FYI,
Hari ini saya mendapat kabar dari personel OPHAR DIVRE VII (Mr. Benny) bahwa
telah terjadi akuisisi PT. CSM (u/ layanan VSAT) di wilayah DIVRE VII (dalam
hal ini BSI) yang telah disetujui oleh Dirjen Postel dengan
menggunakan/meminjam nama DIVRE VII.

Kesimpulan dari berita diatas menurut "saya" adalah sebagai berikut :

1. KM77 tentang hak monopoli penyelenggaraan telekomunikasi dalam negeri
pasal 6 dan 7 (isinya saya simpulkan : Hanya TELKOM yang berhak
menyelenggarakan hubungan telekomunikasi khusus) tidak berlaku lagi karena
yang menyelenggarakan dalam hal ini DIVRE VII.

2. Banyak sekali pelanggan yang sifatnya LDS tetapi sharing pendapatannya
tidak masuk ke korporit (baca : DIVNET), juga tidak masuk dalam MTR alias
semua masuk ke kantong KSO. (Ini termasuk hubungan telekomunikasi khusus
yaitu pihak provider (baca : CSM) menarik nomor telepon ke lokasi yang
menjadi tujuan pelanggan (LDS), misal UP-DPR, yang artinya menghilangkan
pendapatan DIVNET di SLJJ-nya dan apabila hal ini disambungkan dengan PSTN
setempat di kombinasi dengan fasilitas PABX, memungkinkan sekali hubungan
antara kota tersebut murni lokal)

3. Disamping itu berapapun pelanggan yang akan dilayani oleh DIVRE VII yang
melalui VSAT (mereka) penyediaan transponder tidak akan berbayar ke DIVNET.

Mohon koreksinya bila kesimpulan di atas salah dan terima kasih atas
tanggapan yang akan diberikan, karena jika hal ini dibiarkan maka tidak
menutup kemungkinan DIVRE KSO yang lain akan melakukan hal yang sama.

Danny A. Idiarto
Gerakan Peduli TELKOM

Kirim email ke