Tujuh Persamaan runtuhnya Baghdad 2003 dan Baghdad 1258 

Betapa miripnya kemarin dan hari ini! Baghdad diruntuhkan Amerika 2003 dan 
Tartar
(Mongol) 1258. sejarah terus berulang. Esensinya tetap sama, hanya pelaku, waktu
dan tempat saja yang berbeda. Duhai, merekalah Ulul Albab yang dapat mereguk 
manisnya
“hikmah”. Mereka yang berkaca dan mengambil pelajaran dari sejarah. Bukankah
Al-Qur’an sendiri telah menyampaikan pada kita tentang kisah-kisah.

 

Apa yang terjadi di Irak sekarang belumlah apa-apa. Tujuh
setengah abad lalu, Baghdad
juga diluluhlantakkan dengan kebiadaban yang sama. Marilah kita renungkan
sejarah untuk belajar masa depan. Ya, untuk belajar masa depan! Sebab hal-hal
mendatang merupakan rangkaian kelanjutan dari masa silam.

 

Keadaan
     muslimin pada tahun 1258 & 2003.

Sebelum diserbu Tartar, umat Islam
sedang terpecah-belah dan saling bertikai (Khawarizmy di Turkistan dan
Abbasiyah di Irak. Ayyubiyun di Syam dan Mamalik di Mesir). Kaum Muslimin juga
belum selesai dari Perang Salib yang berkepanjangan dengan Salibis Eropa.

Sebelum diserang AS, Irak juga berperang
dengan Iran
(perang Teluk I). Irak dan Kuwait
(perang Teluk II). Kaum Muslimin juga baru saja memerdekakan diri dari Perang
Kolonialisme dan Imperalisme Eropa.

 

Para Penguasa Muslim 1258 & 2003.

Era sebelum 1258 adalah masa
ketidakstabilan dinasti. Irak dikuasai Abbasiyah yang hanya sebatas Baghdad, 
diperintah oleh
khalifah lemah al-Musta’sim Billah. Mesir sendiri baru peralihan dinasti dari
Ayyubiyah ke Mamalik. Diperintah seorang anak kecil usia 15 tahun, Nuruddin
Ali. Di Syam diperintah raja Damaskus, An-Nashir Yusuf, cucu Shalahuddin Ayyub,
seorang pengecut yang memilih berkhianat dan punya peran penting ketika Tartar
menyerang Baghdad.
Mereka semua dalam diam turut bersorak atas kejatuhan Baghdad dan lenyapnya 
Dinasti Abbasiyah.

Adapun sebelum tahun 2003, Timur
Tengah diperintah oleh diktator2 lama, yang asyik bertahta sendiri. Baik Mesir,
Yordan, Syria, maupun Saudi, sibuk dengan
permasalahan internal. Ketika Baghdad takluk dan Saddam tertangkap, serta-merta
mereka mengucapkan selamat pada musuh karena telah melenyapkan ancaman dan
sumber bahaya di Timteng.

 

Tartar/Mongol
     dan Amerika

Tartar tak pernah terdengar dalam panggung
peristiwa dunia kalau saja Jenghis Khan tidak memproklamirkan Imperium Mongolia
tahun 1206. Mereka akan terus-menerus saling bertikai dan terkurung daratan
besar dan Gurun Gobi. Abad ke-12 dunia dikejutkan dengan laskar dahsyat dari
timur menjajah Eropa dan Asia. Siapakah
Tartar? Mereka kaum tanpa sejarah, tanpa peradaban, tak terdengar dan tak
diketahui dunia. Tiba-tiba begitu saja menjadi kaum penjajah dunia.

Amerika adalah negeri
antah-berantah ketika Eropa menjadi penguasa dunia. Tak punya catatan, tak
punya kiprah, tak punya peradaban. Hingga orang2 pelarian dan narapidana dari
benua biru itu berimigrasi besar-besaran ke Amerika dengan membunuhi suku
Indian. Barulah di abad 17&18 Amerika diperhatikan gara-gara dijadikan medan 
perang saudara ras
Eropa. Setelah PD II, Amerika muncul sebagai negeri super-power, menjajah
dunia dan berlagak sebagai pemilik dunia. Tartar dan Amerika kaum yang
sama-sama tak punya sejarah peradaban.

 

Klaim
     dan alasan menggempur Baghdad.

