>
> Saatnya Mencabut Subsidi BBM 100 Persen
>
> * *
>
> KAMIS, 15 Januari 2009, pemerintah menurunkan lagi harga BBM. Antara lain
> harga premium menjadi Rp 4.500 per liter. Sedangkan harga BBM
> internasional jatuh lagi pada tingkat 37 dolar AS (USD) per barel.
>


>  Sebenarnya ini merupakan mementum yang sangat baik bagi pemerintah untuk
> mencabut semua subsidi BBM hingga 100 persen. Berdasarkan matematika ekonomi
> yang saya lakukan, dengan asumsi harga BBM internasional 37 USD dan satu
> dolar AS sama dengan Rp 10.000, maka harga premium sesungguhnya dan
> seharusnya adalah Rp 3.700 per liter. Itupun harga tanpa subsidi.
>
>

> Dengan demikian apabila harga BBM naik ke 50 USD per barel, maka harga
> premium Rp 5.000 per liter. Jika naik menjadi 1090 USD per barel, maka harga
> premium menjadi Rp 10.000 per liter. Tentu, dengan asumsi 1 satu dolar AS
> bernilai Rp 10.000. Dengan demikian naik turunnya harga BBM di dalam negeri
> harus berdasarkan rumusan matematika ekonomi denbgan menggunakan variabel
> kurs rupiah terhadap dolar AS dan harga BBM internasional.
>
>

> Naik turunnya harga BBM sebaiknya dilakukan dan diberlakukan tiap tanggal
> satu awal bulan. Rencana kenaikkan harga sebaiknya diumumkan lima hari
> sebelumnya. Sedangkan rencana kenaikan diumumkan lima menit sebelum pukul
> 24:00 dan berlaku mulai pukul 00:00 esok harinya. Hal ini untuk menghindari
> adanya penimbunan BBM yang berakibat BBM menjadi langka.
>
>
>
> Hariyanto Imadha
>
> Jl. AIS Nasution 5
>
> Bojonegoro
>
> E-mail:[email protected] <e-mail%[email protected]>
>

Kirim email ke