Daftar berita terlampir: * Danau Beratan Tercemar Sampah Plastik * Sungai Gintung dan Tambra Berlimbah * Merkuri di Saguling Kadarnya Cukup Tinggi * Kerusakan Citarum Terparah di Dunia * Air Waduk Jatiluhur Kini Semakin Kritis * Waduk Saguling dan Cirata Tercemar Logam Berat * Sanksi Hukum Pencemar Sungai masih Lemah * Petambak protes pencemaran limbah RAPP * Sulit Mendapatkan Ikan yang Sehat di Sungai Brantas * Kawasan Konservasi untuk Menjaga Kestabilan Air Danau * Kota Seribu Sungai Dilanda Krisis Air * Renaturalisasi Sungai di Indonesia * Kemarau Tiba, Saguling Makin Tercemar * Waduk Darma Akan Jadi Tong Sampah * Perlu Kuota dan Pengelolaan Danau Terpadu * Kondisi Sungai Siak Mengkhawatirkan * Sungai-sungai Kering, Penambangan Batu dan Pasir Marak * Ribuan Ekor Ikan Mati di Kali Mas * Ekosistem Rawa Pening Terancam Faktor Ekologis
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Danau Beratan Tercemar Sampah Plastik http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6228 Pencemaran bertubi-tubi terjadi di Danau Beratan, Bedugul. Belum tuntas penanganan pendangkalan danau sebagai akibat penimbunan bekas material bangunan, danau yang sering menjadi ajang perlombaan selancar air tingkat internasional itu kini sudah disibukkan lagi dengan pencemaran sampah plastik. (Bali Post, 2003-06-13) Sungai Gintung dan Tambra Berlimbah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6238 Para nelayan sungai Desa Pepedan, Kecamatan Karangmoncol mengeluhkan makin berkurangnya hasil tangkapannya. Mereka menduga penyebabnya adalah kerusakan lingkungan sungai yang semakin parah. (Suara Pembaruan, 2003-06-13) Merkuri di Saguling Kadarnya Cukup Tinggi http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6217 Jika tak ingin menjadi bom waktu seperti kasus minamata di Jepang, tingginya kadar Hg (merkuri) di Waduk Saguling yang mencapai 30 kali batas normal yaitu sebanyak 0,06 miligram per liter dari batas normal 0,002 miligram per liter harus segera diatasi. "Apalagi sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasi keracunan merkuri," kata pakar lingkungan dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar, Iwan Wangsaatmaja, Rabu (11/6). (Pikiran Rakyat, 2003-06-12) Kerusakan Citarum Terparah di Dunia http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6218 Kebijakan tata ruang yang salah kaprah dengan membiarkan hulu Sungai Citarum dipenuhi industri, bisa dikatakan sebagai salah satu contoh kerusakan lingkungan terparah di dunia. Sebuah hulu sungai dipenuhi oleh industri seperti di hulu Citarum hampir tidak ditemui di belahan dunia mana pun. (Pikiran Rakyat, 2003-06-12) Air Waduk Jatiluhur Kini Semakin Kritis http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6219 Tinggi muka air (TMA) atau elevasi Waduk Jatiluhur Purwakarta berada pada kondisi yang mengkhawatirkan, yakni berada pada posisi 92,01 meter. Padahal, elevasi normal pada pola kering semestinya setinggi +98,84 meter. Guna memulihkan elevasi waduk ke keadaan normal, diperlukan waktu dua sampai tiga tahun dan itu pun bergantung pada curah hujan dan pasokan dari sungai-sungai tangkapan. (Pikiran Rakyat, 2003-06-12) Waduk Saguling dan Cirata Tercemar Logam Berat http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6221 Sungai Citarum serta Waduk Saguling dan Cirata di Kabupaten Bandung saat ini tercemar logam berat. Jika tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan pencemaran logam berat akan berdampak pada kesehatan masyarakat karena daerah tersebut merupakan sentra budidaya ikan. (Kompas, 2003-06-12) Sanksi Hukum Pencemar Sungai masih Lemah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6199 SUNGAI dengan airnya yang jernih, siapa yang jemu melihatnya. Apalagi air merupakan sumber kehidupan setiap makhluk hidup yang wajib dijaga. Berangkat dari persoalan itu, faktor sentral yang mesti ditumbuhkan di masyarakat adalah kesadaran untuk hidup sehat dan bersih. Tidak membuang sampah di sungai merupakan wujud dari kesadaran itu. Hal itu terungkap dalam dialog interaktif Global FM, Selasa (10/6) kemarin. Dialog yang bertema "Peranserta Masyarakat dalam Menyelamatkan Sungai" menghadirkan narasumber Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar, I Nengah Sugamia, B.Sc., Kepala Dinas PU Prop. Bali Sub Dinas Pengairan, Ir. Made Sudiarta, M.E., serta staf Penegakan Hukum dan Informasi Lingkungan Bapedalda, I Wayan Satra. (Bali Post, 2003-06-11) Petambak protes pencemaran limbah RAPP http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6215 Petambak ikan dan udang di kawasan Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau memprotes karena tambaknya