Hulagu Khan telah dititahkan Mongke
Khan dari Karakorum, ibukota Mongolia, untuk menggempur Baghdad dengan atau 
tanpa alasan! Abbasiyah
dahulu menikmati masa2 damai dengan Tartar ketika periode anak2 Jenghis Khan.
Khalifah al-Mustanshir Billah saling bertukar hadiah dengan Mongolia yang 
menguasa Iran utara dan
saling menghormati perbatasan. Ketika seluruh negeri Iran
dikuasai, Tartar memutuskan persahabatan dan berhasrat menguasai Baghdad. 
Dalihnya ingin
membebaskan rakyatnya dari khalifah lemah dan menggantinya dengan orang yang
cakap. Apapun alasannya, hanyalah untuk mereguk kekayaan Baghdad sebagai negeri 
termaju kala itu.
Dengan limpahan emas dan peraknya.

Amerika menjadi sekutu Irak ketika
pecah Perang Irak-Iran (perang Teluk I). Namun berbelot menjadi musuh setelah
Saddam membangkang. Sejak lama sekali mereka ingin menguasai minyak Irak. Lama
sekali! Dan baru 2003 hasratnya kesampaian. Tak penting lagi dalih ataupun
alasan. Entah itu senjata pemusnah missal, membebaskan rakyat dari diktator
Saddam, atau melenyapkan terorisme! Tak penting lagi alasan dan dalih. Yang
pasti mereka pasti menduduki Baghdad!
Apa bedanya minyak dengan emas dan perak?!

 

Kekejaman
     dan kebiadaban

Tartar berperang untuk
menghancurkan peradaban. Mereka sama sekali tak peduli dengan jerih payah
membesarkan kebudayaan. Tujuan berperangnya meratakan seluruh isi kota. 
Membunuh,
memperkosa, membakar, dan merampok. Delapan ratus ribu lebih mayat
bergelimpangan di Baghdad
hanya dalam hitungan hari. Mereka masuk dan tak keluar lagi. Hulagu lantas
mendirikan Dinasti Ilkhan.

Tak jauh beda dengan Amerika. Sejak
tahun 2003, mayat-mayat bergelimpangan di Baghdad.
Baik rakyat sipil, maupun mujahidin. Tiap hari kekerasan berdarah di mana-mana.
Ratusan ribu sudah yang jadi korban. Dan Amerika datang tak mau pergi lagi. 
Dengan
berbagai dalih mereka ingin terus berkuasa di sana. Lima
tahun sudah, perang telah lama usai. Dan mereka enggan kembali.


################ SPONSOR ##################
Milis ini disponsori juga oleh Penerbit Boki Cipta Media -Penerbit buku best 
seller berjudul �Janji & Komitmen SBY-JK Ternyata Hanya Angin?� oleh Rudy 
S.Pontoh. Lihat video dan bukunya di: http://janjisbyjk.blogspot.com/
Download ebook reviewnya di: http://www.driveway.com/c4u4b1u2l3

PEMBERI TESTIMONI: Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, M.A (Aktivis), Usman Hamid 
(Koordinator Kontras), Ratna Sarumpaet (Aktivis dan Seniman), Sys NS (Ketua 
Umum DPP Partai NKRI - Negara Kesatuan Republik Indonesia), Prof. Dr. Amran 
Razak, SE, MSc (Guru Besar FKM Universitas Hasanuddin Makassar), Vera T. 
Tobing, SH (Advokat pada Kantor Pengacara Vera Tobing & Patners Jakarta), Dr. 
Taruna Ikrar, M.Pharm., Ph.D (Founder CFIS, Jepang), Ahmad Ushtuchri, SE 
(Pimpinan Pondok Pesantren di Bekasi), Prof. Dr. Maizar Rahman (Gubernur OPEC), 
Mohammad Aqil Ali, SH (Advokat pada HWS & Partners, Wisma Kemang, Jakarta 
Selatan), Andi Alfian Malarangeng (Juru Bicara Presiden RI), M. Farhat Abbas, 
SH (Advokat pada Kantor Pengacara Farhat Abbas & Rekan), Ratih Sanggarwati 
(Artis dan Pengusaha), Josephine Mathilda (Aktivis Persaudaraan Poso), Wimar 
Witoelar (Tokoh Terkenal), Muhammad Ikbal, SH (General Manager PT BBS), Mulyani 
Hasan (Penulis dan Wartawan Bandung), M.Dahlan Abubakar (Staf Pengajar Fakultas 
Sastra Unhas Makassar), Dedeng Z (Staf Pengajar Fak. Hukum UNSRI), Dr. Anwar 
Wardy W, Sp.S, DFM (Badan Narkotika Nasional), Abd. Farid, SH (Jaksa pada 
Kejaksaan Negeri Cikarang), Zikroen Habibie (Aktivis Forum Poso Bersatu), 
Ardian Arda (Sekretaris Umum DPD I HMPII), Sopian (LG Electronics Indonesia), 
Wahyu Kuncoro, SH (Konsultan Hukum di Tangerang), Lambertus L. Hurek (Redaksi 
Berita di Radar Surabaya), dll.
################ SPONSOR ##################


Persekutuan.

