Daftar berita terlampir:
* 11 Sungai Besar Kembali Mendangkal
* Waduk Batutegi Mulai Digenangi
* Warga Kedungombo Ancam Keringkan Waduk
* Kali Ciliwung di KRB Diduda Tercemar Limbah KFC


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



11 Sungai Besar Kembali Mendangkal
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1738
Hujan yang tidak turun selama tiga pekan terakhir membuat alur 11 sungai besar di 
Kalimantan Tengah, kembali surut. Akibatnya, transportasi sungai ke arah hulu terhenti 
total dan pasokan bahan pokok ke pedalaman kembali terhenti. Di hulu Sungai Barito 
(wilayah Kabupaten Barito Utara), sekarang ini harga sembilan bahan pokok mengalami 
kenaikan rata-rata 25 persen. Lalu lintas di sungai hanya sampai di Puruk Cahu, 
setelah itu hanya mengandalkan jalan koridor Hak Pengusahaan Hutan (HPH) untuk 
menembus ke pedalaman.

Kepala Bagian Humas Pemda Barito Utara Muhammad Wa'il yang dihubungi dari 
Palangkaraya, Kamis (23/8), membenarkan terganggunya pasokan bahan pangan ke pedalaman 
Barito Utara itu. Kapal barang hanya mampu berlayar sampai ke Puruk Cahu (terletak 102 
km arah utara Muara Teweh ibu kota Kabupaten Barito Utara).
(Kompas, 2001-08-24)



Waduk Batutegi Mulai Digenangi
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1739
Setelah berjalan lebih dari 20 tahun pembangunannya, Waduk Batutegi di Lampung, Kamis 
(23/8) mulai digenangi air. Waduk yang menelan dana investasi lebih dari Rp 1,3 
trilyun itu akan mengairi sekitar 70.000 hektar sawah.

Penggenangan (impounding) waduk ditandai dengan pemukulan gong dan penekanan tombol 
sirene oleh Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil), Soenarno. 
(Kompas, 2001-08-24)



Warga Kedungombo Ancam Keringkan Waduk
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1746
Sekitar 100 orang yang mengaku korban proyek pembangunan Waduk Kedungombo, Kamis 
(23/8) sekitar pukul 13.00 menggelar aksi tabur bunga dan menghanyutkan pocong di 
tengah waduk, sebagai simbol korban Kedungombo. Warga yang menaiki empat perahu motor 
tempel mengancam akan segera mengeringkan waduk tersebut jika pemerintah tidak 
menuntaskan ganti rugi bagi korban proyek Kedungombo.
Dari tengah waduk di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, 
massa yang mengaku dari Kabupaten Boyolali, Sragen, dan Grobogan, mendatangi Anjungan 
Wisata dan pintu air Waduk Kedungombo di desa tersebut. Di tempat ini massa yang 
dipimpin Koordinator Aksi, Paris Rajanto, mengajukan tuntutan dan ancaman.
(Kompas, 2001-08-24)



Kali Ciliwung di KRB Diduda Tercemar Limbah KFC
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1749
Rasa ayamnya renyah dan gurih. Tapi limbahnya, nanti dulu. Karena limbah rumah makan 
yang khusus menjual ayam goreng inilah Kebun Raya Bogor (KRB) kini dihadapi masalah. 
Keindahan dan kebersihan kali Ciliwung yang mengalir di Kebun Raya Bogor kini mulai 
terusik oleh pencemaran limbah. Airnya menjadi bau.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (KPKT) Kebun Raya Bogor (KRB), Dedy Darnaedi 
mengatakan, limbah pencemaran yang mengakibatkan air kali Ciliwung berbau, diduga 
berasal dari restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) yang berlokasi di jalan raya 
Pajajaran, Kota Bogor.
(Republika, 2001-08-24)




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id


Kirim email ke