Daftar berita terlampir:
* Kali Geseng Diduga Tercemar Limbah Tapioka 
* Sedimentasi Waduk Mrica Tinggi
* Penundaan Penyudetan Citanduy Jangan Terlalu Lama
* Perlu Kesepakatan Tertulis untuk Penyudetan Citanduy
* Lagi, Limbah Pabrik Cemari S. Cilamaya 
* 127 km Aliran Citarum Barkategori Ekstrem


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Kali Geseng Diduga Tercemar Limbah Tapioka 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7133
Kali Geseng yang mengalir dari Margoyoso dan Mojoagung hingga Desa Kadilangu, 
Trangkil, diduga tercemar limbah tapioka. Dampaknya, air sungai berbau tak sedap. Hal 
itu mengundang protes warga Kadilangu, Trangkil. 
(Suara Merdeka, 2003-09-17)



Sedimentasi Waduk Mrica Tinggi
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7136
Deputi kementerian lingkungan hidup, Dra Masnellyarti Hilman MSc mengatakan, kerusakan 
lingkungan di dataran tinggi Dieng menyebabkan sedimentasi yang cukup tinggi di Waduk 
Mrica (Panglima Besar Sudirman) Banjarnegara. 
(Suara Merdeka, 2003-09-17)



Penundaan Penyudetan Citanduy Jangan Terlalu Lama
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7129
Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto mengharapkan, penyudetan Sungai Citanduy yang 
membatasi Provinsi Jateng dan Jabar jangan terlalu lama. Mengingat warga di daerah 
hilir sungai tersebut, baik yang ada di Cilacap, Jateng maupun Ciamis, Jabar, sudah 
cukup lama menderita akibat banjir yang selalu datang setiap tahun.
(Suara Pembaruan, 2003-09-16)



Perlu Kesepakatan Tertulis untuk Penyudetan Citanduy
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7101
Pelaksanaan proyek penyudetan Citanduy hanya dapat dilakukan, bila pihak pemrakarsa 
proyek telah berhasil mewujudkan kesepakatan di antara pihak pemangku kepentingan yang 
pro dan kontra dalam bentuk pernyataan tertulis. 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Nabiel Nakarim, pada media 
briefing Sudetan Citanduy di Bandung, Sabtu (13/9).
(Suara Pembaruan, 2003-09-15)



Lagi, Limbah Pabrik Cemari S. Cilamaya 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7103
Sungai Cilamaya yang berfungsi sebagai pembatas wilayah Kab. Karawang dengan Kab. 
Subang, Minggu (14/9), kembali tercemar limbah pabrik. Sejak dini hari, air sungai 
yang biasanya berwarna kehijau-hijauan mendadak menjadi hitam pekat dan pada 
permukaannya terlihat seperti ada bekas buangan residu. Akibatnya, ribuan ikan dan 
udang yang hidup di sungai tersebut mabuk dan mati mengambang. 
(Pikiran Rakyat, 2003-09-15)



127 km Aliran Citarum Barkategori Ekstrem
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7106
Sepanjang 127 km atau 47,1%0 dari 269 km air aliran Sungai Citarum, termasuk dalam 
kategori tercemar berat (ekstrem). Pencemaran paling berat terjadi mulai Majalaya 
hinggga waduk Saguling. 
(Pikiran Rakyat, 2003-09-14)



_______________________________________________
Sungai mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai

Kirim email ke