Hanya tambahan informasi :
KHUSUS-nya untuk STRATEGI PEMASARAN
Seperti kita ketahui bersama bahwa Fee yang diberikan TELKOM kepada
pengelola WARTEL A dan WARTEL B  ( istilah dalam KM no. 54, untuk pengganti
istilah Wartel dan TUT ) adalah sebesar :
50%  untuk 0 s/d 1 Juta
40%  untuk 1 Juta s/d 3 Juta, dan
22,5% untuk > 3 Juta.
Dari hasil Kajian dan Simulasi yang pernah saya buat ( SB Kota ) bahwa di
peroleh rata2 Fee untuk pengelola Wartel adalah sebesar: 35%. (pulsa). Masuk
dalam anggaran Biaya Beban Fee WARTEL Dengan Kata lain : Pengelola WARTEL
rata-rata mendapat 35% dan TELKOM mendapat 65%.
Secara umum Biaya Beban itu cukup tinggi.
Namun perlu diketahui bahwa : RATE PULSA WARTEL rata-rata masih DIATAS
10.000 PULSA/ SALURAN, bahkan banyak yang lebih tinggi ( daerah2 tertentu).
Dengan kata lain : jika dimasukkan Harga MIX pulsa Lokal dan SLJJ  rata-rata
1(SATU) saluran WARTEL kontribusi-nya adalah rata2  = Rp 1,5 JUTA rupiah
!!!, jika dikali dengan HAK TELKOM 65% = Rp 975.000,- !!! Sangat jauh
dibandingkan dengan pelanggan RS ( Residensial, dan Sosial), yang sekarang
ini mungkin banyak DIKUNCI daripada dipakai-nya !!
Jika rata-rata Tagihan pelanggan RS Rp 50.000,- / bln, maka perbandingan
KONTRIBUSI saluran Wartel banding Saluran RS adalah :
=>  30 : 1   ( Fee tidak diperhitungkan )
=>  20 : 1   ( Fee diperhitungkan )
Padahal, bagi Rekan-rekan kita di OPMC / JARKAB, BIAYA PEMELIHARAAN
RATA-RATA saluran Wartel, atau saluran Residensial, Sosial, atau Bisnis,
adalah kurang lebih SAMA, dan juga rata-rata biaya investasi tiap SALURAN
itu SAMA, yang membedakan adalah STATUS saluran itu, sehingga
kontribusinya/outputnya berbeda.
Nah, dari kondisi diatas kini kita jelas kemana akan kita arahkan STRATEGI
MARKETING kita, tapi tanpa melupakan yang lain lho !
Sisi positif yang lain adalah, memberi KESEMPATAN USAHA bagi masyarakat
untuk menambah penghasilan di kondisi yang banyak PHK ini.
Sehingga karena WARTEL ini sangat potensial sekali, sehingga bulan lalu
diadakan WORKSHOP NASIONAL di Bandung, di GKP Japati tentang PENGELOLAAN
WARTELUM  ( WARTEL/TUT, TUKM/S, TUC), untuk membahas STANDARISASI
PENGELOLAAN TELUM dan dari JAWA TIMUR di Wakili 5 Orang.
Waktu Traning ISO 9000 kemarin, saya sempat diskusi dengan ATIK (AM NIAGA
CATEL TULUNG AGUNG), di CATEL Tulung Agung, dan dia mengatakan kontribusi
pendapatan WARTEL-nya adalah : 49% !! dari total pendapatan Catel Tulung
Agung. Namun dari SDM yang mengelola-nya cuman 4 Orang !! Itu-pun SDM yg
skilnya pun agak kurang. Kita akui, dulunya TELUM adalah anak bawang, tempat
buangan SDM. Tapi terus terang menurut saya itu adalah SALAH.
Bagi kami di SBB ini, TELUM adalah POTENSI, sehingga khusus salurannya
ditangani oleh OPHARSUS yang juga menangani saluran TOP 100 dan VVIP.
Sehingga komitmen kami :
1) KHUSUS PERMINTAAN PSB WARTEL, tidak ada istilah Jaringan habis / PBM.
Harus PM !!
Bila perlu kita pakai WLL/UltraPhone. Sudah ada kok perangkat Wartel yang
bisa tan[pa 16 Khz atau memakai jaringan Ultraphone aau WLL
2) PELAYANAN PSB WARTEL,  TUCP, TUSP,  untuk wilayah SBB (Surabaya Barat)
bisa dilakukan Service Point mana saja, dan Unit Pelayanan mana saja. Karena
kita telah menjalin kerja sama dengan DINAS NIAGA khusus bidang pemasaran
dan kita menempatkan SDM kita sebagai Technical Support di DINAS NIAGA,
sehingga OutLet pemasaran WARTELUM di SBB banyak.
Dan bagi saya pribadi di UNIT TELUM ini kita bisa belajar sangat banyak,
karena disini sangat lengkap :
1) SUBDIN PRANBANGMAS (Perencanaan, Pengembangan dan Pemasaran)
2) SUBDIN OPHAR (Operasi dan Pemeliharaan )
3) SUBDIN ADKUGLOG (Adm, Keuangan, SDM, dan Logistik)
4) SUBDIN AM WARTEL
5) SUBDIN WORKSHOP
Produk-produk TELUM juga cukup banyak : WARTEL/TUT, TUC (TT650, IN800, FD2U,
PLURIMA, IN715), TUKM, TUKS Off Line, TUKS On Line, Calling Card (12000,
GRATIKA, dll), TUSP, TUCP, dll.
MITRA-MITRA TELUM SBB juga cukup banyak, PT MSM, PSA, CPS, TLB, PT DELTA,
Citra BEkisar, Gratika, Natrindo, dll.
Sehingga suasana kerja di TELUM ini sangat DINAMIS dan menantang kita untuk
INOVATIF dan belajar banyak tentang trik-trik mengelola WARTELUM.
Demikian sedikit informasi dari saya, sebenarnya saya ingin sekali menulis
banyak dan diskusi dengan teman-teman sekerja yang juga dari TELUM di DATEL
lain.
Karena bagi saya pribadi TELUM is the SECOND SCHOOL, namun mulai Senin lusa
saya mesti sudah TUGAS di DINAS OPMC (Kalianak), dan meninggalkan TELUM SBB
yang penuh kenangan ini.
Dan bagi teman-teman yang sudah lama di OPMC tolong bantu saya kalau punya
trik-trik mengelola saluran telepon kita ini, khususnya buat AGOES WINDARTO,
BENNY, AGUS, rekan di OMPC SBB, please help me ya ?
Maaf teman-teman kalau emailnya kepanjangan.

See you

Barnet

-----Original Message-----
From: Agus Sunyoto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, March 09, 1999 2:01 PM
Subject: Re: [stttelkom] nanya pendapatan wartel rural


>
>-----Original Message-----
>From: Dian <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
>[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tuesday, March 09, 1999 9:07 AM
>Subject: [stttelkom] nanya pendapatan wartel rural
>
>
>>Barangkali ada rekan2 yang tau kira2 berapa
>>pendapatan wartel/produksi pulsa daerah rural.
>>Terimakasih atas infonya.
>>
>
>Tergantung daerah-nya pak dian,...
>sebagai contoh di daerah kami , untuk wartel rural rate bulanannya diatas
>10.000 bahkan ada yang sampai 25.000
>(ini akan lebih besar bila daerah rural tersebut adalah daerah TKI & TKW )
>
>Terima Kasih
>

Kirim email ke