Benar2 cerita yg baik. Semoga bermanfaat buat kawan2. Amien

Eri Hendrawan A.W.U SE, Ak
Plant Accounting
PT. Krakatau Steel 

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Satya Dharma Nugraha <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 20 Sep 2010 16:21:56 
To: Satya.Dharma.Nugraha<[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; Rahma 
Yulis<[email protected]>; <[email protected]>; haryo 
dwiyoga<[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [STIE YKPN Mailing List] Kisah Inspiratif Lebaran - Setiap Kemenangan
 Membutuhkan Kesabaran

  Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran…

“Ayah, ayah”  kata sang anak…

“Ada apa?”  tanya sang ayah…

“Aku capek, sangat capek…  Aku capek karena aku belajar mati matian untuk
mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…
Aku mau menyontek saja! Aku capek. sangat capek… Aku capek karena aku harus
terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku
ingin kita punya pembantu saja!…  Aku capek, sangat capek … Aku capek karena
aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…
Aku ingin jajan terus!… Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga
lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku
sakit hati… Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk
menghormati teman temanku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap
kepadaku… Aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti
mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..”
sang anak mulai menangis.

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil
berkata, ” Anakku, ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”,
lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah
jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang…

Sang anak pun mulai mengeluh, ” Ayah mau kemana kita?? Aku tidak suka jalan
ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri, badanku
dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang…  Aku
benci jalan ini ayah” sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya
sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan
yang rindang…

“Wwaaaah… Tempat apa ini ayah? Aku suka! Aku suka tempat ini!”

Sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang
beralaskan rerumputan hijau. “Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah”
ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu
indah…?”

” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal
mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam
menyusuri jalan itu.”

” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? Alhamdulillah”

” Nah, akhirnya kau mengerti”

” Mengerti apa? Aku tidak mengerti.”

”Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik,
butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar
kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… Bukankah kau harus sabar
saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori
sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat
dikelilingi serangga… Dan akhirnya semuanya terbayar kan? Ada telaga yang
sangatt indah... Seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? Kau tidak
akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap
kuat … Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di
sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah
anakku… Ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu
saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau
gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda
muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di
sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan
saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya
kan?”

 ” Ya ayah, aku tau... Aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari
telaga ini …  Sekarang aku mengerti … Terima kasih ayah , aku akan tegar
saat yang lain terlempar.”

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.


-- 
Best Regards,


Satya Dharma Nugraha, SE., Ak.
Mobile Phones : +62 813 8456 3888, +62 856 9558 9888

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google.
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke 
[email protected].
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" dari Grup Google.
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke 
[email protected].
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id.

Kirim email ke