Ass.Wr.Wb Bapak-bapak dan rekan-rekan anggota mailing list yang terhormat, yang sedang dipusingkan oleh e-mail 'mengerikan' dari rekan kita Iwan Zainuri. Sebenarnya sederhana saja, Bapak-bapak dan rekan-rekan tidak perlu pusing atau marah karena apa-apa yang disampaikan itu hanyalah logika-logika praduga dari saudara kita Iwan Zainuri yang memang sedari-dulu mengasah keahlian dan kemampuannya dalam bidang ini (pekerjaan utama yang selalu menginspirasi dan memberinya semangat hidup; tapi nggak apa-apa toh kita dilahirkan berbeda, bolehhh khan !) Tuduhan tidak berdasar pertama adalah yang terkait dengan aktivitas beberapa anggota Wirasada dalam koperasi mahasiswa st3, misalnya saya pribadi yang pernah menjadi pengurus di-dua periode penuh kesadaran mengakui dalam menjalankan tugas terdapat kekhilafan-kekhilafan yang sudah saya pertanggungjawabkan dalam rapat anggota (dimana sdr Iwan Zainuri justru terlibat sangat aktif didalamnya). RAT tentu saja menilai apakah kesalahan yang terjadi adalah kesalahan-kesalahan fundamental (substansial) atau kesalahan yang operasional (bukan pada tataran ide); kesalahan substansial juga sudah diklarifikasi apakah disengaja atau tidak ada unsur kesengajaan didalamnya. Dan hasil RAT menerima pertanggungjawaban pengurus (termasuk Iwan Zainuri sebagai peserta super-aktif RAT tersebut, herannya kemudian dengan santainya dia berbalik dan membesar-besarkan kembali hal-hal tersebut diatas ?). Hal yang dipermasalahkan Iwan Z tentang pendirian Inkubator Kewirausahaan Kopma; mengenai ketidakjelasan konsep dan sebagainya sangat tidak berdasar; karena landasan berpikir berikut : 1. Pendirian Lembaga Kewirausahaan (otonomi penuh) merupakan hasil diskusi bersama wakil-wakil Kopma se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) pada acara pelatihan kewirausahaan dan manajemen koperasi (PKMK) tingkat nasional yang dilaksanakan Kopma ST3 (17-19 Oktober 1995). Konsep-nya sudah diperdebatkan dan menjadi kesepakatan bersama untuk perealisasiannya. Pengurus tentu saja merespon hasil kesepakatan bersama ini dengan pendirian inkubator tersebut. 2. Selanjutnya pendirian inkubator ini melibatkan Inkubator Bisnis Bandung-nya Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB) kerja ini sudah dirintis dan MoU antara ST3 dengan IBB-STMB sudah dilakukan dan ditandatangani langsung oleh pak Taufik Hasan (ketua ST3 saat itu) yang ditindaklanjuti oleh PKS IBB dengan Kopma yang langsung terkait dengan pendirian lembaga kewirausahaan tersebut yang selanjutnya diberinama Inkubator Kewirausahaan Kopma (IKK), adapun program kerja IKK mendapat juklak langsung dari IBB-STMB. Sebagai wadah rintisan (masih baru) maka tentu saja takes cost yang itu dibiayai oleh Kopma. Bagaimana pembiayaannya, telah menjadi pembicaraan pada RAT 1995-1996, dengan keputusan final Kopma harus melepas organisasi ini karena faktor pembiayaan dan keuangan kopma, organisasi yang masih 'bayi' ini yang selanjutnya diteruskan oleh mantan pengurus kopma pasca RAT tersebut. Secara cermat dapat dipahami bahwa kopma sebagai organisasi PSDM (pemberdayaan SDM) sudah seharusnya menciptakan terobosan-terobosan aktivitas PSDM yang sesungguhnya dan tidak hanya berkutat pada kegiatan usaha eksisting. CSED-nya ITB juga bermula seperti ini, kita tentu saja tidak mengikuti mentah-mentah, karena konsep IKK yang kita kembangkan mendapat bimbingan dan komitmen langsung dari IBB-nya STMB. Komitmen personal IBB-STMB ini lumayan besar, sayang oleh ulah oknum beberapa orang dalam RAT yang menggagalkan kelangsungan IKK menjadikan beberapa bentuk dukungan kongkrit IBB-STMB tidak jadi diberikan. Sampai hari ini-pun jika pengurus kopma ingin memanfaatkan hubungan dengan STMB dalam kerangka PSDM masih welcomed. Sekali lagi, peran kopma untuk membangun relasi sebanyak mungkin yang kemudian relasi ini bisa dimanfaatkan oleh anggota Kopma sehingga anggota kopma dapat merintis masa depannya secara pasti adalah paradigma yang harus dijalankan kopma, sayangnya paradigma ini tidak begitu didukung oleh Anggaran Dasar (AD) kopma hingga saat ini. Visi saya waktu menjadi pengurus dan (sampai sekarang) tentang fungsi kopma masih seperti itu ... jadi kopma benar-benar sebagai wadah 'candradimuka' PSDM yang secara kongkrit memunculkan entre dan intrapreneur baru... nah jika dari kopma muncul Wirasada-Wirasada yang lain dengan core dan segment yang berbeda yaa bagus sekali ... monggo... apalagi kemudian Wirasada baru ini memperkuat Kopma dalam pola simbiose mutualisme ... khan ok konsepnya ... Nah, yang dilakukan Iwan adalah memutuskan jalur Wirasada dengan Kopma (juga Kampus) lewat tulisan tulisan tidak berdasarnya ... Demikian bapak-ibu dan rekan-rekanita sekalian... jangan lupa baca mail kami pada topik lainnya. Wassalam khalid (eks-112940107)
