Zaman Batu di Kalimantan Timur Kompas, Senin, 5 Januari 2009
Beberapa bulan lalu semua media massa nasional memberitakan krisis listrik di Jawa, khususnya Jakarta. Secara gencar diberitakan penyebabnya adalah keterlambatan pasokan batu bara dari Kalimantan. Begitu serius masalah ini rupanya sehingga semua pihak merasa perlu berkomentar. Hampir semua orang menggerutu akibat masalah ini. Sementara itu, kami yang berada di Kalimantan Timur bertahun-tahun merasakan listrik yang byarpet. Sambungan baru tidak pernah ada. Ribuan rumah di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, seperti menunggu Godot mengenai kejelasan peluang mendapat sambungan listrik. Ironis betul. Kami seperti tikus yang mati di lumbung padi. Gunungan batu bara di tempat kami berpijak, gas yang menjadi devisa terbesar bagi bangsa ini pun bersumber di wilayah kami, tetapi listrik sulit diadakan di Kalimantan Timur. Sumber daya alam kami dikuras, tetapi kami tidak mendapat apa yang merupakan hak kami. Akibat eksploitasi alam di tanah kami, banjir menghantam kami. Kami masih hidup di zaman batu. Lalu, apa arti ”Bersama Kita Bisa”? Lilik Rukitasari PC IV Nomor 82 Kompleks PT Badak NGL Bontang, Kaltim Sumber: Harian KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/05/00252913/redaksi.yth. Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.info Komunitas Informasi Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
