Mengkonsumsi sayuran hijau seperti brokoli bukan saja memberi nutrisi
dan vitamin penting bagi tubuh Anda. Kebiasaan memakan beberapa porsi
brokoli  setiap minggu ternyata dapat melindungi pria dari kenker
prostat.
Seperti dilaporkan ilmuwan dari Inggris, Rabu (2/7), brokoli berpotensi
besar menjadi makanan pencegah kanker karena kandungan alaminya memiliki
mekanisme unik melawan kanker.

Richard Mithen, ahli biologi dari Institute of Food Research,
menjelaskan, senyawa dalam brokoli dapat memicu perubahan genetik dalam
tubuh hingga mencapai ratusan. Selain itu, zat-zat dalam brokoli juga
mengaktifkan gen-gen yang mampu melawan kanker serta menonaktikan
gen-gen yang menyuplai perkembangan tumor.

Sebelumnya memang banyak sekali bukti penelitian yang mendukung
pentingnya diet buah dan sayuran untuk menekan risiko kanker. Namun,
Mithen mengklaim  bahwa risetnya,  yang juga dipublikasi dalam Public
Library of Science journal PLoS One, adalah penelitian pertama pada
manusia yang menyelidiki potensi dan proses mekanismenya secara
biologis. "Setiap orang menyarankan untuk mengonsumsi sayuran,
tetapi tak satu pun yang bisa menjelaskan mengapa. Penelitian kami mampu
menjelaskan mengapa sayuran sangat baik," ungkap Mithen yang
memimpin riset ini.

Kanker prostat kini tercatat sebagai penyakit pembunuh kedua tertinggi
pada pria setelah kanker paru-paru.  Setiap tahun, sekitar 680.000 pria
di seluruh dunia didiagnosa menderita penyakit ini dan sekitar 220.000
di antaranya meninggal.

Dalam risetnya, Mithen beserta timnya melibatkan puluhan pria yang
mengidap lesi prakanker yang berisiko menjadi kanker prostat. Partisipan
dibagi dalam dua kelompok, yakni yang mendapat asupan brokoli dan grup
kacang polong.  Setiap minggu selama satu tahun kelompok ini diberi
empat porsi makanan ekstra brokoli atau kacang polong.

Para ahli juga mengambil contoh jaringan selama berjalannya penelitian
dan mereka menemukan bahwa pria yang makan brokoli menunjukkan perubahan
gen yang berperan penting dalam melawan kanker. Menurut peneliti,
manfaat yang sama juga kemungkinan akan didapat dari sayuran dari jenis
Cruciferae atau Brassicaceae yang mengandung senyawa isothiocyanate,
seperti kubis kailan, kembang kol, kubis, arugula, selada air, dan horse
radish (sejenis lobak).

Namun begitu, lanjut Mithen, brokoli memiliki sejenis bahan khusus yang
sangat kuat bernama sulforaphane, yang diyakini membuat sayuran-sayuran
hijau memiliki senjata  ekstra penangkal kanker. "Ketika orang
mengidap kanker, sejumlah gen dinonaktifkan dan beberapa lain
diaktifkan. Apa yang dilakukan oleh senyawa dalam brokoli tampaknya 
mengaktifkan gen-gen yang mencegah pertumbuhan kanker dan mematikan gel
lainnya yang membuat tumor menyebar," papar Mithen.

Ia menambahkan, pemakan brokoli  menunjukkan 400  hingga 500 perubahan
genetik positif dalam tubuhnya, di mana pria yang memiliki sejenis gen
bernama  GSTM1 mendapatkan manfaat maksimal dari brokoli.  Tercatat
setengah dari seluruh populasi membawa gen jenis ini.

Peneliti memang tidak memantau lebih jauh para partisipan  untuk
mengetahui siapa yang akhirnya menderita kanker.  Namun, penemuan ini
mendukung ide bahwa dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran setiap
minggu dapat memberikan perubahan besar bagi kesehatan.

Mithen mengindikasikan bahwa senyawa penting dalam sayuran ini juga 
kemungkinan besar akan memberi faedah yang sama bagi bagian organ
lainnya dan bahkan dapat melindungi dari berbagai jenis  kanker.
"Anda tidak perlu mengubah diet,  hanya butuh lebih banyak porsi
sayuran untuk membuat perubahan besar," tagasnya.

Sumber : www.mahkotadewa.com <http://www.mahkotadewa.com/>   dan
www.herbal4cancer.com <http://www.herbal4cancer.com/>




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke