Daftar berita terlampir: * Mata Air DAS Brantas Dihutankan Kembali * Menneg LH Harus Berikan Solusi Pencemaran di Bekasi' * Abrasi di Sungai Siak Meluas
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Mata Air DAS Brantas Dihutankan Kembali http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2948 Salah satu kawasan hutan mata air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas di Batu, Selasa (15/1) pagi ini, dihutankan kembali. Kegiatan reboisasi ini diharapkan akan menghutankan kembali lahan seluas 33 hektar di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, masuk di wilayah Resor Polisi Hutan (RPH) Punten, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pujon, Malang. Berdasarkan pemantauan Kompas, pada saat ini sebenarnya masih banyak lagi areal perbukitan di Batu yang harus segera dihutankan kembali. Contohnya, puncak bebukitan yang tampak dari sekitar Taman Rekreasi Selecta sudah gundul. (Kompas, 2002-01-15) Menneg LH Harus Berikan Solusi Pencemaran di Bekasi' http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2942 Menyusul semakin tercemarnya pesisir pantai utara di Bekasi, Pusat Peranserta Masyarakat (PPM), sebuah LSM, meminta Menneg Lingkungan Hidup memberikan solusi pemecahannya. "Kami sudah memberikan data-data tentang pencemaran sungai tersebut, namun sampai saat ini Pemkab belum optimal dalam menangani masalah ini. Karena itu, kami telah mengontak pihak Menneg Lingkungan Hidup (LH) untuk ikut memberikan kebijakan dalam masalah ini," kata Ketua Presidium PPM, Nur Hasan Ashari, kemarin (10/1). Menurut Nur Hasan, ketika dirinya mengontak dengan Menneg LH, mereka menyambut dengan baik dan memberikan kesempatan untuk bertemu Menneg LH Nabiel Makarim pada 15 Januari mendatang dan membahas masalah tersebut. (Republika, 2002-01-11) Abrasi di Sungai Siak Meluas http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2934 Pembangunan Turap Lanjutan Masih Menunggu Anggaran 2002 Meluasnya abrasi tebing Sungai Siak (Riau), yang mengancam permukiman penduduk, makin mengkhawatirkan. Kini sebagian tebing sungai runtuh. "Kita takutkan kawasan ramai penduduk di pinggir sungai akan turun terkena abrasi. Kondisi ini harus segera diatasi, sebelum jatuh korban dan kerugian yang lebih besar," kata Bupati Siak Drs Arwin AS kepada Pembaruan, baru-baru ini, di Pekanbaru. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Siak untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang lebih parah akibat abrasi ini adalah membangun turap sepanjang 800 meter di beberapa kawasan. (Suara Pembaruan, 2002-01-09) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
