Daftar berita terlampir:
* Waduk Kedungombo Ditutup, Musim Tanam I Terancam 
* 10,5 Kilometer Tanggul Sisi Kanan Sungai Wulan Kritis 
* Pemkab Brebes Benahi Waduk Peninggalan Belanda 
* Waduk Kedungombo Justru Lumpuh
* Elevasi Kedungombo di Bawah Ambang Toleransi


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Waduk Kedungombo Ditutup, Musim Tanam I Terancam 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7488
Waduk Kedungombo yang terletak di perbatasan Kabupaten Grobogan, Sragen, dan Boyolali 
(Jawa Tengah), Senin (3/11) ditutup "salurannya". Akibatnya, sawah seluas 63.624 
hektar yang tersebar di Kabupaten Grobogan, Demak, Kudus, dan Pati pada musim tanam I 
tahun 2003/2004 terancam "hancur" karena tanaman padi tidak memperoleh pasokan air. 
Tanaman tersebut tinggal mengandalkan turunnya air hujan.
(Kompas Online, 2003-11-04)



10,5 Kilometer Tanggul Sisi Kanan Sungai Wulan Kritis 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7489
Berdasarkan hasil penelusuran petugas Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) 
wilayah Sungai Serang-Lusi-Juwana (Seluna)-terdapat sekitar 10,5 kilometer 
tanggul/tebing sisi kanan palung Sungai Wulan kini kondisinya kritis. Tanggul/tebing 
kritis tersebut berada di Desa Mijen, Ngelo Kulon, Kecamatan Mijen; dan di Desa 
Kedungwaru Kidul, Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak; maupun di Desa 
Jetak, Kecamatan Kaliwungu dan di Desa Undaan, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. 
Jumlah penduduk yang terancam kritisnya tanggul itu, karena sewaktu-waktu bisa jebol, 
mencapai sekitar 1.300 jiwa
(Kompas Online, 2003-11-04)



Pemkab Brebes Benahi Waduk Peninggalan Belanda 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7490
Bupati Brebes Indra Kusuma mengungkapkan, di wilayah itu terdapat sekitar 95 waduk 
lapangan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang tidak difungsikan lagi. Bahkan, 
ada waduk lapangan yang sudah dialihfungsikan menjadi terminal nonbus, pasar, sawah, 
perkebunan, bahkan permukiman. Untuk itu, sejak tahun anggaran 2003 ini Pemerintah 
Kabupaten Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum mendata ulang waduk lapangan tersebut.
(Kompas Online, 2003-11-04)



Waduk Kedungombo Justru Lumpuh
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7491
Musim penghujan kali ini telah mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Cilacap dan 
Kebumen. Namun, Waduk Kedungombo yang terdapat di perbatasan tiga daerah, yakni 
Boyolali, Sragen, dan Grobogan justru lumpuh. Waduk itu mengalami krisis air sangat 
hebat.
(Suara Merdeka, 2003-11-04)



Elevasi Kedungombo di Bawah Ambang Toleransi
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7493
Elevasi Waduk Kedungombo di lokasi pengamatan elevasi tanggul waduk itu di Desa Rambat 
Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan menunjukkan angka yang memprihatinkan. Sebab, 
elevasinya berada di bawah titik terendah yaitu 67,78 meter, atau di bawah 2 cm dari 
batas ambang toleransi, yaitu 67,80 meter. 
(Suara Merdeka, 2003-11-04)



_______________________________________________
Sungai mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai

Kirim email ke