Wah, kayaknya nggak mungkin gitu deh, soalnya gaji dan bonus itu kan juga
sebagai salah satu motivasi bagi pegawai untuk meningkatkan kapabilitasnya.
Kalo dibuat merata atau sebaliknya maka yang staf/pelaksana akan tetap
pelaksana dan yang SPE/MAN bakalan nyesel (Ngapain susah-susah grade
tinggi-tinggi kalo hasilnya sama dengan yang staf). Coba diingat, kita
memberi selamat sama temen kita misalnya Setyo, Selly, dll. yang barusan
naik pangkat kan karena mereka berhak karena  mereka berhasil membuktikan
kemampuan mereka kepada manajemen bahwa kemampuan mereka melebihi kemampuan
seorang pelaksana, oleh karena itu wajarlah mendapat imbalan yang lebih
daripada rekan-rekannya yang belum naik pangkat.
Jadi yang terjadi disini bukanlah kesenjangan sosial tetapi lebih pada
keseimbangan apa yang kita berikan dengan apa yang kita peroleh.

Maaf jika ada yang salah.
-----Original Message-----
From: Satria <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, April 17, 1999 1:35 PM
Subject: [stttelkom] Tunjangan Khusus 99


>Ruby HW Wrote :
>=============
>>komen : kenapa yanh yang bonusnya gede bukan yang apling >bawah....
>>kan yang paling atas udah makmur ?
>
>Bicara ttg bonus...bukan hanya di Telkom saja..
>
>Kalo dipikir2 emang benar juga..harusnya yang namanya bonus itu makin
>kebawah makin besar...
>Kalo gaji saya kira wajar...karena mungkin sesuai porsinya..
>Jadi karna gaji udah makin kebawah makin kecil maka bonus harus
>sebaliknya..sehingga terjadi pemerataan dan bukan kesenjangan sosial...ato
>yang kaya makin kaya...yang cukup tetap aja
>

Kirim email ke