Waspada Saat Bertransaksi di ATM Sinar Harapan, Selasa, 20 Januari 2009
Redaksi Yth, Pada hari Jumat, tanggal 26 Desember 2008, sekitar pukul 13.12 WIB, istri saya (Pemegang Rekening BCA) melakukan transfer ke Citibank sejumlah Rp 210.000 (dua ratus sepuluh ribu rupiah) menggunakan ATM BCA Nontunai. Setelah selesai, istri saya pindah ke ATM Tunai (bersebelahan) untuk mengambil uang tunai sebesar Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah). Seseorang yang sejak tadi berada di belakang istri saya langsung menggunakan ATM Nontunai yang baru saja ditinggalkan istri saya. Pada pukul 15.30 di hari yang sama, karena merasa curiga dengan orang yang di belakang istri saya tadi maka istri saya meminta saya mengecek saldo di ATM BCA tadi. Alangkah kagetnya saya, ternyata tabungan istri saya telah berkurang Rp 26.000.000 (dua puluh enam juta rupiah). Padahal, dari transaksi yang dilakukan istri saya tersebut seharusnya hanya berkurang Rp 410.000 (empat ratus sepuluh ribu rupiah). Pada pukul 16.00, saya menelepon Hallo BCA dan diberi tahu bahwa setelah transaksi yang dilakukan istri saya telah terjadi transaksi lanjutan sebanyak tiga kali melalui ATM BCA yang tidak pernah dilakukan istri saya. Kami mendapatkan informasi bahwa ketiga transaksi tersebut untuk: Pertama: transfer untuk pembelian Pulsa Simpati Nomor 081219985XXX sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah). Kedua: transfer ke rekening BCA nomor 8410047XXX atas nama Ir FW sebesar Rp 15.000.000 (lima belas juta rupiah). Ketiga: transfer ke rekening Bank Permata (Bank Centra) atas nama AR sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Kami mencurigai yang melakukan transaksi dengan menggunakan ATM BCA istri saya adalah orang yang ada di belakang istri yang menggunakan ATM yang sama setelah istri saya tersebut. Kami merasa prihatin dan tidak habis pikir kenapa ini bisa terjadi. Oleh Hallo BCA rekening Ferry Wijaya pada hari yang sama telah diblokir dan katanya hanya berlaku satu hari. Untuk pemblokiran di hari berikutnya kami diminta lapor polisi terlebih dahulu. Namun demikian, lapor ke polisi juga ternyata tidak mudah. Pos Polisi Desa Bojongkulur tidak bisa menangani. Polsek Gunung Putri juga tidak bisa menerima laporan kami. Kasus perbankan ini katanya harus lapor ke Polres Bogor di Cibinong. Wah…tempatnya jauh sekali dari rumah kami. Dari informasi teman saya di BCA, ternyata rekening Ferry Wijaya di hari yang sama sekitar pukul 16.00 sudah tinggal Rp 35.000 (tiga puluh lima ribu rupiah). Berarti percuma juga diblokir, wong uangnya sudah raib. Seharusnya BCA memiliki tindakan preventif, seperti melakukan sosialisasi cara aman menggunakan ATM, terutama untuk menghindari kejahatan dari cara-cara yang sekarang sering dilakukan. Khusus di Villa Nusa Indah sebaiknya ditempatkan satpam, terlebih di situ ada lima ATM BCA yang ramai sekali penggunaannya. Aris Ahmad Risadi Perumahan Bumi Mutiara, Bojongkulur, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat Sumber: Harian Umum Sore SINAR HARAPAN URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/20/opi02.html Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan Gratis.http://downloads.yahoo.com/id/firefox ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.info Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
