Perhatikan Kualitas Tayangan TV Sinar Harapan, Rabu, 14 Januari 2009
Redaksi Yth, Program tayangan televisi berupa berita dan talk show lebih diapresiasi masyarakat ketimbang program hiburan. Program berita dan talk show lebih dibutuhkan masyarakat karena berkualitas. Hasil penelitian Yayasan Sains, Estetika, dan Teknologi (SET) yang bekerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yayasan Tifa, dan Jaringan Masyarakat Pemerhati Televisi yang dilakukan pada Desember 2008 meruntuhkan anggapan bahwa program berita tidak menarik, bahkan merugi. Menurut Koordinator Pelaksana Yayasan SET Agus Sudibyo, program informasi dan berita lebih diapresiasi disebabkan beberapa hal. Pertama, dianggap lebih pantas memberikan informasi yang relevan bagi masyarakat. Kedua, memberikan model perilaku yang baik dibandingkan program hiburan. Ketiga, meningkatkan daya kritis, fungsi pengawasan, dan memberikan sesuatu yang relevan buat masyarakat. Dibandingkan program sinetron, program informasi dan berita memiliki nilai lebih. Program sinetron cenderung tidak mendidik, tidak memberikan informasi, tidak memberikan perilaku yang baik, mengandung muatan pornografi, dan kurang sensitif pada gender. Adapun program bermuatan kriminalitas dan hiburan, kuantitasnya besar, tapi kualitasnya buruk. Penelitian yang melibatkan 220 kalangan terdidik di 11 kota dengan 20 orang di setiap kota ini tentu saja mengandung pesan penting bahwa menilai tayangan televisi jangan hanya dari aspek kuantitas semata, tapi hendaknya juga dari aspek kualitas. Rating yang dikeluarkan AGB-Nielsen yang umumnya berdasarkan aspek kuantitas tidak mutlak dijadikan pegangan dalam menentukan program televisi. Ditinjau lebih jauh, hasil penelitian ini juga menunjukkan fakta bahwa tingkat pendidikan menentukan kecerdasan masyarakat dalam memilih program televisi. Disebutkan bahwa responden penelitian ini berasal dari kalangan terpelajar dan terdidik dengan pendidikan minimal SMA di mana 70 persen adalah lulusan perguruan tinggi, yakni D3 dan S1. Pastinya, pihak pengelola televisi diharapkan bisa mengambil pelajaran penting dengan adanya hasil penelitian tersebut. Pihak pengelola televisi perlu melakukan refleksi bahwa peran media massa bukan sekadar menghibur, apalagi mengutamakan bisnis semata, tetapi ada peran lain yang tak boleh dilupakan, yakni sebagai sumber informasi yang bermanfaat dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Hendra Sugiantoro Karangmalang, Yogyakarta 55281 Sumber: Harian Umum Sore SINAR HARAPAN URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/14/opi02.html Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.info Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