Tartar menjalin sekutu yang luar
biasa. Dari kaum salibis, penguasa muslim, hingga pengkhianat dari dalam.
Salibis: Hethum I, Raja Armenia
Cecilia. Tartar butuh pengalaman perang Armenia yang terus-menerus
berperang dengan kaum Muslimin. Juga dengan penguasa Antakeya dan Tripoli, 
Bohemund VI. Kemudian
penguasa muslim: Penguasa Turki Saljuk, Kaykaus II dan Qalj Arslan IV, Raja
Nashir Yusuf Ayyubi, dan Badaruddin Lu’lu, penguasa Mosul. Mosul
sebagai basis suku kurdi malah dijadikan pangkalan militer Tartar dalam
penyebrangan ke Baghdad.
Kemudian Makyka, pemimpin Nashrani di dalam Baghdad, dan yang paling hebat
Perdana Menteri Ibnu al-‘Alqamy, pengikut Syiah fanatik, yang mengkhianati 
khalifah
hanya gara2 konflik Syiah-Sunni.

Amerika menjalin sekutu dengan
Inggris, Spanyol, Korsel, Australia, Italia dll. Inggris
dibutuhkan karena pengalamannya menjajah Irak. Kemudian Amerika menjalin sekutu
dengan Kurdi di Irak Utara. Dan memakai pangkalannya di Turki, Kuwait
dalam menyerang Irak. Amerika juga memprovokasi kaum Syiah untuk mendukung aksi
mereka dalam pembebasan Irak.

 

Strategi
     dan perlakuan.

Tartar mengepung dan memborbardir Baghdad. Meminta tentara
muslimin menyerah dan menghancurkan benteng dan segala parit jebakan. Membunuh
anak-anak khalifah dulu, baru menyiksa khalifah dalam tawanan, setelah itu
khalifah dibunuh dengan dibungkus karpet dan dinjak kuda agar darahnya tidak
jauh ke bumi, sesuai mitos kepercayaan Tartar.

Amerika juga mengepung Baghdad, memborbardir
dengan pesawat tempurnya, meminta pasukan garda revolusi agar menyerah, dan
menghancurkan senjata pemusnah massal. Quday dan Usay juga dibunuh, kemudian
Saddam ditangkap dan dipenjara, setelah itu ia mati digantung, padahal Saddam
ingin meninggal ditembak.

 

Apa yang terjadi di Irak tidaklah
secara tiba-tiba. Konflik antara Syiah dan Irak sejak lama telah bergelora,
jauh sebelum 2003, jauh sebelum 1258, bahkan sejak wafatnya Sahabat Ali, Husein
bin Ali, dan Zaid bin Ali bin Husein.

 

Bagaimana sebenarnya pengkhianatan
di Baghdad?
Apakah sebenarnya yang terjadi tahun 1258? Semua itu dibahas tuntas di novel 
sejarah
Takdir Cinta. Dalam prahara runtuhnya Baghdad
1258. Dibumbui kisah cinta gadis Syiah dan lelaki Sunni? Mungkinkah itu terjadi…
Dapatkan segera Takdir Cinta di toko buku Gramedia terdekat di kota anda!

 

Novel ini ditulis oleh mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh S2 di 
Universitas
al-Azhar, Cairo.
Bukan terjemahan, juga bukan saduran, tapi karya orisinil dengan penelurusan
literatur yang mumpuni. Indra San Meazza, yang juga alumni Ponpes Darussalam
Gontor ini mengambil jurusan at-Tarikh al-Islamy (Sejarah Islam) sebagai
konsentrasi akademisnya.

http://indrasanmeazza.multiply.com/

 

Penulis : Indra San Meazza

Judul Buku : Takdir Cinta

Format : 13 x 20.5 cm

Tebal : 424

ISBN : 979-1367-37-0

Harga : Rp. 43.500,-

Lingkar Pena Publishing

Jl. Merdeka Raya Blok IV No. 5 Depok 16411

Telp. 021-7712100 fax : 021 - 7700456

e-mail : lingkarpena @ gmail . com

 

Wassalam



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke