Gelang Wajib di Hotel Sultan Kompas, Selasa, 27 Januari 2009
Kami sekeluarga menghabiskan Tahun Baru di Hotel Sultan, Jakarta (31/12/2008). Dari awal memesan kamar, kami sudah kecewa. Saat saya menelepon pihak hotel (23/12/2008), diinformasikan bahwa kamar deluxe masih tersisa 50 kamar dan tidak bisa pesan melalui telepon. Saya datang untuk memesan dan membayar kamar, tetapi bagian reservasi menyatakan kamar deluxe telah habis dan hanya tersisa kamar grand deluxe. Ternyata masih banyak kamar deluxe yang tersedia, tetapi masih berstatus booking. Ini bertolak belakang dengan penjelasan sebelumnya yang menyatakan tidak bisa mem-booking kamar melalui telepon dan harus datang langsung ke hotel. Kekecewaan kembali menimpa saya sekeluarga pada malam harinya. Sekitar pukul 21.00 setelah keluar makan malam, saya sekeluarga kembali ke hotel, tetapi tiba-tiba dilarang masuk hotel dengan alasan tidak memakai gelang. Apabila ingin masuk, kami harus membeli gelang seharga Rp 250.000 per buah. Sebelumnya saat check in pihak reservasi memang memberikan tiga amplop yang masing-masing berisi dua gelang hologram. Saat itu dijelaskan gelang bisa dipakai di tempat-tempat tertentu di dalam hotel, termasuk mengikuti acara di lobi pada malam pergantian tahun. Pihak hotel tidak pernah menyampaikan gelang harus dipakai bila keluar hotel, bahkan memaksa untuk membayar Rp 250.000 per orang untuk sebuah gelang hologram guna masuk hotel. Dan, bukan hanya saya sekeluarga, ada juga seorang bapak yang marah-marah di pintu masuk lobi karena tidak bisa masuk untuk check in. Baru pertama kali ini saya mengalami kekecewaan di sebuah hotel bintang lima. Saya tidak mempermasalahkan peraturan bila itu diinformasikan terlebih dahulu. WINDY JULIA PPI Blok BB 30, Pekayon Jaya, Bekasi Sumber: Harian Umum KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/27/00570191/redaksi.yth Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
