Daftar berita terlampir: * Sungai Kahayan Makin Tak Ramah * Misteri Sungai Progo... Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Sungai Kahayan Makin Tak Ramah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1330 SUNGAI Kahayan yang memisahkan wilayah Kota Palangkaraya dengan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), dulu dirasakan sangat membantu masyarakat di perkotaan hingga pelosok pedalaman. Sungai itu pernah menjadi andalan transportasi barang dan penumpang serta pintu gerbang untuk mengeluarkan hasil hutan. Buktinya, sebagian besar permukiman terletak di tepian sungai itu. Hal lain yang perlu dicatat. Sungai Kahayan juga berjasa mengangkat nama besar PT Barito Pacific Group, PT Tanjung Raya, dan PT Djayanti Djaya masuk dalam daftar pengusaha sukses nasional, bahkan layak mendapat sebutan konglomerat. Memang mereka membangun industri di luar Kalteng, tetapi semua sumber bahan baku dalam bentuk kayu bulat sebagian besar dihilirkan dari Sungai Kahayan. (Kompas, 2001-07-18) Misteri Sungai Progo... http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1341 SUNGAI Progo yang mengalir dari Gunung Sindoro, Merbabu, dan Merapi, dan bermuara di Samudera Indonesia, sepintas tampak tenang. Pada musim kemarau, orang desa yang menambang batu dan pasir bisa melintasinya tanpa perlu menggulung celana sampai di atas lutut. Namun, di kalangan penggemar olaharaga lintas alam (hash), sungai yang mengalir sepanjang 145 km itu, justru dianggap angker. "Dari dulu, kita selalu menganggap sungai itu berpotensi membuat orang celaka. Di balik ketenangan dan kedangkalannya, tiba-tiba air sungai bisa menenggelamkan orang," tutur Ali Subagyo (46), kakak kandung Suhartono alias A Wen (42), satu dari empat hasher yang tenggelam di Sungai Progo hari Minggu lalu. (Kompas, 2001-07-18) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
