Daftar berita terlampir:
* Pemkab Bekasi Berjanji Serius Tangani Pencemaran
* Pencemaran Deterjen di Kalimas Makin Berat
* Menyusuri Sungai Muru 
* Memprihatinkan, Pencemaran Sungai di Bekasi
* Transportasi ke Pedalaman Kalimantan Tengah Terganggu 


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Pemkab Bekasi Berjanji Serius Tangani Pencemaran
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2847
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan mencari solusi terbaik guna mengembalikan 
kondisi sejumlah sungai di Bekasi yang sudah tercemar. Apalagi, tingkat pencemaran 
tersebut sudah memprihatinkan. Selain itu, Pemkab akan melakukan kerja sama dengan 
pihak ketiga melakukan normalisasi kualitas air sungai yang sudah tidak bisa lagi 
dikonsumsi masyarakat.

"Pemkab akan bekerja serius untuk menanggulangi masalah pencemaran sungai di Bekasi 
yang sudah mencapai taraf memprihatinkan," ungkap Bupati Bekasi H Wikanda Darmawijaya, 
menanggapi hasil penelitian Pusat Peranserta Masyarakat mengenai buruknya kualitas air 
sungai di Bekasi, Kamis (28/12).
(Suara Pembaruan, 2001-12-31)



Pencemaran Deterjen di Kalimas Makin Berat
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2861
Pencemaran deterjen di Kalimas Surabaya sekarang ini tampak semakin berat. Hal itu 
terlihat dengan banyaknya busa pada permukaan air yang mengalir di kali yang membelah 
Kota Surabaya itu. 
Pengamatan Kompas di lapangan, Sabtu (29/12), menunjukkan, pencemaran deterjen tampak 
di sekitar daerah Gubeng dan Kayun. Terutama di dekat Dam Gubeng, busa melimpah di air 
terjun dam, seperti air sabun yang diaduk. Makin pekat pencemarannya, buih makin 
tebal. 

Wakil Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Jatim Antoro 
Hendra Sanjaya mengatakan di Surabaya, Sabtu, pencemaran limbah deterjen seperti itu 
biasanya memang berasal dari hotel dan rumah sakit di sekitar Kalimas. 
(Kompas, 2001-12-31)



Menyusuri Sungai Muru 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2848
Kabupaten Pasir sebenarnya mempunyai objek wisata ilmiah kelas dunia yang banyak 
menarik perhatian ilmuwan dari mancanegara. Bila dilakukan penelitian akan bisa 
disingkap rahasia alam. Lokasi wisata ilmiah itu terletak beberapa kilometer dari 
simpang tiga Kuaro - Tanah Grogot, atau sekitar 30 kilometer dari ibu kota Kabupaten 
Pasir, Tanah Grogot. 

Tidak ada data yang pasti tentang berapa banyak peneliti geologi yang sudah berkunjung 
ke daerah ini. Namun, menurut Sekretaris Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Kalimantan 
Timur, Ir Suta Vijaya, berdasarkan perkiraan, tidak kurang dari 1.000 peneliti dan 
mahasiswa geologi dari berbagai negara pernah mengunjungi singkapan lempengan batu di 
Sungai Muru yang berjarak 115 kilometer dari Balikpapan. 

(Suara Pembaruan, 2001-12-30)



Memprihatinkan, Pencemaran Sungai di Bekasi
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2859
Puluhan Ribu Warga Petambak Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Pencemaran limbah industri ke beberapa sungai dan pantai di Bekasi sudah mencapai 
taraf yang memprihatinkan. Oleh sebab itu pemerintah diharapkan turun tangan mengatasi 
hal ini karena sudah merugikan masyarakat banyak.

Pencemaran terjadi antara lain di sungai CBL, Kali Ci-kedokan, Kali Bojong, dan Kali 
Cikarang. Akibatnya, puluhan ribu warga yang menggantungkan hidupnya pada sungai dan 
tambak terancam kehilangan mata pencahariannya. 
(Suara Pembaruan, 2001-12-27)



Transportasi ke Pedalaman Kalimantan Tengah Terganggu 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2822
Transportasi sungai ke pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng) terganggu lagi akibat 
mendangkalnya alur Sungai Kahayan yang menjadi urat nadi utama lalu lintas. Akibatnya, 
sekitar 72.000 keluarga di daerah pedalaman, kini terancam kekurangan kebutuhan pokok.

Demikian pemantauan dan keterangan warga pedalaman Kahayan yang dihimpun Kompas, Kamis 
(20/12), di Dermaga Flamboyan, Palangkaraya.

Mendangkalnya alur Kahayan tersebut mengakibatkan sekitar 40 kapal tertahan di Dermaga 
Flamboyan. Kapal-kapal itu memiliki kapasitas angkut rata-rata dua ton. 
(Kompas, 2001-12-21)




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id


Kirim email ke