Ya... benar sekali kalo kita menjadi karyawan berarti hidup kita penuh
kepastian. eitsss jangan senang dulu apa kepastiannya, ini dia :

1. Pasti Disuruh-suruh
2. Pasti kena Deadline.
2. Pasti Digaji Diakhir Bulan.
3. Pasti bangun jam 6 Pagi, Pulang jam 5, bahkan bisa lebih parah
lagi.
4. Pasti termasuk orang yg bikin macet pada jam 7 pagi dan jam 5 sore.
5. Pasti Dimarahi atasan kalau salah.
6. Pasti kena SP1,SP2 dan PHK kalau Macem2.
7. Pasti Gajinya gak naik-naik, biarpun sudah mengorbankan 80% waktu
hidupnya untuk kemajuan perusahaanya.

dan masih banyak kepastian-kepastian yang lain..Bandingkan jika kita
menjadi seorang pengusaha, hidup penuh Ketidak Pastian. ini dia
ketidak pastiannya :

1. Kadang-kadang Nyuruh orang,kadang kerjain sendiri (itu juga kalo
gak males)
2. Kadang-kadang pendapatannya kecil, kadang juga bisa 10x gaji PNS.
tergantung usaha.
3. Kadangkadang kita gajian tanggal 1,10,20 30,,ya gimana kita
aja ,duit-duit kita sendiri.
4. Kadang-kadang bangun jam 10 ,jam 1 siang, jam 7 malem ya
teserahkita, orang usaha-usaha kita, mau tutup juga boleh kan?
5.  Kadang-kadang suka marahin pegawai.

kalau ada yang mau nambahin silahkan kepastian dan ketidak pastian
karyawan dan pengusaha..

dari tulisan ini saya bukan ingin menekankan bahwa menjadi pengusaha
itu lebih baik dan menjadi karyawan itu buruk (saya sendiri baru
merintis menjadi pengusaha), tetapi kita harus membuka mata bahwa
lowongan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan pencari kerja dan
alternatif lain selain menjadi karyawan adalah menjadi seorang
pengusaha.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google.
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke 
[email protected].
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id.

Kirim email ke