dicemari limbah pabrik kertas dan bubur kertas milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP ). (Bisnis.com, 2003-06-11) Sulit Mendapatkan Ikan yang Sehat di Sungai Brantas http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6187 PANAS yang menyengat tidak menyurutkan niat Arman, 30, warga Karang Pilang, Surabaya, mencari ikan di Sungai Brantas. Dengan jala, Arman mengais rezeki dari sungai tersebut setiap hari. Sekali jala dilempar ke tengah sungai, tidak kurang dari 10 ikan jenis bader berhasil ditangkap. (Media Indonesia, 2003-06-10) Kawasan Konservasi untuk Menjaga Kestabilan Air Danau http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6181 PLTA Singkarak akan tetap menjadi "bulan-bulanan" masyarakat bila pemerintah tidak segera menyikapi dengan suatu perencanaan yang matang tentang pengelolaan kawasan konservasi. (Kompas, 2003-06-09) Kota Seribu Sungai Dilanda Krisis Air http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6183 Walaupun baru beberapa minggu tidak diguyur hujan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang mempunyai banyak sungai dan mendapat julukan Kota Seribu Sungai kini dilanda krisis air bersih. (kompas, 2003-06-09) Renaturalisasi Sungai di Indonesia http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6173 BANJIR di alur Sungai Citarum Februari 2003 lalu kembali membuktikan bahwa sodetan sungai justru menjadi penyebab banjir besar di Bandung Selatan. Lebih dari itu, ratusan penggal sungai bekas pelurusan dan sodetan sungai-sungai lainnya, yang disebut dengan oxbow, telah menjadi kali mati dengan kualitas lingkungan sangat buruk. (Kompas, 2003-06-08) Kemarau Tiba, Saguling Makin Tercemar http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6174 Mutu air Waduk Saguling makin memburuk. Seiring masuknya musim kemarau, debit air makin kecil sedangkan kadar polusi semakin tinggi. Polusi industri dari sejumlah anak sungai Citarum merupakan sumber utama pencemaran di waduk ini. Karena kondisi ini, ribuan petani ikan mas jaring terapung di kawasan itu terancam gulung tikar karena produksi ikan terus turun. (Pikiran Rakyat, 2003-06-08) Waduk Darma Akan Jadi Tong Sampah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6171 LSM Aktivitas Anak Rimba (Akar) bekerja sama dengan Pemkab Kuningan, Kamis (5/6), kembali menyelenggarakan Operasi Bersih Waduk Darma (OBWD). Kegiatan berupa penarikan sampah di waduk buatan yang sudah dijadikan agenda tahunan itu, sedikitnya diikuti 300 relawan pencinta alam dari kalangan pelajar SLTP, SLTA, mahasiswa, masyarakat, serta sejumlah karyawan dari dinas instansi terkait. (Pikiran Rakyat, 2003-06-07) Perlu Kuota dan Pengelolaan Danau Terpadu http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6152 Jakarta, Kompas - Dari seluruh perairan darat di Indonesia-sekitar 2,1 juta hektar dengan jumlah lebih dari 500 termasuk waduk-saat ini kondisinya memprihatinkan dengan tingkat kerusakan dan pencemaran yang tinggi. Untuk mengatasinya perlu program terpadu antar-instansi terkait dan adanya kuota dalam pemanfaatannya. (Kompas, 2003-06-06) Kondisi Sungai Siak Mengkhawatirkan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6154 Pekanbaru, Kompas - Kondisi Sungai Siak yang membelah Provinsi Riau sepanjang 300 kilometer dari Pegunungan Bukit Barisan hingga Selat Malaka semakin mengkhawatirkan, terutama akibat tekanan pencemaran industri dan limbah rumah tangga serta tingginya tingkat pendangkalan. (Kompas, 2003-06-06) Sungai-sungai Kering, Penambangan Batu dan Pasir Marak http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6119 Padang, Kompas - Penambangan pasir, kerikil, dan batu di Sumatera Barat akhir-akhir ini semakin marak, menyusul mengeringnya sejumlah sungai. (Kompas, 2003-06-04) Ribuan Ekor Ikan Mati di Kali Mas http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6122 SURABAYA (Media): Ribuan ekor ikan dari berbagai jenis kemarin ditemukan menggelepar di sepanjang Kali Mas, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Ikan-ikan tersebut diduga terkena limbah pabrik yang mencemari kali tersebut. (Media Indonesia, 2003-06-04) Ekosistem Rawa Pening Terancam Faktor Ekologis http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6124 SALATIGA-Tatanan ekosistem Rawa Pening di Kabupaten Semarang kini sudah terancam oleh ketidakseimbangan ekologis. Ketua Bappedal Jateng Ir Joko Sutrisno mengatakan hal itu, Senin (2/6), ketika membuka Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) 2003 UKSW di balairung. (Suara Merdeka, 2003-06-04) _______________________________________________ Sungai mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai
