*********** REPLY SEPARATOR ***********

On 4/10/99, at 11:29 AM, Dadang Darmawan wrote: 

>Assalamu alaikum...
>James, kayaknya dadang mulai ngerti masalahnya.
>Saya coba lihat dari dua sisi ya...
>Keberatan dosen :
>
>   * Ruangan yang digunakan adalah gedung (lab ?) yang digunakan bersama. Karena anak 
>- anak sering nongkrong di sana, ruangan jadi berantakan banget. Bagi dosen (mungkin) 
>dilihat tempat yang awalnya enak buat kerja dan belajar/praktek jadi tidak nyaman. 
>Selain itu usernya juga suka berpakaian sembarangan......padahal dalam lingkungan 
>kampus kita kan pakaiannya kudu rapi.....(maaf, nggak nuduh, cuma kira - kira aja...)

Ralat.... disana nggak ada dosen bermarkas disitu, dan perlu temen-temen ketahui bahwa 
sebelum adanya kegiatan team AII Lab itu mati tanpa kegiatan.....kalo masalah pakaian 
yahh...terus terang emang kita sering pakai baju bebas :) 

>   * Dari segi penggunaan listrik juga gede, bayangin daya yang dipakai 24 jam, 
>berapa tu bayarnyanye

Mahasiswa bayar berapa ya ????

>   * Kuncinya suka nyantol di tempat yang bukan pada mestinya (misal satpam, admin, 
>dll) sehingga kalau ada apa - apa suka repot nyari sapa yang bertanggung jawab

Betul memang pada saat itu kunci dipegang oleh admin yang mahasiswa team AII, karena 
memang waktu itu PUSKOM (Bpk Agus Setiabudi) menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya 
kepada Assisten IMS (yang kebetulan beberapa juag team AII). Jdi sebenarnya secar 
legal hal ini sudah resmi. 

>   * Akibatnya  keamanan perangkat nggak jamin, karena posisi kunci yang nggak jelas 
>dan mahasiswa yang nongkrong pun banyak, sehingga kalau ada apa - apa bingung nunjuk 
>hidung yang bertanggung jawab

Perlu diketahui yang memiliki akses ke Lab IMS juga dibatasi..Hanya yang 
berkepentingan saja yang bisa masuk. Kami di team AII juga sudah membuat aturan yang 
jelasa untuk mengatur lalu lintas keluar masuk.

>   * Masalah proyek, dosennya (katanya) nggak kebagian kalau mahasiswa aja yang kerja

Hehehehehe.....kayak nggak tau aja dosen sttt (nggak semua lho, yang bagus juga masih 
banyak) .......
Memang seharusnya Mahasiswa dan Dosen bisa "bergandeng tangan"

>
>Dari segi mahasiswa :
>
>   * Udah bentuk tim AII kok maen bubar aja, yang nunjuk kan kampus, harusnya kalau 
>ada yang salah kudu dijelasin dong salahnya ape dan dikasih kesempatan buat benerin. 
>Trus tanggung jawabnya sejauh mana, otoriter kok dipelihara...:)
>   * Plagiat murni....Ngejiplak karya orang lain tanpa malu...
>   * Inget kampus buat belajar, gimana mahasiswanya  mau pinter kalau kesempatan 
>berkembang aja di tutupi eh dikebiri....(na lo...kalimatnya agak sadis ya..)

Ini yang saya sangat sesalkan

>   * Orang udah kerja kok nggak dihargai, inget lo diluar aja orang bikin homepage 
>itu bisa dibayar mahal...Ini boro - boro nyapa, ngucapin terima kasih aja kagak....

>Nah solusi yang saya tawarkan gini :
>Kalau memang mau kembali ke lab ( tim AII jalan lagi)
>
>   * Buat aturan yang jelas, tanggung jawab mahasiswa tu sejauh mana....Biarlah 
>mahasiswa yang menggunakan tapi admin (dosen plus mahasiswa) perlu buat rambu - rambu 
>biar temen2 yang lain nggak hanya nongkrong tapi juga mempunyai rasa memiliki 
>lab....(jadi admin punya tanggung jawab terhadap perangkat, ruangan, dan kenyamanan 
>user di kampus)
>   * Kuncinya digandain, satu buat admin, satu di satpam, satu di gedung BAAK. 
>Keamanan dilimpahkan kepada user. Jadi kalau udah make ruangan, yang megang kunci 
>kudu balikin ke satpam sambil ngisi buku pengambilan kunci
>   * Waktu pemakaian diatur, lama pemakaian pada perangkat, misal : buka untuk umum 
>(mahasiswa) mulai jam a hingga b, untuk tim AII jam segini. Syukur - syukur diruangan 
>hanya ada server doang, jadi yang bisa masuk hanya anak - anak AII, sedangkan yang 
>lainnya akses dari luar ( misal dari asrama, lab, dll)
>   * Kalau ada proyek, tim AII dan dosen dilibatkan bersama....Soal honor, umumnya 
>sih dosen lebih tinggi...Bukankah dosen sudah ngasih kesempatan pada mahasiswa untuk 
>ikut proyek...Buat mahasiswa, ambil pengalaman dari kesempatan yang diberikan. 
>Pengalaman kayak gitu mahal lo nyariknya, dan nggak setiap orang punya kesempatan....
>   * Saling memaafkan deh, saya yakin itu hanya masalah miskomunikasi aja...:)
>
>Kalau nggak ketemu jalannya :
>Ya udah buat aja server tandingan di asrama putra, inget nggak James, dulu kita 
>pernah punya rencana sama Jonathan dan Ronny biar asrama jadi pusat kegiatan anak - 
>anak...Kita pernah narik kabel coax dari gedung A ke Gedung I, terus ke Asrama Putra 
>dan Asrama Putri dari Puskom (thanks atas kebaikan pak Nurain dulu...). Jadi kabel 
>sudah terkonek, tinggal terminalnya aja yang belum ada...
>
>Segi baiknya : listrik gratis, nggak perlu terlalu birokratis, bisa pakai baju bebas, 
>dan yang punya (pribadi) pasti akan selalu jaga - jaga biar komputernya nggak 
>hilang..., asrama akan lebih hidup....
>
>Mengenai proyek, nggak perlu lewat dosen...asal temen2 mau belajar banyak lo 
>perusahaan yang butuh tenaga expert di bidang IT...Jadi ini sudah kebutuhan, jangan 
>terhambat hanya masalah dosen., Do your best !!!


SETUJUUUUUU, Mas

>Btw, ini hanya usulan.....
>Moga - moga aja lekas damai...Timbul yang kerjaannya sarungan juga pernah bilang : 
>bersatu kita teguh...bercerai...kawin lagi..:)

Setuju lagi :))
Thank's buat sarannya

>Keep smiling
>Wassalam
>Dadang Darmawan

Kirim email ke