Penulis tak ubahnya seorang
peternak, sebanding dengan peternak ayam, kelinci, kambing, atau lainnya.
Prinsip beternak buku sama dengan beternak lainnya. Dalam beternak buku, sang
peternak juga dituntut untuk mencari bibit unggul, memberi pakan, memijahkan,
dan menjual hasil ternaknya. Mencari Bibit Unggul artinya sang penulis
mencari ide-ide unggul/cemerlang/berkualitas. Penulis tidak boleh mengandalkan 
ide
jatuhan/wangsit dari langit. Peternak buku aktif mencari tema-tema yang
dibutuhkan khalayak, agar ternaknya jadi best
seller. Peternak buku juga Memberi Pakan, yang diberi makan adalah jiwa
dan otaknya.  Pakan yang diberikan adalah
pergaulan, refreshing, dan membaca. Jika otaknya kosong, tidak ada yang bisa
ditulisnya. Memijahkan,
percaya atau tidak, buku yang sudah dihasilkan cenderung memperbanyak
diri—beranak pinak. Menjual Hasil Ternak, tentu penulis tidak
ingin menyimpan karyanya untuk dirinya sendiri. Peternak Buku harus bisa
menjual ternaknya, baik kepada PENERBIT atau DITERBITKAN SENDIRI sebagai BUKU,
CD,
atau E-BOOK
(buku elektronis).

 

Kunjungi:


www.BuatBuku.com



Setiawan G.
Sasongko

PENULIS,
KONSULTAN, dan TRAINER: penulisan BUKU, biografi, PROFIL, dll 

Hp: 081314663397




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke