----- Original Message -----
From: nurain <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Kamis, April 15, 1999 9:29
Subject: Re: [stttelkom] sambas
> Dear Bowo,
>
> Nyesel sih kagak. Tapi, ya itu, kalau hanya untuk tulis tulis gini,
optimalisasi milis jadi terbatas. Kalau kita mau kirim attachment yang
katakanlah untuk bahan penelitian, referensi dll., khan susah, harus di edit
langsung. Atau perlu dikonversi ke HMTL, Palin text atau yang sejenis. Susah
> jadinya. Kalau ada kemudahan, kenapa kemudahan itu harus diblokir? Takut
virus? Scan McAfee terakhir sudah bisa langsung detect itu virus pada saat
di "open". Nah, kalau ada virus ya safe dulu HD, lalu kemudian scan dengan
anti virus mutakhir. Jadi alasan takut virus tak benar.
P Nurain,
Mengenai masalah attachment saya kira sebagian besar anggota milist ini
setuju jika attachment tidak bisa dilakukan melalui milist. Bukankan
attachment tetap bisa dilakukan melalui jalur pribadi. Kami yang telah lama
ikut bergabung dengan milist ini boleh dibilang sudah kapok mendapat
attachment yang tidak seharusnya diterima. Selain itu kita juga harus
mengkampanyekan gerakan hemat bandwidth karena dengan pesan yang berupa text
saja kirim pesan ke milist butuh waktu cukup lama distribusinya (kadang
sampai 0.5 jam) apa lagi dengan attachment segala. Jika mengharapkan
kesadaran dari masing-masing sangat sulit sekali karena walaupun sudah ada
aturan mainya tetap saja ada yang iseng atau ada yang belum tahu rule of
game-nya terutama anggota baru. Lagi pula milist ini bukan milist gratisan.
Rekan Ian sigit sampai teriak-teriak dan mengancam untuk menutup milist ini
hanya untuk mendapatkan dana Rp. 500.000,- untuk sewa server milist ini
selama satu tahun.
Dulu rekan-rekan stttelkom pernah menawari kami melalui saya untuk
memindahkan milist ini ke server stttelkom. Namun mereka butuh bantuan PC
atau sekurang-kurangnya harddisk. Namun tidak ada tanggapan dari anggota
lainnya. Saya kira jika P Nurain bermurah hari mau menyumbangkan satu
komputer buat server dan memberikannya ke mahasiswa untuk mengelolanya
mereka tentu akan sangat senang sekali.
Dedi