Kanker serviks (leher rahim) dan payudara kini menjadi musuh yang sangat ditakuti perempuan karena bisa mengancam nyawa. Jangan malas untuk melakukan deteksi sedini mungkin untuk pencegahannya. Hal ini dikatakan oleh dr Ananto Sidohutomo, MARS direktur Bidadari Pusat Deteksi Dini dan Diagnosa kanker di atrium Tunjungan Plasa Surabaya dalam acara Denim and Diamond, Selasa (1/9/2009).
"Bahayanya kedua kanker ini sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan pencegahan dini dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih," katanya. Menurut Ananto, sampai saat ini tercatat setiap satu menit sekali wanita di dunia meninggal akibat kedua kanker yang paling ditakuti kaum hawa ini. Selain itu kedua penyakit kanker tersebut tidak ditemukan gejala dini maupun bentuk fisik. Sedangkan antisipasi dini yang bisa dilakukan kaum hawa untuk bisa mengetahui apakah dirinya terkena kanker serviks yakni dengan cara melakukan tes papsmear. "Hanya dengan cara ini wanita bisa mengetahui dia terkena kanker servik yang mematikan atau tidak," imbuhnya. Faktor penyebab kanker serviks antara lain memiliki hubungan seksual dengan lebih dari satu orang, berhungan seksual di usia awal, pernah atau baru terinfeksi HPV, kondiloma atau keduanya Pengguna immunosuppressan, riwayat merokok atau kecanduan terhadap zat-zat lain, adanya displasia servikal, endometrium, vagina atau kanker vulva. Gejala kanker serviks antara lain terjadi perdarahan vagina pada masa menopause atau pada saat menstruasi, darah berbau amis keluar dari vagina, nyeri, perdarahan setelah hubungan seksual, teraba ada massa di vagina. Penanganan kanker serviks adalah operasi mengangkat servik dan rahim sekaligus kelenjar limpa sekitarnya, kemudian kemoterapi. Sumber : www.ningharmanto.com <http://www.ningharmanto.com/> dan www.mahkotadewa.com <http://www.mahkotadewa.com/> [Non-text portions of this message have been removed]
