Daftar berita terlampir: * 25 Pabrik Cemari Kali Tengah (2001-05-08) * PDAM Jernihkan Air Kali Surabaya (2001-05-08) * Sungai Progo Bisa Membawa Sial (2001-05-05) TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ 25 Pabrik Cemari Kali Tengah http://www.kompas.com/kompas-cetak/0105/08/JATIM/pabr25.htm Buangan limbah 25 pabrik di Kali Tengah akhirnya mencemari Kali Surabaya yang merupakan sumber air minum warga Surabaya. Muara Kali Tengah di Kali Surabaya berjarak tidak sampai satu kilometer dari Instalasi Penjernihan Air (IPA) PDAM Karangpilang. Menurut data Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Jawa Timur yang diambil bulan November 1999, parameter BOD (biological oxygen demand) di Kali Tengah rata-rata 200 mg per liter. Sementara, besarnya parameter COD (chemical oxygen demand) Kali Tengah rata-rata 400 mg per liter. Target BOD dan COD untuk Kali Surabaya sebagai sumber air PDAM adalah 6 mg per liter dan 10 mg per liter. (Kompas, 2001-05-08) PDAM Jernihkan Air Kali Surabaya http://www.kompas.com/kompas-cetak/0105/08/jatim/pdam25.htm Di tengah sorotan terhadap kualitas air Kali Surabaya yang dipakai untuk air baku PDAM, perusahaan daerah ini tetap memilih untuk meningkatkan kecanggihan teknologi guna penjernihan air, daripada mengambil dari sumber air Mojokerto atau Kali Pelayaran. Alasannya, untuk mengalirkan air dari Mojokerto harus melakukan pipanisasi sepanjang 40 kilometer yang investasinya sangat besar.Demikian dikemukakan Direktur Utama PDAM Surabaya, Sukendro Basuki di Surabaya, Sabtu (5/5). "Semua sarana yang diwajibkan dalam Permenkes 416/Menkes/Per/90 tertanggal 30 September 1990 itu, sudah dipenuhi termasuk kewajiban memiliki alat pemantau bahan-bahan organik/Gaschromatografi Masspektro Fotometris (GC) dan pemantau logam berat/Atomicabsorbber Spektrofotometer (AAS)," katanya. (Kompas, 2001-05-08) Sungai Progo Bisa Membawa Sial http://www.kompas.com/kompas-cetak/0105/05/DAERAH/sung20.htm DERASNYA aliran air Sungai Progo tidak menjadi penghalang bagi ratusan penduduk desa di sekitar Kabupaten Kulon Progo dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengeruk pasir dari sungai itu. Mereka seakan tidak peduli terhadap ancaman banjir besar yang dalam waktu singkat bisa merenggut nyawanya. Itulah pemandangan sehari-hari di sungai yang memisahkan antara Kabupaten Kulon Progo dengan kabupaten lain sebelah timur dalam wilayah DIY itu. (Kompas, 2001-05-05) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
