> -----Original Message-----
> From: Taufik Hasan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 09 April 1999 15:16
> To:   Wahyudi
> Subject:      Re: [stttelkom] Fatwa Tentang KSO / JVA
> 
> 
> Ada yang menarik dari kejadian yang berlanjut saat ini yaitu 
> pembentukan opini di masyarakat:
> 
> Bahwa Mitra KSO telah melakukan investasi dan kalau terjadi "contract 
> break", karena kesalahan Mitra sendiri (default/wan prestasi), 
> TELKOM/Pemerintah tidak akan mampu menggantinya.
> Bahwa Mitra sampai saat ini telah berhasil melaksanakan isi kontrak
> dengan baik.
> Bahwa jalan keluar satu-satunya adalah pembentukan JVC, dengan 
> alternatif yang lebih disukai JVC dengan Pemerintah (TELKOM break-up)
> 
> Dua hal yang perlu dilakukan adalah mengkaji dengan baik apakah 
> statement Mitra KSO benar seluruhnya (sayang tidak pernah ada counter 
> statement dari Pemerintah langsung maupun lewat TELKOM) dan kajian 
> alternatif yang merupakan solusi kompromistis, yang TIDAK
> menguntungkan 
> ataupun merugikan salah satu fihak yang berkepentingan saja. 
> Kalau JVC jelas ada yang diuntungkan yaitu Mitra, dan yang dirugikan, 
> atau setidaknya harus menderita konsekuensi negatif, banyak, al
> rakyat, 
> pengguna, Karyawan, ("grass root") supplier dll (setidaknya ada 7).
> Perlu diperhatikan aspek yang terkait  karena KSO ini menyangkut
> politik, ekonomi dan sosial.
> Peran Manajemen TELKOM sangat dituntut untuk dapat meyakinkan
> Pemerintah 
> tentang hal ini, karena kalau tidak putusan yang diambil bisa jadi 
> tidak tahan terhadap perubahan rezim Pemerintahan
> 
> Alumni yang bekerja di TELKOM mungkin tidak bisa berperan sebagai
> fihak
> yang netral, tetapi sebuah Seminar tentang masa depan industri 
> telekomunikasi dimana KSO dapat menjadi satu kajiannya, dapat
> dilaksanakan
> oleh Almamater, didukung oleh Alumni.
> 
> Cag.
> Wahyudi wrote:
> > 
> > -----Original Message-----
> > From:   Bambang Hidayat [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent:   Wednesday, April 07, 1999 8:20 AM
> > To:     [EMAIL PROTECTED]
> > Subject:        Re: [stttelkom] Fatwa Tentang KSO / JVA
> > 
> > Rekan Alumni,
> > Saya tidak berhak memberikan fatwa, yang bisa saya laksanakan
> hanyalah
> > pandangan saya yg juga bukan merupakan pandangan yng saya sarikan
> dari
> > pendapat
> > rekan-rekan.
> > (1) Jangan confuse antara JVC (joint venture Company) dan JVA(joint
> > Venture
> > Agreement), JVA adalah isi perjanjian JVC.
> > (2) Dalam bentuk JVC, TELKOM mempunyai sharing kurang dari 100%,
> karena
> > ada
> > pemilik lain yang juga mempunyai sharing, dan pemilik lain inipun
> juga
> > dimungkinkan berjumlah lebih dari satu dan juga dimungkinkan
> emmpunyai
> > saham
> > lebih besar dari 51%, jadi kuncinya kalau TELKOM ingin berperan ya
> > sharenya
> > haruslah minimal 51%.
> > (3) Dg status JVC, tidak diperlukan lagi ada keseragaman bahwa
> aturan
> > disalah
> > satu JVC tidak harus seragam dg yg lain. Ini tergantung kinerja dan
> > Strategi
> > dari masing-masing JVC. Kecuali TELKOM mampu memanfaatkan haknya
> (kalau
> > punya ?
> > dan mau/mampu), untuk memikirkan kejayaan TELKOM.
> > (4) Kenapa TELKOM bisa sampai pd solusi JVC?, karena mitra KSO
> "sudah "
> > terlanjur invest (=hutang) dalam jumlah besar, dimana apabila
> > TELKOM/Pemerintah
> > tdk mampu "menggantinya", maka jadilah JVC, kecuali hutang tsb
> pindah ke
> > TELKOM
> > dan TELKOM mampu membayarnya.
> > (5) Apabila JVC jadi terwujud, maka yg ada adalah suatu perusahaan
> > Regional yg
> > baru, yang ingin menunjukkan prestasinya dengan mellui program
> > efisiensi, dan
> > yang paling mudah melalui cuting cost dg cara "PHK". PHK  meliputi
> > karywan yg
> > tdk match dg requirements JVC, dan hanya JVC-lah yang tahu
> kriterianya;
> > (6) Saran, tingkatkan profesionalisme rekan-rekan sekalian dan jaga
> > persatuan &
> > kesatuan. Sebagai alumni sebaiknya tidak terlalu takut pd keadaan yg
> > akan tiba,
> > bukankah kejadian yg terrjadi beruntun ditanah air kita semestinya
> bisa
> > menjadi
> > bekal terahir sebelum th 2000 ?.
> > (7) Salam Alumni (belum dikarang bunyinya apa ya ???)
> > 
> > James wrote:
> > 
> > > Mumpung ada Pak Bambang Hidayat di sini, gimana kalo Pak Bambang
> > memberi
> > > fatwa tentang masa depan KSO dan perubahan status ke JVA beserta
> > segala
> > > konsekuensinya.
> > > Soalnya pasti BDG sudah membahasnya dengan detail, bukan begitu
> pak
> > Bambang
> > > ?
> > 
> > --
> > ==================================================
> > Dr Bambang Hidayat
> > Senior Advisor, International Business Development
> > PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk
> > Office: Jl japati No 1 Bandung  40133 Indonesia
> > E-Mail :[EMAIL PROTECTED]
> > Phone  :+62-22-452-6240
> > Fax  : +62-22-452-6227
> > ===================================================
> 
> -- 
> Salam
> ===========================
> Taufik Hasan
> PT Telekomunikasi Indonesia
> Jalan Japati 1
> Lantai 3
> Bandung 40133
> INDONESIA
> Tlp: (022) 452 3323
> Fax: (022) 452 3322
> [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
> ===========================

Kirim email ke