Daftar berita terlampir:
* Kondisi Waduk Cirata Makin Memprihatinkan
* Semua Sungai Besar di Kalteng Tercemar Merkuri
* DAS Citarum Rusak Berat
* DAS Citarum Tercemar Berat
* Cadangan Air Waduk di Sragen untuk 90 Hari
* Sungai Citarum sudah Tercemar sangat Berat
* Sungai Musi Riwayatmu Kini


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Kondisi Waduk Cirata Makin Memprihatinkan
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4353
Keberadaan Waduk Cirata sebagai sumber listrik tenaga air berkekuatan 1.000 megawatt 
(MW) kini dalam kondisi yang memprihatinkan. Sedikitnya 30.000 petak jaring apung 
milik masyarakat membentang di waduk ini yang berakibat pengendapan limbah secara luar 
biasa.

Kepala Badan Pengelola Waduk Cirata Eman Surachman di sekitar Waduk Cirata, Cikalong 
Wetan, Kabupaten Bandung, Rabu (26/6) mengatakan, pengendapan limbah pakan ikan telah 
cukup mengganggu turbin pembangkit listrik di waduk itu.
(Kompas, 2002-06-27)



Semua Sungai Besar di Kalteng Tercemar Merkuri
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4356
Semua sungai besar di Kalimantan Tengah (Kalteng) positip tercemar air raksa (merkuri) 
yang bersumber dari kegiatan penambangan emas tradisional di sepanjang sisi kanan-kiri 
maupun di anak-anak sungainya. Kenyataan itu sekaligus memupus ambisi Kalteng untuk 
menjadi produsen air bersih terbesar di Indonesia.

Menurut hasil pemeriksaan laboratorium Badan Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan 
Hidup Daerah (BPPLHD) Kalteng, setiap ikan dari perairan tersebut positip tercemar air 
raksa. Karena itu, penggunaan air raksa dalam praktik penambangan tradisional itu 
harus segera ditertibkan untuk menghindari bencana yang lebih dahsyat seperti pernah 
terjadi di Minamata.
(Kompas, 2002-06-27)



DAS Citarum Rusak Berat
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4358
Indahnya panorama Sungai Citarum tinggal kenangan. Menyusuri daerah aliran sungai 
(DAS) ini dengan perahu kecil, makin sulit dilakukan. Pencemaran dan laju sedimentasi 
yang cepat telah merenggut pesona dan sekaligus mendangkalkan sungai kebanggaan warga 
Jawa Barat ini.

Penelitian melalui citra satelit menunjukkan, DAS Citarum rusak berat. Dari luas DAS 
6.614 km2, hanya tinggal sembilan persen saja yang berada dalam kondisi baik. 
''Sisanya sudah mengalami kerusakan berat,'' ungkap Ketua Masyarakat Cinta Citarum Dr 
Kuntoro Mangkusubroto kepada wartawan, Rabu (26/6), di sela-sela Semiloka Pengelolaan 
Sumberdaya Lingkungan DAS Citarum, di Jakarta.
(Republika, 2002-06-27)



DAS Citarum Tercemar Berat
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4361
Dalam dua dekade terakhir, Sungai Citarum menunjukkan kondisi sangat memprihatinkan. 
Kerusakan lingkungan daerah aliran sungai (DAS) sungai ini, baik di bagian hulu maupun 
hilir, telah berdampak berat bagi ketersediaan sumber daya air.

Beberapa hasil pengamatan dan penelitian menunjukkan, kualitas air Sungai Citarum 
menurun drastis akibat pencemaran dan sedimentasi. Indeks pencemaran air Citarum dari 
hulu ke hilir berkisar antara tiga hingga lima, yang artinya pencemaran air dari 
tingkat berat sampai sangat berat.
(Kompas, 2002-06-27)



Cadangan Air Waduk di Sragen untuk 90 Hari
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4350
Cadangan air di tujuh waduk di Kabupaten Sragen diperkirakan hanya cukup untuk 
mengairi areal pertanian selama 90 hari. Jika hujan tidak turun hingga lebih dari 90 
hari, atau sekitar bulan September, areal pertanian di Sragen terancam kekeringan.

Ketujuh waduk itu adalah Waduk Gebyar, Kembangan, Botok, dan Waduk Belimbing, semuanya 
di Kecamatan Sambirejo, Waduk Brambang dan Waduk Gembong di Kecamatan Karangmalang, 
serta Waduk Ketro (Kecamatan Tanon).
(Kompas, 2002-06-26)



Sungai Citarum sudah Tercemar sangat Berat
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4354
Sungai Citarum yang melewati empat kabupaten di Jawa Barat harus mendapat perlakuan 
terpadu dan sistematis agar sungai yang daerah aliran sungai (DAS)-nya sudah tercemar 
sangat berat itu dapat tetap lestari.

Direktur Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan 
Penerapan Teknologi (BPPT) Tusy A Adibroto mengatakan hal itu dalam seminar lingkungan 
di Jakarta, kemarin.
(Media Indonesia, 2002-06-26)



Sungai Musi Riwayatmu Kini
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4349
SUMATRA Selatan (Sumsel), yang luasnya 109.254 km persegi, sering disebut "batang hari 
sembilan" karena dikelilingi sembilan sungai. Anak-anak sungai di provinsi ini secara 
keseluruhan mengalir ke induknya, Sungai Musi.

Sungai Musi, yang terbentang ribuan kilometer mulai dari hulu hingga hilir dan 
membelah Kota Palembang ini, menjadi sumber kehidupan dan mata pencaharian penduduk 
sekitarnya. 
(Suara Pembaruan, 2002-06-25)



_______________________________________________
Sungai mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai

Kirim email ke