harapan memperkecil kemungkinan teman2 mengalami hal yang serupa dengan saya :) saya prihatin dengan kondisi yang terjadi, indonesia ternyata masih seperti ini toh... apalagi ketika melihat semangat kawan2 lain dari berbagai almamater dan berbagai kota yang datang khusus untuk mengikuti rekrutment ODP Mandiri tersebut, diantaranya purwokerto, solo, semarang (saya tidak bisa membayangkan perasaan mereka, dengan sebegitunya perjuangan yang sudah diupayakan, hanya di mentahkan oleh hal yang sepele, konyol dan ga fair/kompetitif). ibarat pertandingan, saya dan kawan2 dari PTS blm sempat bertanding,sudah dinyatakan kalah.. :( ketika calon pekerja antusias,disisi lain pihak perusahaan malah "nakalan" :> oia..untuk informasi saya dapat dari kawan yang kuliah di UGM, dia ikut member ECC, tetapi dilokasi juga ditempelkan pengumuman yang "NYATA-NYATA" tidak dengan lugas,lantang dan jelas menyebut hanya PTS tertentu saja yang berhak mengikuti rekrutment tersebut... sekali lagi trima kasih rekan2 semuanya,mungkin dari pihak kampus, dosen atau manajemen, adakah yang bersedia memberikan pernyataan resminya... pernyataan sikapnya terhadap kejadian ini atau.... dibiarkan berlalu, tenggelam dan tak terdengar lagi, hingga suatu saat nanti akan muncul kembali fenomena yang sama, serupa ataupun "nampak beda nyata sama" :) apakah seorang sarjana adalah tenaga kerja bernilai jual tinggi ataukah tenaga kerja murah, banyak fakta dilapangan yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan, teori dan impian yang dibangun (baik oleh institusi, dosen, maupun pribadi masing2) saat kita menjalani masa - masa kuliah :) (mohon maaf bila ada kata2 yang kurang pas atau tidak berkenan dihati) --- On Tue, 2/9/10, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [STIE YKPN Mailing List] ODP Bank Mandiri, Mohon dibantu.... To: [email protected] Date: Tuesday, February 9, 2010, 8:25 PM Masih banyak kok perusahaan hebat di luar bank mandiri.... Jd Gak perlu kecewa... Powered by Telkomsel BlackBerry®From: "Agus Darmawan" <[email protected]> Date: Wed, 10 Feb 2010 04:07:50 +0000To: <[email protected]>Subject: Re: [STIE YKPN Mailing List] ODP Bank Mandiri, Mohon dibantu.... Ada alumni stie ykpn angkatan 92 yg sampai dengan sekarang kerja di bank mandiri pusat. Nama alumnus: Yulianto Amrie atau sering dipanggil Temlek.Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! From: alam dharmawan <[email protected]> Date: Tue, 9 Feb 2010 19:52:06 -0800 (PST)To: <[email protected]>Subject: Re: [STIE YKPN Mailing List] ODP Bank Mandiri, Mohon dibantu.... Saya setuju dengan Mas Haryanto dan yang lain2, memang kemaren sempat saya denger kabar itu (ODP Mandiri khusus untuk PTN). Mungkin memang butuh penjelasan yang masuk akal dari pihak penyelenggara ya?? Tapi kalo memang tidak bisa dipublikasikan harus ada batasan tertentu dalam publikasi, dan itu semestinya disadari Mandiri sebagai perekrut (Mungkin ada alumnus kita di Mandiri? semoga menjadi pertimbangan) Bank Mandiri memang besar, banyak the best disana, tapi bukan berarti kita tidak dapat berkesempatan menunjukkan kita juga the best hanya disana. Mari terus berjuang Maria,,, --- On Mon, 8/2/10, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [STIE YKPN Mailing List] ODP Bank Mandiri, Mohon dibantu.... To: [email protected] Date: Monday, 8 February, 2010, 4:37 AM Sdri Maria K, Sebaiknya memang mencari info yg akurat, barangkali justru dari orang dalam supaya kita lebih siap menghadapi persyaratan2 yg ditetapkan. Menurut saya mereka pasti punya misi tertentu yg tidak diekspose keluar. Jadi tidak perlu terlalu kecewa. Mencoba Bank yang lain dan punya program2 setara itu saya pikir tidak ada salahnya, seperti BCA misalnya. Semoga bermanfaat.Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!From: maria kristin <[email protected]> Date: Sun, 7 Feb 2010 04:26:37 -0800 (PST)To: <[email protected]>Subject: [STIE YKPN Mailing List] ODP Bank Mandiri, Mohon dibantu.... Dear All.... Perkenalkan nama saya kristin, baru-baru ini saya diberi tahu kawan bahwa ada rekrutmen Bank Mandiri untuk posisi Officer Development Program (ODP) di graha sabha pramana, saya langsung bergegas menggunakan kesempatan yang di depan mata, sesampai disana ada pengumuman tentang rekrutment tersebut, dimana tidak disebutkan pelarangan untuk di ikuti oleh alumnus Perguruan Tinggi selain UGM. Proses berlangsung, mulai dari pengumpulan berkas, sampai harus menunggu panggilan untuk proses selanjutnya, karena semua yang masuk hari itu akan diproses hari itu juga (dalam bayangan saya akan ada tes administrasi, tes tulis dan interview, jadi saya menunggu dengan sabar). dari jam 10 saya tunggu, jam 14:00 baru dipanggil, lalu dikumpulkan dengan yang lain, sekitar 15 orang, sampai disana..... kami diberi penjelasan bahwa kami tidak bisa mengikuti rekrutment karena bukan berasal dari "Perguruan Tinggi yang Disyaratkan" (saya berusaha bertanya mana saja yang masuk dalam daftar list yang boleh, dijawabnya diantaranya UGM, UNDIP, UNS utk jawa tengah),. Jadi HARUS PERGURUAN TINGGI NEGERI & yang termasuk dalam daftar list aturan Bank Mandiri. saya meminta kejelasan mengapa di pengumuman yang ditempel, di iklankan tidak diberikan info tersebut (katanya ada aturan dalam dunia periklanan), kenapa hanya Perguruan Tinggi tertentu saja??? jawabnya "aturannya sudah begitu". lalu kami ditawarkan untuk menjadi front liner ("KALAU nanti ADA" cabang2 yang membutuhkan) berkas akan dikirim ke semarang. terasa pupus harapan... kenapa bisa begini... ada perasaan diperlakukan tidak adil... sedih.. kecewa... dan berusaha mencari jawabnya... di forum ini saya meminta pendapat kawan-kawan dan bapak/ibu dosen yang mungkin lebih berkompeten. 1.Bagaimana pendapat terhadap kejadian yang saya alami, apakah ini sudah terjadi dari dulu (minimal sudah pernah mendengar atau bahkan mengalami sendiri)atau baru kali ini? 2.Adakah hal yang mendasarinya.... cukup kuat kah atau adilkah hal seperti ini, sering terjadi di Indonesia?! 3. kemana saya harus mencari solusi dari hal ini (mencerahkan pemikiran saya),adakah hal lain yang bisa saya lakukan,memberikan masukan ke instansi terkait(Bank Mandiri) apakah tepat? (ataukah hanya akan dianggap angin lalu atau hal sepele yang tak perlu digubris) 4.Bagaimana nasib saya (atau orang2 yang mengalami hal seperti saya), berasal dari Perguruan tinggi swasta, apakah tidak mempunyai hak yang sama? atau hanya bisa mengisi posisi front liner (maaf kata, posisi ini dianggap level rendah, dibanding dengan ODP atau posisi yang lain yang levelnya tinggi ) lulusan perguruan tinggi swasta dianggap tidak berkompeten atau memiliki keahlian yang jauh dibawah Perguruan Tinggi Negeri, Walaupun mempunyai IPK yang Bagus (cumlaude)..... Adakah upaya dari Pihak kampus dalam melihat hal ini (terutama manajemen STIE YKPN) masukan untuk pihak kampus STIE YKPN, adakan juga job fair yang di ikuti oleh perusahaan besar/ terkemuka dan memberikan karier yang baik untuk lulusan, Kampus juga pastinya akan bangga ketika mengetahui alumni2nya menduduki posisi strategis, ada diperusahaan besar.(bisa dianggap pembuktian bahwa lulusan STIE YKPN bermutu, berkualitas, memiliki masa depan CERAH (jadi karyawan ataupun jadi wirausahawan)). terima kasih sudah memberikan perhatian/masukan untuk topik saya :) Bravo STIE YKPN! -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google. Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google. Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id. New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google. Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google. Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google. Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google. Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google. Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google. Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google. Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google. Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id.
