Saya juga siap jadi saksi ............ !!!!!!!!
Ayo' teman-teman alumni jangan diam aja donk, nggak ada gunanya kalau kita cuma
ngomong di sini tanpa realisasi.
"Bukan memprovokasi lho".
Saya nggak tahu apakah besok saya masih bisa ngakses internet gratis di lab ???
Soalnya sudah ada gejala, mulai malam sabtu kemaren internet di gedung E mati, dan
baru nyala tadi pagi. (Nggak beres khan kerjanya, atau memang sengaja dimatiin ???)
Bukan cuma itu, apa yang telah dialami oleh teman-teman AII adalah suatu bentuk
pembunuhan kreativitas. Saya tidak bisa menjamin apakah teman-teman yang lain yang
mencoba untuk belajar mandiri dan mengembangkan kreativitsnya bisa berhasil kalau
suasana kampus masih seperti ini. Mencoba untuk maju aja masih dihalangi, apalagi
sampai mengaharap bantuan dari mereka....
Kira-kira profil lulusan STT Telkom akan seperti apa nantinya ???
Kalo teman-teman cuma ngomong di sini menyalahkan sana situ tanpa ada realisasi, itu
nggak akan menyelesaikan masalah. Saat ini peranan alumni sangat kami tunggu.
Bagaimana ?????????
Haminullah
*********** REPLY SEPARATOR ***********
On 15/03/99, at 12:54, B. Dinarto wrote:
>Benar !!!!
>Saya adalah salah satu saksi hidupnya.
>
>Bisa tanya ke saya tentang kejadian "pengusiran" teman - teman AII dari apa yang
>telah mereka berikan demi Civitas Akademika tercinta
>
>Dinarto
>
>*********** REPLY SEPARATOR ***********
>
>On 12/03/99, at 4:14, Dedi Suherman wrote:
>
>>Sepertinya site sttt bukan ke hack oleh Novel tapi lagi diduduki dengan
>>paksa oleh oknum-oknum aparat STTTelkom. Soalnya kemarin saya ketemu dengan
>>Eka Indarto dan dia memberitahukan kalau ruang server yang selama ini
>>dikelola oleh mahasiswa di Ged. E secara tiba-tiba diakuisisi oleh oknum
>>tadi. Akses internet ke Asrama Putra dan Putri diputus dan ruangan server
>>tsb dikunci. Dan kelihatannya aksinya yang terakhir mengganti homepage
>>STTTelkom yang notabene adalah buatan adik-adik mahasiswa menjadi homepage
>>Novel Netware tadi.... kelihatannya admin barunya nggak ngerti cara buat
>>homepage sehingga homepagenya Novel langsung dipajang saja.
>>
>>Inilah salah satu contoh arogannya pihak rektorat STTTelkom yang menurut
>>penulis masih saja menempatkan arogansi kekuasaan.
>>
>>Dedi Suherman
>>-----Original Message-----