‎​​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ 

Al kisah ada seorang dermawan yg berkeinginan untuk berbuat kebaikan. Dia telah 
menyiapkan sejumlah uang yang akan dia berikan kepada beberapa orang yang 
ditemuinya.

Pada suatu kesempatan dia bertemu dengan seseorang maka langsung saja dia 
menyerahkan uang yang dimilikinya kepada orang tersebut. Pada keesokan harinya 
tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada 
seorang penjahat beringas. Mendengar kbr ini si dermawan hanya mengatakan ”Ya 
Tuhan aku telah memberikan uang kepada seorang penjahat.”

Di lain waktu, dia kembali bertemu dengan seseorang, si dermawan pada hari itu 
juga telah berniat untuk melakukan kebaikan. Ia dengan segera memberikan 
sejumlah uang kepada orng tersebut. Keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada 
seseorang yang telah memberikan uang kpd seorang koruptor. Mendapat kabar ini 
si dermawan hanya berkata, “Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada koruptor”.

Si dermawan ini tidak berputus asa, ketika dia bertemu dengan seseorang dengan 
segera dia menyerahkan sejumlah uang yang memang telah disiapkannya. Maka esok 
harinya pun tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah 
uang kepada seorang kaya raya. Mendengar hal ini si dermawan hanya berkata. ” 
Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada penjahat, koruptor dan seorang yang 
kaya raya”.

Sekilas kita bisa menyimpulkan bahwa si dermawan ini adalah seorang yang 
“Ceroboh” Asal saja dia memberikan uang yang dimilikinya kepada orang yang 
tidak dikenalnya, padahal jika dia lebih teliti maka niat baik nya itu bisa 
lebih berguna tersalurkan kepada orang yang memang membutuhkan.
Tapi ternyata suatu niat yg baik pasti akan berakhir dengan baik, pun begitu 
pula dengan “kecerobohan” si dermawan.

Uang yg diberikannya kepada sang penjahat ternyata mampu menyadarkannya bahwa 
di dunia ini masih ada orang baik, orang yg peduli dengan lingkungan 
sekitarnya. Penjahat ini bertobat dan menggunakan uang pemberian sang dermawan 
sebagai modal usaha. Sementara sang koroptor, uang cuma-cuma yg diterimanya 
ternyata menyentuh hati nuraninya yang selama ini telah tertutupi oleh 
keserakahan, dia menyadari bahwa hidup ini bukanlah tentang berapa banyak yang 
bisa kita dapatkan. Dia bertekad mengubah dirinya menjadi orang yang baik, 
pejabat yang jujur dan amanah. Sementara itu pemberian yg diterima oleh si kaya 
raya telah menelanjangi dirinya, karena selama ini dia adalah seorang yg kikir, 
tak pernah terbesit dalam dirinya untuk berbagi dengan orang lain, baginya 
segala sesuatu harus lah ada timbal baliknya. Dirinya merasa malu kepada si 
dermawan yang dengan kesederhananya ternyata masih bisa berbagi dengan orang 
lain.

Sahabat, tak akan ada yang berakhir dengan sia-sia terhadap sutau kebaikan. 
Karena kebaikan akan berakhir pula dengan kebaikan. Hidup ini bukanlah soal 
berapa banyak yang bisa kita dapatkan, tapi berapa banyak yang bisa kita 
berikan.


Semoga bermanfaat...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Best regards,


Satya Dharma Nugraha, SE., Ak.
Mobile phone : +62 813 8456 3888, +62 856 9558 9888
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google.
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke 
[email protected].
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id.

Kirim email ke